Friday, December 16, 2011

Dewi Sandra Menikah untuk Kali Ketiga

Dewi Sandra kini menjadi istri Agus Rahman, setelah mereka menjalani akad nikah di Plataran, Jagakarsa, Jakarta, Minggu (11/12/2011) pagi.

JAKARTA, KOMPAS.com -- Dewi Sandra (31) tak lagi menjanda. Penyanyi ini telah menikah dengan Agus Rahman, Minggu ini (11/12/2011). Dewi dan Agus melangsungkan pernikahan mereka di Plataran, Jalan Durian No 26, Jagakarsa, Jakarta Selatan.

Sayangnya, pasangan ini belum mau membagi berita bahagia mereka kepada publik melalui media. Pintu tempat resepsi pernikahan mereka tertutup rapat, hanya dibuka sesekali apabila ada tamu yang datang. Namun, sejumlah karangan bunga bertulis ucapan selamat untuk Dewi dan Agus terlihat di luar Plataran, termasuk dari artis musik Maia Estianty dan beberapa perusahaan rekaman seperti Universal Music Indonesia dan Sony Music Entertainment Indonesia.

Pernikahan itu merupakan pernikahan ketiga bagi Dewi. Perkawinan pertamanya (2004-2005), dengan aktor Surya Saputra, kandas. Lalu, Dewi menikah lagi, dengan penyanyi Glenn Fredly pada 2006. Perkawinan mereka juga berakhir,pada 2009.

Dewi Sandra: Luar Biasa, Pria yang Bisa Menerima Saya

Agus Rahman dan Dewi Sandra kini menjadi suami istri.

JAKARTA, KOMPAS.com -- Gagal dalam dua perkawinan terdahulu tak membuat penyanyi Dewi Sandra takut untuk menikah lagi. Dewi akhirnya menikah dengan Agus Rahman pada Minggu (11/12/2011) sesudah, akunya, melalui pemikiran matang.    

"Proses perkenalan kami berdua saling dekat, tentunya melewati banyak fase, dan akhirnya melihat Agus ini benar-benar serius," tutur Dewi ketika ditemui di Plataran, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Minggu (11/12/2011) sore, usai menjalani akad nikah dengan Agus dan mengadakan resepsi pernikahan di tempat yang sama.  

Dewi melihat suaminya itu merupakan lelaki dengan figur pemimpin. Pelantun "Mati Rasa" ini yakin bahwa Agus adalah pria yang bisa menuntunnya hingga maut menjemput nanti. "Dia bisa menjadi imam yang saya butuhkan dan imam yang bisa membimbing saya selamanya," kata Dewi dengan pandangan mata lembutnya yang mengarah ke Agus.

Kesalahan pada masa lalu yang pernah dibuat oleh Dewi juga merupakan pelajaran, bukan hal yang harus dipermasalahkan atau diperdebatkan. "Saya selalu bilang, pria yang akan menerima saya itu adalah lelaki yang luar biasa. Saya punya masa lalu dan pengalaman yang mudah-mudahan bisa buat belajar sehingga ini untuk pertama dan terakhir bagi kami berdua," tandas Dewi.

Album Foto Pernikahan Dewi Sandra-Agus Rahman

JAKARTA, KOMPAS.com -- Minggu (11/12/2011) pagi, di Plataran, Jalan Durian No 26, Jagakarsa, Jakarta Selatan, penyanyi Dewi Sandra melepas masa menjandanya. Ia menikah denganAgus Rahman. Akad nikah, pada pagi hari, dan resepsi pernikahan, pada siang hari di tempat yang sama, mereka langsungkan tertutup dari liputan media. Seusainya, barulah suami istri tersebut mengadakan jumpa pers mengenai pernikahan mereka dan membagikan sejumlah foto akad nikah mereka yang dibikin oleh pihak mereka. Inilah sebagian dari foto-foto itu.  

Jelang Akad Nikah, Dewi Sandra Hubungi Surya Saputra

JAKARTA, KOMPAS.com -- Penyanyi Dewi Sandra masih menghubungi mantan suaminya yang pertama, aktor Surya Saputra, bahkan pada detik-detik terakhir menjelang pernikahannya dengan Agus Rahman. Tapi, jangan berpikir macam-macam dulu. Dewi menelepon Surya untuk memastikan kedatangannya bersama sang istri, penyanyi Cynthia Lamusu.

"Saya sama Dewi sempat ngobrol, 'Jangan enggak datang ya'," cerita Surya, yang hadir pada resepsi pernikahan Dewi dengan Agus Rahman, Minggu (11/12/2011) siang di Plataran, Jagakarsa, Jakarta Selatan. "Ini saja dari lokasi shooting ke sini. Entar balik lagi ke lokasi shooting, kok," sambungnya.

Cynthia mengaku mengetahui hal itu. Namun, ia menganggap hal tersebut biasa saja. Ia telah menganggap Dewi seperti saudaranya sendiri. "Sering teleponan, sudah beberapa kali ketemu. Segala sesuatu diomongin, ya sudah jadi kayak saudara sekarang," papar Cynthia.

Surya dan Cynthia juga mengucap selamat bagi kedua mempelai. "Senang banget kami berdua di pernikahan Agus dan Dewi. Suasananya fun banget. Semoga pernikahannya abadi, cintanya abadi, jadi keluarga sakinah, mawaddah, warahmah," tutur Surya.

Prisia Nasution dan Gaun Batik "Sang Penari"

JAKARTA, KOMPAS.com — Setelah melakukan lebih kurang satu jam penerbangan Belitung-Jakarta, artis peran Prisia Nasution langsung bergegas mencari pusat perbelanjaan untuk sekadar mencari sebuah gaun malam yang membalut tubuhnya pada Malam Anugrah Piala Citra 2011 di Hall D1 JiExpo Kemayoran, Jakarta, Sabtu (10/12/2011).

Sebuah gaun hitam, berlapis kain batik akhirnya dipilih peraih Piala Citra Pemeran Utama Wanita Terbaik ini.

"Ini bukan rancangan desainer siapa-siapa, saya membeli gaun ini baru hari ini sebelum ke Piala Citra karena saya baru pulang dari Belitung," cerita Prisia.

Karena teringat perannya di film Sang Penari, Prisia akhirnya sengaja memilih gaun berlapis batik. "Filmnya kan ada unsur Jawa, jadi gaun ini ya seperti benang merahnya," kata Prisia.

Film Sang Penari karya sutradara muda Ifa Isfansyah akhirnya terpilih menjadi Film Terbaik Festival Film Indonesia (FFI) 2011 pada malam penganugerahan yang dilangsungkan di Hall D1 JiExpo, Kemayoran, Jakarta, Sabtu (10/12/2011).

Tak hanya itu, film yang diproduksi secara bersinergi oleh Kompas Gramedia Production, Indika Pictures, Les Petites Lumieres, dan Lynx Films ini juga memenangi tiga Piala Citra lain, masing-masing untuk Sutradara Terbaik, Pemeran Utama Wanita, dan Pemeran Pendukung Wanita terbaik.

Sejak tiba di Hall D1 JiExpo, Shanty bersama Ifa, Salman Aristo (penulis skenario), dan para pemain Sang Penari—Prisia Nasution, Oka Antara, dan Dewi Irawan— sama sekali tak memikirkan kemenangan meskipun tetap optimistis jika film yang dirilis pada 10 November 2011 lalu tersebut akan banyak berbicara di ajang FFI.

Dewi Sandra Nikah, Tamu Bawa Pulang Roti Buaya Mini

Dewi Sandra dan Agus Rachman telah menjalani akad nikah pada Minggu (11/12/2011) pagi di Plataran, Jagakarsa, Jakarta Selatan. Resepsi pernikahan mereka gelar pada siang harinya.

JAKARTA, KOMPAS.com -- Usai mengadakan rsepsi pernikahan pada Minggu (11/12/2011) siang, pasangan pengantin baru Dewi Sandra (31) dan Agus Rahman akhirnya menemui media di Plataran, Jalan Durian No 26, Jagakarsa, Jakarta Selatan, pada Minggu sore.

Penyanyi terkenal itu terlihat cantik dengan busana putih yang dikenakannya. Ia didampingi oleh sang suami, yang tampak gagah mengenakan jas putih. Mereka menebar senyum bahagia.

Agus mengungkapkan bahwa akad nikahnya dengan Dewi sudah berjalan lancar pada Minggu, pukul 09.00 WIB di tempat yang sama. Mas kawinnya, lanjut Agus, berupa seperangkat alat shalat dan dinar seberat 25,5 gram. "Mas kawin, seperangkat alat shalat. Filosofinya jelas, biar ingat sama Sang Maha Kuasa. Dinar, kalau dihitung gramnya, 25,5 gram, enggak ada maknanya. Dinar sesuatu yang hmmm... emas bisa dipergunakan kemudian hari dan investasi," terang Agus.

Ada yang unik pada acara pernikahan Dewi dengan Agus. Para tamu bisa membawa tanda kenangan dan terima kasih berupa roti buaya mini kedua pengantin baru itu.

Menurut Dewi, roti buaya mini mewakili unsur budaya Betawi. Asal tahu saja, Dewi berdarah Betawi dari ibunya dan Inggris dari ayahnya. Dalam budaya Betawi, buaya melambangkan kesetiaan, karena seekor buaya jantan sepanjang hidupnya hanya berpasangan dengan seekor buaya betina dan begitu pula sebaliknya. "Ada roti buaya juga untuk kami dan tamu. Roti buaya yang kecil itu penting, karena melambangkan kesetiaan," tutur Dewi.

Thursday, December 15, 2011

Ello: Sumpah, Ketombe Gue Enggak Gondrong

JAKARTA, KOMPAS.com -- Djakarta Warehouse Project '11, yang tak lain merupakan festival dance music terbesar yang pernah digelar di Jakarta, nyatanya memiliki daya tarik tak hanya karena para penampil internasional seperti Bob Sinclair, Jazzy Jeff, Roger Sanchez, dan Ladytron. Di panggung Black Area, satu dari tiga panggung yang dibangun, para penyanyi dalam negeri, seperti Ello, Sherina Munaf, dan Agnes Monica, lebih dulu menjadi magnet untuk memanaskan party goers di Tennis Indoor Senayan, Jakarta, Jumat lalu (9/12/2011).

Dalam festival yang diselenggarakan oleh Djarum Super Mild itu, Ello, yang tampil bersama band pengiringnya, mendapat kesempatan lebih dulu naik ke panggung. Putra vokalis Diana Nasution dan pencipta lagu Minggoes Tahitoe tersebut langsung menyuguhkan "Gadisku" dan lagu dari grup Inggris Oasis "Wonderwall" dengan aransemen jazzy yang didukung oleh brass section grup pengiringnya.

Bersama para penyuka musiknya, Ello semakin menikmati malam itu. "Yang berasa asik di tempat ini teriak dong!" pinta Ello. "Lagu berikut ini buat yang belum nikah, buat yang jomblo tapi asik," lanjutnya sebelum lagu "Masih Ada", dengan musik yang groovy, diluncurkannya.

Ello, yang begitu aktif berjingkrak, akhirnya berpeluh dengan keringatnya. Ia pun segera menyeka keringat pada wajahnya dengan handuk. Namun, bulu-bulu handuk rontok dan melekat di kemeja brand ambassador shampo itu. "Sumpah, ini bukan ketombe. Ini dari handuknya. Ketombe gue enggak gondrong-gondrong (tak seperti bulu-bulu handuk)," kata Ello dengan canda.

Usai Ello, berikutnya ada Sherina, yang hadir dengan lagu-lagu "Ku Mau", "Pikir Lagi", dan "Geregetan". Sesudahnya, Agnes tampil. Meski mengenakan high heels, ia bergerak lincah menyanyikan "Godai Aku Lagi", "Temperature", dan "Paralyzed".

Sementara itu, dari panggung Red Area, para party goes menikmati musik elektronic dance milik Ladytron sembari menunggu Roger Sanchez, Bob Sinclair, Chuckie, dan Cyberjapan menggoyang sampai Sabtu (10/12/2011) pukul 04.00 WIB.

Randy Pangalila Sembunyikan Identitas Pacar

JAKARTA, KOMPAS.com — Artis peran Randy Pangalila (21) mengaku sudah memiliki pacar baru. Tapi, ia tak mau publik mengetahuinya agar ia bisa menjalani hubungan itu secara normal.

"Yang sekarang menyenangkan, gue merasa punya hubungan yang normal. Kalau dulu, enggak normal karena gue menjaga hubungan di depan publik, jadi beban," ujar mantan pacar artis peran Donita ini beberapa waktu lalu di Jakarta.

Randy tak mau jalinan cintanya kali ini diekspos. Menurutnya, merajut kisah asmara tak selamanya indah dan ia tidak ingin liku-liku hubungannya diketahui publik. Bahkan, Randy tak ingin identitas pacarnya itu dikenal oleh publik. "Ya, mungkin (selebriti). Bukan Mikha (artis Mikha Tambayong). Teman doang, kalau dia. Pokoknya, ada," ujarnya.

Randy hanya mengungkapkan, ia sudah berpacaran dengan perempuan itu selama tujuh bulan dan serius menjalaninya. "Dia sudah sering gue ajak ke rumah. Orangtua gue sudah kenal sama dia," ucapnya.

Glenn Fredly Ucapkan Selamat untuk Pernikahan Dewi Sandra

JAKARTA, KOMPAS.com — Vokalis Glenn Fredly (36) mengucap selamat kepada mantan istrinya, penyanyi Dewi Sandra, yang menikah pada Minggu (11/12/2011) di Jakarta.

Glenn menyampaikan ucapan itu lewat akun Twitter-nya, @glenfredly. Pelantun "Kasih Putih" ini mendoakan agar Dewi bisa berbahagia selamanya dengan suami barunya, Agus Rahman.

"Today is a beautiful Sunday for @dewisandra & @AgoozeRahman congratulation!Lots of Love and Happiness for both of you,Forever..," tulis Glenn, yang belum menikah lagi.

Pada 3 Februari 2006, Glenn menikah dengan Dewi. Sebelum menjadi suami Dewi, Glenn sempat dikabarkan sebagai pihak yang membuat rumah tangga Dewi dan suaminya terdahulu, aktor Surya Saputra, retak dan kandas.

Perkawinan Glenn-Dewi tak bertahan lama. Pada 12 Maret 2009 Dewi kembali menjanda.

Dibayangi Sang Ayah, Axel Serbasalah

KOMPAS IMAGES/KRISTIANTO PURNOMO Ovie, Axel, dan Titi DJ Keluarga selebriti Ovy, Axel, dan Titi DJ berpose sebelum tampil di program musik in-house ulang tahun ke-2 DAHSYAT di Studio RCTI, Jakarta Barat, Rabu (24/3/2010).

JAKARTA, KOMPAS.com -- Berada di bawah bayang-bayang keterkenalan gitaris Ovie "/rif", ternyata membuat sang putra, pemain drum Axel Anugerah Andaviar, merasa  serba salah.

"Suka duka jadi anak rockstar sih memang begitu. Kalau kita enggak ngeband, pasti ditanya, 'Kok lo enggak nge-band kayak bokap lo?' Tapi, giliran nge-band. dibilang, 'Ya pantas aja dia kan anaknya Ovie'. Jadi apa sih yang mereka mau, gue nge-band salah, enggak nge-band salah," ujar Axel saat berbincang dengan Kompas.com di Gedung Sapta Pesona, Jakarta Pusat, Sabtu (10/12/2011).

Ketika sepanggung dengan sang ayah di band Schizophrenia, yang mereka gawangi bersama, Axel merasa sulit lepas dari nama Ovie. "Ya begitu, kadang kalau manggung, pas di banner itu ditulisnya Axel "Ovie", terus sebelahnya Ovie "/rif"," kata Axel.

Namun, pemuda bertato ini optimis suatu saat namanya akan dikenal sebagai Axel Andaviar. "Ya seiring berjalannya waktu lah, ketika sudah naik (kebintangannya) insya Allah bisa lah. Tapi, yang penting, bisa buat orang senang kalau lihat Axel main," harapnya. 

Katherine Heigl: Hikmah Kematian Saudara

LOS ANGELES, KOMPAS.com -- Kematian saudara lelaki aktris Katherine Heigl (33) sekitar 25 tahun lalu mengubah keluarganya. Bintang film New Year’s Eve ini kehilangan saudaranya, Jason Heigl (15), yang meninggal dalam kecelakaan mobil.

Kejadian itu memengaruhi Heigl dan semua anggota keluarga. "Semuanya menjadi tak sama lagi meski bukan berarti kami tak bisa menikmati kehidupan setelah Jason pergi," katanya.

Banyak yang terjadi dalam keluarga Heigl, tetapi meninggalnya Jason secara tak langsung membuat kehidupan mereka berubah. "Ketika Jason meninggal, kami menjadi keluarga yang berbeda dari sebelumnya," ungkapnya.

Bagaimanapun hidup mesti berjalan. Ia berusaha menerima kematian Jason sebagai kejadian yang mengubah banyak hal. Pemeran Abby Richter dalam The Ugly Truth ini menyadari, mereka tak mungkin berandai-andai. "Misalnya kami berpikir, bagaimana seandainya waktu itu Jason duduk di bangku depan, bukan di belakang."

Tragedi itu juga membuat keluarga Heigl menjadi lebih saling menghargai. "Setiap kejadian berlangsung tanpa peringatan. Kami bukan keluarga sempurna yang saling mengungkapkan rasa sayang. (Ini semacam pelajaran) agar kita jangan sampai menyesal kelak karena berharap mempunyai waktu untuk mengungkapkan perasaan kita kepada orang lain," ujarnya kepada majalah Cosmopolitan. (CONTACTMUSIC.COM/BEE)

Anang Cedera, Ashanty Temani ke UGD di Bandung

BANDUNG, KOMPAS.com -- Anang Hermansyah (42), yang sudah dekat dengan waktu melepas masa dudanya alias menikah dengan Ashanty Siddik (27), memeriksakan kaki kanannya yang cedera di UGD Rumah Sakit Borromeus, Bandung, Minggu (11/12/2011). Pemeriksaan itu dilakukan setelah Anang dan Ashanty berduet di Hotel The Papandayan dalam acara peluncuran sebuah apartemen di kota tersebut.

"Tadi sudah diperiksa dokter dan difoto (rontgen). Kata dokter ini hanya memar biasa dan dokter minta agar tidak banyak bergerak dulu," tutur Ashanty, yang terus mendampingi Anang seusai pemeriksaan di UGD RS Borromeus, Minggu malam.

Anang, yang menderita luka dalam pada kaki sebelah kanan sekitar mata kaki, tampak terpincang-pincang ketika berjalan menuju UGD RS Borromeus, sehinggga satpam rumah sakit itu pun segera menjemputnya dengan kursi roda. Anang memasuki ruang UGD ditemani Ashanty dan kakak Ashanty, Amelia.

Menurut Ashanty, kaki Anang mengalami cedera akibat kecelakaan mobil yang ditumpanginya ketika akan tampil di Tamiang, Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Sabtu lalu (10/12/2011). Ketika itu mobil yang ditumpanginya menabrak mobil di depannya, yang berhenti mendadak dalam konvoi menuju Tamiang. "Mas Anang dan aku yang duduk di kursi tengah, Mas Anang berupaya menahan aku supaya tidak terpental saat mobil mengerem. Tapi, Mas Anang kemudian terpental dan jatuh ke bawah jok mobil sehingga kakinya terhimpit," terang Ashanty.

Ketika di Tamiang, lanjut Ashanty, Anang belum sempat memeriksakan kakinya ke dokter. Di sana banyak yang pandai mengurut, sehingga sejoli itu tetap bisa tampil duet. Tapi, setelah itu, kaki Anang kembali terasa sakit dan saat itu juga diurut lagi. "Sampai di Jakarta malam. Dan, paginya (Minggu 11/12/2011) harus ke Bandung untuk show juga. Dan, baru sekarang ini bisa cek ke dokter," ujar Ashanty.

Undangan manggung bagi duo Anang-Ashanty, yang diakui oleh Anang akan segera menjalani acara lamaran resmi, memang padat. Setelah di Bandung, rencananya ada pementasan di Medan. Meski  kakinya masih cedera, mantan suami Krisdayanti ini akan tetap memenuhi undangan itu. "Ya, paling untuk mengantisipasi aku yang dilarang banyak bergerak, Ashanty-nya yang akan banyak bergerak di atas pentas," kata Anang.

Saat tempil di Tamiang pascakecelakaan, dikatakan oleh Ashanty, Anang, yang sudah diurut, mampu bernyanyi lepas dan tidak mau diam. Bahkan, Anang membawakan sampai sembilan lagu. Namun, setelah selesai pertunjukan, kaki Anang sempat sakit lagi, sehingga jalannya terpincang-pincang.

Sesudahnya, di panggung Hotel The Papandayan, Anang tampak tidak menunjukkan rasa sakitnya. Bahkan, ia bersama Ashanty sempat bernyanyi sambil turun dari panggung untuk menyalami beberapa tamu yang diundang.

Tak hanya itu, Anang dan Ashanty, yang menyuguhkan lagu-lagu "Menentukan Hati", "Pilihlah Aku", "Cinta", "Mau Dibawa Ke Mana", dan "Jodohku", sempat pula bergoyang dangdut bersama dua tamu di panggung dengan mendendangkan lagu "Aku Bukan Bang Toyib". "Aku memang berusaha untuk profesional. Selama masih bisa dijalani, aku tetap harus menjalani semua undangan show," ujar Anang.

Disinggung soal rencana pernikahannya yang sudah dekat, baik Anang maupun Ashanty tidak banyak memberi komentar. Begitu juga saat ditanya soal kebenaran kabar bahwa mereka sudah membeli rumah di kawasan Cinere (Depok, Jawa Barat) dan sudah memesan gaun pengantin kepada perancang busana Ferry Sunarto, Anang hanya menjawab singkat, "Semua sedang dalam proses persiapan, rumah juga masih diperbaiki." (ddh)

Wednesday, December 14, 2011

Tak Diaudisi, Lady Gaga Tolak Main Film

Lady Gaga tampil dalam pergelaran MTV Europe Music Awards 2011 di Belfast, Irlandia Utara, Minggu (6/11/2011) waktu setempat.

LOS ANGELES, KOMPAS.com -- Lady Gaga telah memperingatkan para produser film untuk berhenti menawarinya bermain film jika mereka tidak siap untuk melakukan audisi terhadapnya.

Pencetak hit "Poker Face" ini mengungkapkan, ia ditawari untuk tampil dalam proyek-proyek Hollywood. Namun, akunya, ia tak bisa mengerti mengapa para produser film begitu siap untuk memberi pekerjaan kepadanya tanpa melihat apakah ia mampu  atau tidak berakting.

Kepada pemandu acara bincang-bincang di layar kaca AS, Ellen DeGeneres, Gaga mengakatan, "Saya tak yakin (mengenai akting).  Ketika saya berbicara tentang akting, saya selalu terkejut, tidak seorang pun meminta saya menjalani audisi. Mereka hanya berkata, 'Kami ingin Anda main dalam film ini'. Saya jadi heran, 'Mengapa? Anda belum pernah melihat saya berakting. Saya ingin ikut audisi, saya ingin bekerja untuk itu'. Jadi, ketika saya ditawari pekerjaan dan saya tak ikut audisi untuk mereka, saya akan menolak mereka."

Tapi, aku Gaga lagi, ia akan langsung menerima, tanpa menjalani audisi, jika ditawari main film oleh seorang sutradara tertentu. "Saya kira, impian saya, main dalam salah satu film atau proyek Woody Allen," tuturnya.

Choky Sitohang: Hiburan Kalahkan Akmil

JAKARTA, KOMPAS.com -- Pembawa acara Choky Sitohang (29) ternyata pernah didaftarkan ayahnya ke Akademi Militer di Magelang, Jawa Tengah. Rencana tersebut tidak berlanjut sebab dia menyadari minatnya pada dunia hiburan ternyata lebih kuat.

"Kakek saya dulu anggota TNI Angkatan Darat. Saya kagum dan belajar banyak dari kakek yang punya disiplin tinggi dan berkarisma kuat. Sampai-sampai saya pengin menjadi tentara," kata Choky seusai shooting kuis Versus, yang ditayangkan Kompas di Layar Kaca.

Pada acara kuis yang dipandu Helmy Yahya ini, dia berhadapan dengan pemain film, Ben Kasyafani.

Choky, ayah dari Abigail (8 bulan) itu, menambahkan, hubungannya dengan sang kakek, almarhum Kolonel (Purn) MC Sitohang, bisa dikatakan sangat dekat. "Dulu, kami tinggal di Bandung. Setiap Jumat, dari sekolah biasanya saya langsung ke rumah kakek untuk berakhir pekan. Dalam pembicaraan kami, saya setuju mendaftar ke Akmil (Akademi Militer). Papa yang mendaftarkan saya, tetapi Mama enggak tahu," ujarnya.

Ketertarikan pada penampilan penyanyi Bob Tutupoly dan Koes Hendratmo di layar kaca membuat Choky berubah haluan. Ia tak lagi berminat melanjutkan pendidikan ke Akmil. Apalagi saat dia melihat Koes Hendratmo memandu kuis Berpacu Dalam Melodi di TVRI. (TRI)

Kuasa Hukum: Titi-Ovy Cerai Bukan Karena Masalah Penghasilan

TANGERANG, KOMPAS.com -- Titi DJ dan Ovy "/rif" sudah resmi bercerai. Sebelum ini tersiar kabar, mereka bercerai karena masalah penghasilan Ovy di bawah pendapatan Titi. Hal itu dibantah mentah-mentah oleh dua kuasa hukum Titi, Fathoni dan Damayanti Singgih.

"Perceraian itu prisnsipnya ada ketidakcocokan. Pernikahan tidak cocok, makanya berpisah. Daripada menimbulkan hal-hal tidak baik, mereka cerai, enggak mengajukan dalil karena faktor ekonomi," kata Fathoni ketika diwawancara usai sidang perceraian Titi dan Ovy di Pengadilan Agama (PA) Tigaraksa, Tangerang (Banten), Senin (12/12/2011).

Titi dan Ovy, yang baru empat tahun berumah tangga, berpisah sejak Mei 2011 karena ketidakharmonisan hubungan mereka. Hal itu diakui oleh saksi yang hadir dalam sidang, yakni manajer dan saudara kandung Titi. "Saksi bicarakan apa yang mereka lihat soal hubungan mereka berdua. Pertengkaran, mereka tidak lihat. Rumah tangga tidak cocok lagi sejak Mei. Sudah berpisah dan sendiri-sendiri dari bulan Mei," terang Damayanti.

Putusan cerai itu dijatuhkan secara verstek, karena, baik Titi, yang menggugat, maupun Ovy, yang tergugat, tidak pernah hadir dalam sidang dan kedua pihak tersebut sudah sepakat untuk bercerai.

Dalam sidang, terang Damayanti lagi, tak ada masalah perebutan hak asuh anak, karena sang vokalis memang tidak dikaruniai anak dari gitaris itu. "Putusannya hanya untuk cerai saja, tidak ada tuntutan lain. Jadi, cerai, enggak ada soal hak asuh anak," ujar Damayanti.

Demi Bayi, Wulan Guritno Rajin Memompa Air Susu

JAKARTA, KOMPAS.com -- Setelah melahirkan Jeremiah Alric Dimitri, anak ketiganya, aktris cantik Wulan Guritno sebetulnya masih mendapat larangan bepergian. Sebab, waktu kelahirannya belum 40 hari. Ia harus rutin memberi ASI eksklusif kepada bayinya itu.

Beruntung perkembangan teknologi sudah maju. Dengan adanya alat pemompa ASI, Wulan sedikit terbantu supaya aktivitasnya tidak terganggu. Makanya, ia bisa menghadiri Malam Anugerah Piala Citra Festival Film Indonesia (FFI) 2011, Sabtu lalu (10/12/2011).

"Sebenarnya, saya enggak mau keluar, karena dilarang, belum 40 hari. Tapi, karena dapat nominasi (FFI 2011), jadinya menghargai. Untungnya, teknologi sekarang sudah canggih," ujar Wulan.

Kendati demikian, istri Adilla Dimitri ini tidak duduk manis saja dalam perhelatan akbar insan film Indonesia tersebut. Ia harus bolak-balik dari tempat duduk ke mobilnya yang diparkir di luar supaya bisa memeras ASI untuk sang bayi. "Jadi, setiap dua jam sekali ke mobil untuk mompa susu," terangnya.

Ia menuturkan, bayinya itu tak terlalu merepotkan. Minum susunya tidak sebanyak anak pertama dan anak keduanya. Tapi, perkembangan fisik anak ketiganya itu luar biasa. "Dia bayi raksasa. Sudah seperti anak satu setengah bulan. Kepalanya sudah bisa naik-naik. Dia sehat. Pokoknya, senang dan bahagia punya bayi lagi," tandasnya. (Willem Jonata)

Ebiet G Ade Grogi di Depan Rektor

KENDARI, KOMPAS.com -- Sambil duduk memainkan gitar, penyanyi Ebiet G Ade (57) mengaku grogi saat harus bernyanyi di hadapan rektor-rektor dari sejumlah perguruan tinggi.

"Terus terang, saya lebih santai menyanyi di hadapan para politisi dibandingkan dengan di hadapan pemikir-pemikir di kampus yang biasanya memperhatikan detail syair lagu. Untung tadi Pak Idrus (Rektor Universitas Hasanuddin, Makassar) meyakinkan saya untuk santai saja menghadapi para rektor," ujarnya saat menghibur dalam pembukaan Kampus VIII dan Temu Tahunan XIV Forum Rektor Indonesia di rumah Gubernur Sulawesi Tenggara di Kendari, akhir pekan lalu.

Perasaan grogi menyanyi di hadapan cerdik cendekia Indonesia itu lagi-lagi diungkapkan Ebiet saat tampil kedua kali pada penutupan Forum Rektor Indonesia yang kali ini bertempat di Universitas Haluoleo, Kendari. "Para rektor dan profesor yang hadir pasti jago membuat karya ilmiah. Namun, apa mereka bisa bikin lagu dan melodi serta menyanyikannya sendiri," ujar Ebiet, yang langsung disambut tawa hadirin.

Universitas Haluoleo menyerahkan penghargaan anugerah penyanyi legenda dengan pencitraan positif sepanjang masa kepada Ebiet. Penghargaan diserahkan Rektor Universitas Haluoleo sekaligus Ketua Forum Rektor Indonesia Usman Rianse, yang juga pengagum berat Ebiet. (ELN)

Poppy Sovia: Untuk Anak Jalanan, Mending Buku Ketimbang Uang

JAKARTA, KOMPAS.com -- Selalu ada saja pihak yang mengeruk keuntungan dengan memanfaatkan anak-anak untuk mengemis di jalanan. Hal itu membuat artis peran Poppy Sovia prihatin.

"Pernah, waktu itu, ada anak kecil minta uang, katanya buat beli buku. Aku tanya, 'Kamu perlu buku apa?' Aku justru beliin buku daripada aku kasih uang," cerita Poppy di Amigos Restaurant Bellagio, Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (12/12/2011). "Pernah juga sampai aku buka jendela mobil dan bilang, 'Aku enggak bakal kasih kamu duit. Pulang aja sana. Pulang!' Sebenarnya kasihan juga," lanjutnya.

Poppy bukan bermaksud tak mau membagi rezekinya dengan anak-anak jalanan. "Sekarang suka banyak yang pakai alasan, katanya belum bayaran (uang sekolah). Aku jadi suka sebal. Aku enggak tahu, kita harus bantu gimana," keluhnya.

Sebagai gantinya, Poppy lebih suka memberi buku ataupun aksesori miliknya. "Aku enggak mau sombong, enggak mau pamrih, enggak mau apa-apa. Sempat beberapa waktu aku ngumpulin majalah anak-anak, siapa yang punya majalah anak-anak, aku kumpulin. Terus, aku berhenti di lampu merah yang biasanya banyak anak jalanan, terus aku kasih," jelas pemain film Catatan Harian Si Boy ini. "Kadang aku juga kasih aksesori yang enggak aku pakai. Aku kasih ke yang cewek-cewek, pasti dipakai kan," sambungnya.

Poppy mengaku merasa miris melihat anak-anak jalanan beroperasi di bawah pengawasan pihak yang memanfaatkan mereka. "Ada beberapa lokasi yang anak kecilnya itu diawasi. Koordinatornya, kali ya." kata Poppy. "Ya, miris lah. Jangankan anak jalanan, di sini juga banyak yang pakai monyet buat topeng monyet di jalanan gitu. Aku enggak tahu di sini ada undang-undangnya apa enggak sih untuk melindungi binatang. Binatang saja disuruh kerja rodi, anak-anak juga dijokiin buat mengemis. Sebal, kadang-kadang suka enggak tega," ujarnya.

Tuesday, December 13, 2011

Poppy Sovia Berhenti Kalau Sudah Keriput

JAKARTA, KOMPAS.com -- Untuk menjaga kebugaran tubuhnya, artis peran Poppy Sovia mengaku memilih giat berolah raga. Berenang serta bermain sepatu roda hingga otopad menjadi pilihan bintang film Catatan Harian Si Boy ini.

"Senang renang sama sepatu roda, otopad. Renang dua minggu sekali. Otopad seminggu bisa dua atau tiga kali tiap malam," kata Poppy dalam wawancara di Amigos Restaurant, Bellagio, Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (12/12/2011).

Khusus untuk renang, Poppy tak akan berhenti sebelum kulit cantiknya keriput karena kedinginan. "Kalau sudah keriput, ya naik (keluar kolam). Kalau tempat renangnya ramai, ya (berenang) sebentar saja," katanya lagi.

Wah, Jadwal Ayu Ting Ting Padat Hingga Juni 2012

JAKARTA, KOMPAS.com -- Pedangdut Ayu Ting Ting laris-manis tahun ini berkat nyanyian "Alamat Palsu"-nya. Tak sampai di situ saja, jadwal  tampil Ayu masih padat sampai Juni 2012.

"Sudah ada planning untuk mengisi acara. Alhamdulillah, sampai bulan Juni tahun depan sudah padat acaranya," ujarnya usai mengisi acara musik layar kaca Dahsyat di Jakarta, Senin (12/12/2011).

Selain bersyukur, Ayu juga menyadari bahwa dirinya akan dilanda keletihan yang luar biasa karena jadwal itu. Tapi, akunya, ia masih senang menjalani penampilan demi penampilannya. 

Ia berharap, 2012 masih miliknya. "Pokoknya, alhamdulillah banget, sekarang berkahnya sudah ada. Rezeki, alhamdulillah lancar. Ya, senang banget, tahun ini memang tahunku. Mudah-mudahan tahun depan jadi tahunku juga," tuturnya.

Kriteria Pria Idaman Jessica Iskandar

JAKARTA, KOMPAS.com -- Artis peran dan pembawa acara Jessica Iskandar mengaku belum menemukan pria idaman yang akan menjadi pendamping hidupnya. Ia memiliki sederet kriteria untuk lelakinya itu.

"Aku suka cowok yang punya tujuan hidup, yang tahu apa yang dia lakuin, sayang keluarganya, mandiri, jujur, setia, penyayang, lucu, romantis," tuturnya ketika diwawancara di Jakarta, Senin (12/12/2011).

Namun, dengan usianya yang baru 23 tahun, Jessica mengaku pula belum menentukan target waktu untuk menikah. Ia masih asyik menjalani kariernya. Perempuan yang suka jalan-jalan ke berbagai tempat ini pun mengatakan bahwa ia berencana pergi ke Eropa pada Januari 2012, tapi bukan untuk mendapatkan pacar bule lagi.

"Enggak nyari pacar bule," ujar Jessica, yang pernah menjalin hubungan cinta dengan lelaki bule. "Aku suka aja traveling. Kalau perginya Januari (2012), di Eropa kan bersalju, kayaknya suasana baru," tekannya.

Blues Bukan Cuma untuk Orang Tua

KOMPAS IMAGES/ BANAR FIL ARDHIGitaris dan vokalis Gugun, bersama grup Gugun Blues Shelter-nya, merupakan salah satu penampil muda dalam Jakarta Blues Festival (JBF) 2010 yang akan manggung lagi pada JBF 2011.

JAKARTA, KOMPAS.com -- Siapa bilang musik blues hanya untuk orang tua? Frans S Sunito (61) mematahkan kesan keliru tersebut.

"Kita punya banyak acara blues, termasuk di kampus-kampus. Yang main anak-anak muda," kata Sunito dalam konferensi pers Djarum Super Jakarta International Blues Festival 2011, Selasa minggu lalu (6/12/2012).

Frans, Direktur Utama Jasa Marga, adalah penikmat dan juga pemain blues lewat harmonikanya. Bersama rekannya di Asosiasi Blues Indonesia (Inablues), ia menyediakan waktu untuk menyebar "virus" blues, antara lain lewat festival blues. Tahun ini festival yang digelar pada 17 Desember mendatang menghadirkan John Mayall, legenda blues asal Inggris. "Semua pemain blues di Indonesia pasti tahu John Mayall," ujar Frans.

Persoalannya, tidak semua anak muda yang bakal menonton Jakarta InternationalBlues Festival mengenal John Mayall. Kepadanya ditanyakan, mengapa tidak menghadirkan bintang blues muda yang populer di kalangan anak muda sekarang?

Sambil tersenyum Frans menjawab, "Kan, selain John Mayall ada musisi lain yang muda." Ia menambahkan, pihaknya ingin tetap idealis menyajikan blues yang benar. Karena itu, musisi blues yang melegenda jadi pilihan utama. "Usulnya bagus. Bintang muda blues mesti dihadirkan, tetapi yang tua juga diberi tempat," kata Frans. (BSW)

Ashraf Sinclair Terpaksa Tinggalkan Anak

JAKARTA, KOMPAS.com – Aktor Ashraf Sinclair mulai disibukkan dengan kegiatan shooting sinetron stripping. Sebelumnya, ia memilih rehat sejenak demi menghabiskan waktu bersama anak semata wayangnya, Noah Sinclair.

“Dengan berat hati meninggalkan Noah. Mudah-mudahan Noah bisa ngertiin,” ujar suami penyanyi Bunga Citra Lestari saat ditemui di kawasan Kebun Jeruk, Jakarta, Senin (12/12/2011).

Diakui Ashraf, berat memang meninggalkan anak di usia yang lagi lucu-lucunya. Di usia yang kini menginjak 1 tahun 2 bulan, Noah sungguh menggemaskan dan banyak belajar mengenai hal baru. Karenanya, Ashraf tak akan rela melewatkan masa-masa indah ini.

“Iya nih bakalan berangkat pagi pulang pagi, jadi harus benar-benar punya planning bagi waktu. Harus ada tanggal-tanggal yang harus di follow up seperti ulang tahun. Jadi sudah dijadwal tanggal-tanggal tertentu dikosongkan,” imbuhnya.

Agar tak merasa kehilangan momen bersama keluarga, sejumlah rencana pun telh disiapkannya, salah satunya berencana membawa Bunga dan Noah ke lokasi shooting. “Sejauh inikan lokasi shooting-nya masih pindah-pindah nanti kalau sudah fix di satu tempat barulah Noah sama Bunga boleh datang ke lokasi shooting,” tutup Ashraf.

Titi DJ Resmi Menjanda Tiga Kali

TANGERANG,  KOMPAS.com -- Dwijayati, yang sebagai penyanyi terkenal dengan nama Titi DJ, resmi menjanda tiga kali. Keputusan perceraiannya dari Noviar Rachmansyah alias Ovy "/rif" telah dikeluarkan oleh Pengadilan Agama (PA) Tigaraksa, Tangerang (Banten), Senin (12/12/2011).

Baik Titi maupun Ovy tidak hadir dalam sidang perceraian mereka. Oleh karena itu, majelis hakim mengambil keputusan secara verstek--putusan hakim yang bersifat declaratoir (op tegenspraak) mengenai ketidakhadiran tergugat, meskipun, menurut hukum acara, tergugat harus hadir dalam sidang itu. "Sudah putus verstek. Tidak dihadiri Ovy, jadi verstek," ujar salah satu kuasa hukum Titi, Fathoni, usai menjalani sidang.

Sementara itu, kuasa hukum lain Titi DJ, Damayanti, mengungkapkan bahwa pelantun "Bahasa Kalbu" ini tak bisa hadir karena sedang menghadiri sebuah acara di Pontianak (Kalimantan Barat). "Titi sedang keluar kota, di Pontianak. Hadir tidak hadirnya Titi bukan kewajiban," terang Damayanti.

Sebelum ini, hubungan Titi dengan Ovy dikabarkan sering tidak harmonis. Namun, kabar tersebut selalu dibantah oleh Titi hingga akhirnya pada 16 November 2011 Titi menggugat cerai Ovy.

Monday, December 12, 2011

Thalita Hamil Delapan Minggu, Dennis "Lyla" Kelimpungan

JAKARTA, KOMPAS.com — Dennis "Lyla", yang menikah dengan artis peran dan pembawa acara Thalita Latief pada 9 Oktober 2011, mengaku agak kelimpungan meladeni selera makan istrinya, yang saat ini tengah hamil delapan minggu.

Pemilik nama lengkap Dennis Rizky ini mengaku, jika berada di Jakarta, ia masih bisa memenuhi pesanan Thalita. Namun, jika sedang berada di luar kota, ia meminta istrinya untuk bersabar. "Selagi aku masih di Jakarta, aku jabanin kalau malam juga. Nah, kalau aku lagi di luar kota, dia minta sesuatu, ya gimana lagi. Aku bilang sabar dulu aja deh. Nanti pas aku pulang," ujar pemain bas band Lyla ini, Senin (12/12/2011) di Jakarta.

Maklum, sejak berbadan dua, selera makan Thalita sangat sulit dikendalikan. Thalita makan apa saja yang menurut dia sangat nikmat untuk ditelan. Bahkan, bakso pinggir jalan juga disantapnya. "Misalnya, ada tukang bakso lewat, ya, dia kepengin bakso. Kalau lagi melewati (restoran) makanan Chinese food, ya pengin Chinese food. Ya, gitu deh. Apa aja dia makan," paparnya.

Dennis menjelaskan, sejauh ini kondisi Thalita sangat sehat. Namun, istrinya itu belum mengidam yang spesifik. Semua makanan yang dinilainya sangat lezat langsung disantapnya. "Apa yang terlintas di pikirannya, pengin makan, ya makan," tandasnya. (Willem Jonata)

Saturday, December 3, 2011

Al, El, dan Dul Akan Diajar Beckham Main Sepak Bola

JAKARTA,KOMPAS.com -- Sehari menjelang pertandingan melawan kesebelasan Indonesia Selection, David Beckham dan rekan-rekannya satu tim sepak bola, LA Galaxy, bersedia untuk menjalani kegiatan coaching clinic bagi anak-anak Indonesia.

Direncanakan, kegiatan itu akan dilaksanakan pada Selasa (29/11/2011) siang ini di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta. Beckham Cs akan mengajarkan teknik bermain sepak bola.

Dalam kegiatan tersebut anak-anak dari sejumlah artis Indonesia, termasuk Al, El, dan Doel, ketiga putra Ahmad Dhani dari Maia Estianty, mantan istrinya, akan ambil bagian. Selain Al, El, dan Doel, akan hadir pula Keisha Alvaro, anak sulung Pasha "Ungu" dari Okie Agustina, mantan istrinya. Penyanyi cilik Umay pun akan ikut.

Coaching clinic itu merupakan bagian dari rangkaian kegiatan LA Galaxy menjelang bertanding dalam laga persabahatan melawan Indonesia Selection, yang dilatih oleh Rahmad Darmawan.

Impian Sederhana Britney Spears

JAKARTA, KOMPAS.com -- Britney Spears (29) ternyata memendam impian. Meski tidak terlalu terampil bermain ski, penyanyi Amerika Serikat ini menikmatinya dan ingin berlibur untuk bermain ski.

Pelantun ”Gimme More” ini berencana menghabiskan waktu liburan bersama kekasihnya, Jason Trawick, beserta putranya, Sean Preston (6) dan Jayden James (5). ”Saya memimpikan liburan bersama mereka, bermain ski di tempat yang bagus, dan minum cokelat hangat di rumah peristirahatan,” katanya.

Spears mengakui, dia bukan pemain ski yang baik. Namun, dia sempat merasa frustrasi saat melihat anak-anak yang belajar ski melintas dengan kecepatan tinggi. ”Tapi, begitu kami mulai dan tahu harus melakukan apa, main ski jadi sangat mengasyikkan,” ujar pelantun hit ”Baby One More Time” ini.

Hanya saja, terkadang Spears kesulitan untuk tampil di depan umum. ”Saya ingin bisa menyamar biar bisa ke restoran tanpa ada yang mengenali,” ujarnya.

Keinginan untuk berlibur sangat besar sampai Spears harus memotivasi diri untuk pergi ke pusat kebugaran. Menurut dia, setiap selesai berolahraga, dia merasa lebih baik.

”Tantangan terbesar saya setiap hari adalah bangun pagi untuk berolahraga,” kata pelantun ”Toxic” ini. (BEE)

FFI 2011: "?", "MBCB", dan "Sang Penari", Terbanyak Dinominasikan

JAKARTA, KOMPAS.com -- Film ? (Tanda Tanya), karya sutradara Hanung Bramantyo, menjadi salah satu film yang mendapat paling banyak nominasi Festival Film Indonesia (FFI) 2011. Film arahan Sutradara Terbaik FFI 2005 dan 2007 itu masuk ke sembilan kategori nominasi bersama film Masih Bukan Cinta Biasa (MBCB), karya Sutradara Terbaik FFI 2010, Benni Setiawan, dan film Sang Penari dari sutradara muda Ifa Isfansyah.

Dua film lain, The Mirror Never Lies (Kamila Andini) dan Tendangan dari Langit (Hanung Bramantyo), berada pada urutan-urutan selanjutnya perolehan nominasi pada tujuh dan empat kategori. Semuanya ada 16 film--dari 41 film bioskop peserta FFI 2011--yang mendapat nominasi dalam 12 kategori. Hasil penilaian Komite Nominasi itu diumumkan di Studio IV, RCTI, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Minggu (27/11/2011).

Satu kategori lain, Nominasi Film Terbaik, baru akan dipilih oleh dewan juri yang nama-namanya akan diumumkan pada Rabu, 30 Desember 2011. Komposisi dewan juri tersebut merupakan gabungan dari tiga pekerja film anggota Komite Nominasi dengan empat anggota baru yang terdiri dari pengamat film, budayawan, akademisi, dan pekerja film.

Dewan juri juga akan memilih semua pemenang Piala Citra, yang hasilnya akan diumumkan dalam Malam Anugerah Piala Citra FFI 2011 di Hall D Kemayoran, Jakarta Pusat, dan disiarkan langsung oleh RCTI pada Sabtu, 10 Desember 2011 mulai pukul 21.30 WIB.

Jumlah besar film yang mendapat nominasi tahun ini merupakan konsekuensi logis dari diterapkannya sistem penjurian baru film bioskop--pemilihan nomine dilakukan oleh Komite Nominasi yang terdiri dari 21 pekerja film yang bekerja dalam tujuh sub komite (penyutradaraan, penulisan cerita dan skenario, pengarahan sinematografi, pengarahan artistik, penyuntingan gambar, penataan suara dan musik, serta pemeranan). "Setiap sub komite terdiri dari tiga pekerja film dan menilai unsur-unsur yang menjadi tanggung jawabnya. Pilihan atau usulan nominasi dari mereka kemudian didiskusikan bersama anggota lain. Jadi, yang tadi diumumkan adalah kesepakatan 21 anggota Komite Nominasi," jelas Ketua Bidang Penjurian Film Bioskop FFI 2011, Totot Indrarto.

Sistem penjurian baru itu dianggap lebih adil karena memberi peluang yang sama bagi unsur-unsur teknis yang memang berkualitas untuk dinominasikan sebagai pemenang, meskipun berada dalam film yang secara keseluruhan kurang baik. "Jadi wajar jika kemudian terdapat 16 film yang mendapat nominasi tahun ini, karena penilaian berlangsung lebih cermat dan terukur oleh pekerja film yang bisa dibilang ahli di masing-masing bidang," terang Totot.

Badai "Kerispatih" Bikin Boyband Berkiblat Boyz II Men

KOMPAS IMAGES/ BANAR FIL ARDHIBadai, pemain keyboard dan pencipta lagu band Kerispatih.

JAKARTA, KOMPAS.com -- Badai "Kerispatih" kini memiliki kesibukan baru. Ia mendapat kepercayaan untuk menjadi produser boyband. Sekarang ia tengah berusaha menemukan calon-calon personel boyband itu yang sesuai dengan keinginannya.

Boyband yang akan dihasilkan oleh Badai, menurutnya, bukan seperti boyband Korea, yang kini diadaptasi di Indonesia. Ia ingin boyband garapannya itu berbeda dari yang sudah ada sekarang. "Sedang cari talent-nya. Tapi, bukan boyband Korea banget. Kalau gue ikutin boyband Korea, nanti enggak ada yang beda dong. Gue akan bikin, tapi enggak bikin ke arah Korea," ujar Badai ketika ditemui di Menteng, Jakarta Pusat.

Badai sangat antusias menjadi produser boyband, karena diakuinya saat ini grup dengan format tersebut sedang tren. Ia ingin membuat boyband ala Amerika Serikat atau Eropa seperti Boyz II Men atau Boyzone--tidak hanya menonjolkan keunggulan koreografi, tapi juga kualitas vokal. "Boyband yang bukan hanya koreografi, melainkan harus punya olah vokal mumpuni. Kan gue juga dengerin boyband dari dulu, kayak 98 Degrees, Boyz II Men, dan Boyzone," ujarnya. (Willem Jonata)

Friday, December 2, 2011

Clubbing at Musro

JAKARTA, KOMPAS.com - Hari Sabtu (3/12), New Musro Club & Lounge (Borobudur Hotel) akan mengadakan acara clubbing bertema Transforming pada pukul 22.00 WIB.

Berikut para pendukung acara nanti:

- DANIEL KANDI  DK ( Enhanced / Anjunabeats ) – DENMARK #77 in DJ Mag 2010- SOD DJ’S - Sasi,Yoki,Vinny- NICKVAN KARTOSEN - 1945MF- MIKO - Project M- OCHO - Soulmaster- HEMMY - Musro- GALLANT - FFUNK- DIMASTA- ARRY RINALDY - Musro

Happy clubbing, guys...! :)

************

"Punya acara clubbing, konser, atau pemutaran film? Silakan kirim email serta gambarnya ke : jakartatonite@kompas.com"

"Konser Kilau Anggun": Hiburan Plus Edukasi ala Anggun

JAKARTA, KOMPAS.com -- Dalam Konser Kilau Anggun, vokalis Anggun Cipta Sasmi tak semata menghibur kira-kira 8.000 penonton. Anggun juga berusaha
memberi konser edukatif bagi mereka yang memadati Plenary Hall, Jakarta Convention Center (JCC), Minggu (27/11/2011) malam.

Konser yang diselenggarakan oleh produsen shampo Pantene dan promotor Berlian Entertainment itu sejak awal sudah memberi kejutan. Begitu waktu menunjukkan pukul 20.15 WIB, bertudung kain warna keemasan Anggun muncul di antara para penonton Kelas Tribun Platinum sambil berjalan menuju panggung yang
bergerak naik dengan sistem hidrolik. Tudung keemasan itu lalu disingkapnya. Maka tampak jelas perempuan seksi ini berbalut mini dress warna keemasan dan menggenggam tongkat hitam.

Para penonton seketika jadi riuh begitu vokalis yang berdomisili di Paris, Perancis, ini menyuguhkan "Stronger" dan "Impossible" sebagai pemanasan. Anggun benar-benar tampil lepas pada dua lagu pertama tersebut seperti yang diungkapkannya. "Terakhir aku datang di JCC 2006 lalu. Yang terakhir kali itu aku deg-degan banget. Biasa lah, nervous. Tapi, setelah aku pikir, ternyata aku bukan orang asing. Bahkan, ada yang mengenal aku dari zaman aku masih pakai celana pendek," celotehnya disambut tepuk tangan hangat oleh para penonton.

Anggun kian melebur bersama para penonton. Sesekali guyonan dilepaskannya. "Kalau sekarang, bajunya yang pendek seperti ini. (Perancang fashion) Tex Saverio, bukan cuma Lady Gaga doang yang dipakein baju sama dia. Eh, ngomong-ngomong, tadi pas naik celananya (celana dalamnya) kelihatan enggak? Sedikit? Enggak apa-apa, bonus," tuturnya dalam canda. "Ini konser edukatif, bisa enggak kalian ucapkan bonjour (bahasa Perancis)? Karena kalian sudah pintar-pintar, yuk kita lanjutin nyanyinya," pintanya sebelum melangkah ke "Still Remind Me" dan "Buy Me Happiness".

Anggun, yang dikawal oleh permainan musik Sa'Unine String Orchestra, yang dipimpin oleh Oni Krisnerwinto, serta band yang terdiri dari Andy Ayunir (keyboard), Boris "The Flowers" Simanjuntak (gitar), Rudy (bas), dan Iyun "Discuss" (drum), agaknya sedikit gregetan dengan histeria para penonton. "Kalau mau tepuk tangan, di akhir lagu saja. Jadi, jangan cuma tepuk tangan lalu yeaaah... Ini supaya kami tahu kami disinergi. Ini konser edukatif nomor dua," ucap Anggun sambil tersenyum sebelum menyanyikan "Yang Terlarang" dan "Yang Aku Tunggu".

Usai menyuguhkan enam lagu dengan konsep musik rockestra, masuk ke lagu ketujuh Anggun memanggil Andy Ayunir untuk mengiringinya pada lagu "Berkilaulah" bersama Sa'Unine String Orchestra. Kali ini Anggun mengenakan gaun panjang dari kain songket. "Eh bajunya bagus enggak? Didi Hediprasetyo," katanya mempromosikan busana karya perancang fashion Didi Hediprasetyo. "Batik ya?" seru seorang penonton. "Ini songket, Sayang. Konser edukatif nomor tiga," jawab Anggun diiringi permainan piano Andy pada intro "Bayang Ilusi", salah satu hit lama Anggun dalam industri musik Indonesia.

Anggun kemudian menghela napas sejenak usai lagu "Bayang Ilusi". Namun, tiba-tiba saja seruan seorang penonton mengalihkan perhatian Anggun. "We love Anggun!" ujar penonton pria itu dari Kelas Festval. "Aku tresno koe. Aduh, mau
bilang gitu aja pakai we love you," balas Anggun berbumbu tawa kecil, dilanjutkan dengan berduet bareng Denada dalam lagu "Want You to Want Me".

"Takut" dan "Mimpi", dua lagu yang juga pernah dipopulerkan oleh Anggun sebelum masuk industri musik internasional, digelindingkannya pula dalam Konser Kilau Anggun. Setelah itu, kejutan lain memesona para penonton. Anggun menghadirkan vokalis grup GIGI, Armand Maulana, di pentas yang bergerak naik dengan sistem hidrolik.

Anggun dan Armand membawakan "Kembali", versi Indonesia dari "A Rose in the Wind", salah satu lagu Anggun dalam industri musik internasional. Itu kali pertama mereka berduet di pentas. Slow dance Anggun-Armand pun menghiasi momen langka tersebut. "Gue baru lho slow dance. Ada bini gue nih. 'Mam, tenang aja, gue suka Melayu, enggak suka bule," ujar suami vokalis Dewi Gita ini dengan canda. "Setelah 21 tahun, gue bisa manggung bareng sama Anggun. Zaman dulu, main di studionya Andy Ayunir, dulu namanya dia (Anggun) nih Lalala. Soalnya, suka nyender di tembok dan nyanyi cuma bisa la la la. Gue bilang, nih anak malas banget. Tapi, ternyata, setelah cabut ke Paris dia meledak. Gue bangga sama Anggun, yang mengharumkan nama Indonesia," kenang sekaligus puji Armand disambut tepuk tangan para penonton.

Berikutnya, Anggun kembali menyanyi sendiri. Lagu-lagunya, "Snow on Sahara", "Weapons", dan "Hanyalah Cinta. "Masih sanggup? Mau dilanjutin? Bajunya bagus enggak? Mel Ahyar," kata Anggun mempromosi karya perancang fashion Mel Ahyar, memadukan bustier, legging, dan boots selutut. Setelah itu, Anggun menggulirkan "Mantra" dan "Crazy".

Tak terasa, 18 lagu tuntas disajikan oleh Anggun. Tapi, para penonton tetap saja belum terpuaskan ketika lampu dipadamkan. "We want more... we want more," pinta para penonton. Anggun pun memenuhi keinginan mereka dengan membawakan "Rolling in the Deep", yang telah dipopulerkan oleh vokalis Inggris Adele.

Aroma nostalgia menutup Konser Kilau Anggun. Ibu satu anak ini meminta semua penonton berdiri dari kursi. Sebuah baret berwarna krem lantas dikenakannya. "Tua Tua Keladi", lagu lama yang pernah dipopulerkan olehnya, dihentakkannya kembali.

Dari Syahrini untuk Beckham: Bulu Mata "Anti Badai" dan "Jambul Khatulistiwa"

Penyanyi Syahrini memegang pipi bintang sepak bola dunia David Beckham setelah mengalungkan rangkaian bunga ketika menyambut kedatangan Beckham dan para pemain lain LA Galaxy di Hotel Ritz-Carlton, Jakarta, Senin (28/11/2011).

JAKARTA, KOMPAS.com — Penyanyi Syahrini memelihara keberadaan dirinya dalam industri hiburan tidak hanya dengan nyanyian, gosip, dan ucapan khasnya, tetapi juga dengan dandanannya. Yang terkini, ia tampil dengan bulu mata palsu "Anti-Badai" dan rambut "Jambul Khatulistiwa".

Ketika menyambut kedatangan tim sepak bola Los Angeles (California, AS), LA Galaxy, termasuk sang bintang, David Beckham, di Jakarta, Senin (28/11/2011), Syahrini tampil dengan dua atribut itu. Dia juga mengenakan dress mini lekat tubuh ala Victoria Beckham, istri Beckham.

Saking tebal, panjang, dan melekat kuat pada pinggir kelopak matanya, bulu mata palsu itu dinamai "Anti-Badai" oleh Syahrini. Sementara itu, jambul menjulang pada rambutnya dinamai "Jambul Khatulistiwa". Mungkin, ia teringat "Jamrud Khatulistiwa", nyanyian (mendiang) Chrisye, ketika secara spontan menemukan nama tersebut.

Bertemu Beckham, Syahrini yakin bahwa pria yang dipuja banyak perempuan itu melihat bulu mata dan jambulnya tersebut. "Akhirnya aku bisa eye contact (dengan Beckham). Dia kan lebih tinggi dari aku ya, pasti dia lihat bulu mata 'Anti-Badai' dan 'Jambul Khatulistiwa' aku," tutur Syahrini di Hotel Ritz-Carlton Pacific Place, Jakarta, Senin (28/11/2011), seperti dikutip Tribunnews.com.

Dijadwalkan, mantan teman duet artis musik Anang Hermansyah ini akan menjadi pendamping David di Jakarta, 28-30 November 2011.

Jolie Tak Mampu Saingi Ibu

Ketika anak meronta-ronta dalam gendongan, hal inilah yang bisa menimbulkan rasa sakit di bagian perut.

JAKARTA, KOMPAS.com -- Aktris peraih penghargaan Oscar, Angelina Jolie (36), berupaya semaksimal mungkin menjadi orangtua yang baik bersama pasangannya, Brad Pitt (47). Mereka membesarkan enam anak, yakni Maddox, Pax, Zahara, Shiloh, serta si kembar Knox dan Vivienne.

Hingga kini Jolie merasa belum bisa memenuhi standar orangtua seperti diterapkan ibunya, Marcheline Bertrand. Dalam wawancara program televisi 60 Minutes, ia mengutarakan, ibunya adalah orangtua sejati.

”Dia (Bertrand) tidak banyak menghabiskan waktu untuk berkarier ataupun kepentingan hidup pribadinya. Semua yang dia lakukan untuk anak-anaknya,” katanya.

Karena itu, Jolie merasa tak bisa menyamai prestasi sang ibu dalam hal mengasuh anak meski pemeran Lara Croft dalam film Tomb Raider ini berusaha sebaik mungkin membesarkan anak-anaknya. Dia berusaha selalu dekat dengan mereka. Tak jarang, Jolie membawa serta anak-anaknya ke tempat shooting film.

”Saya tak akan bisa menyamai Ibu. Dia perempuan yang sabar dan penuh cinta. Sebagai orangtua, dia jauh lebih baik daripada saya,” ujarnya menyanjung sang bunda yang telah meninggal dunia.

”Ketika usia bertambah, kita akan menempatkan keluarga sebagai prioritas utama di antara urusan-urusan lain,” kata Jolie yang berayahkan aktor Jon Voight.(ACTRESSARCHIVES.COM/BEE)

Nikita Willy Bungkam soal Diego Michiels

JAKARTA, KOMPAS.com -- Pesinetron Nikita Willy akhir-akhir ini menjadi sorotan media massa menyusul beredarnya foto-fotonya bersama pemain timnas U-23 Diego Michiels. Ada dua foto yang menunjukkan keintiman di antara keduanya.

Pada foto pertama, Nikita tampak mengenakan busana warna hitam membelakangi kamera di sebuah klab malam. Sedangkan pada foto kedua, ia mengenakan busana warna biru di dampingi Diego yang mengenakan t-shirt berkerah warna hitam.

Hingga saat ini, belum diketahui seperti apa hubungan keduanya. Apakah mereka menjalin asmara atau hanya sebatas teman. Namun, saat ditemui di rumah duka almarhum Teddy Sudjadi, bos TM Management itu, Nikita tidak mau membicarakannya. Asistennya juga tidak ingin jika Nikita membicarakan hal itu.

"Aduh, nggak mau ngomongin itu ah," ujarnya saat ditemui di rumah duka, di kawasan Pondok Kelapa, Jakarta Timur, Selasa, (29/11/2011).

Sebelumnya, foto Nikita bersama kekasihnya, Bara Tampubolon, juga beredar luas. Dalam foto itu, Nikita kelihatan seksi dengan busana berkerah rendah. Keduanya tertangkap kamera ketika mengunjungi sebuah klab malam. Bersama Bara, ada pula foto mesra keduanya.

Andi Soraya: BMW dan Suami Baru

Rudy Sutopo menikahi Andi Soraya. Akad nikah dilangsungkan di Masjid Kubah Emas, Depok, Jumat (18/11).

JAKARTA, KOMPAS.com Kebahagiaan Andi Soraya (35) berlipat-lipat. Betapa tidak? Setelah menjadi istri pengusaha tajir Rudy Sutopo (52), dia mendapat hadiah yang mencengangkan dari duda lima anak yang menikahinya di Masjid Dian Al-Mahri alias Masjid Kubah Emas, Depok, 18 November lalu, itu. Aya—sapaan Andi Soraya—mendapatkan sebuah mobil BMW.

Padahal, pada hari pernikahannya dia sudah mendapat seabrek hadiah, termasuk perhiasan mewah.

Pada Sabtu (26/11/2011) malam atau sepekan setelah akad nikah yang dilakukan secara tertutup itu, pasangan Rudi dan Aya menggelar pesta pernikahan di roof top Gedung Talavera Office Park, Jalan TB Simatupang, Cilandak, Jakarta Selatan. Bak putri di negeri impian, Aya tampak begitu ceria dengan busana serba putih dan mahkota di kepalanya.

Saat itu, mobil BMW berwarna putih hadiah dari sang suami terparkir di depan lobi gedung tempat pesta pernikahan. Mobil itu terlihat cantik dengan hiasan pita di atasnya.

Nomor polisi mobilnya juga istimewa, yakni B 186 AYA, sesuai dengan tanggal lahir dan nama kecil pemain film Ku Tunggu Jandamu, Mau Dong Ah, dan Anda Puas Saya Loyo ini. Aya lahir di Jakarta pada tanggal 18 Juni 1976.

"Aku sangat terkejut mendapatkan hadiah BMW ini. Aku tidak menyangka sama sekali," ujar Aya seusai pesta.

Di belakang mobil milik Aya itu, terparkir juga mobil dengan merek dan warna yang sama. BMW bernomor polisi B 720 RDY ini milik Rudy. Kedua mobil mewah itu dibeli bersamaan.

Bedanya, mobil BMW Aya yang harganya Rp 500 juta-an itu berpintu empat, sedangkan BMW Rudy hanya memiliki dua pintu. "Awalnya aku hanya tahu hadiah pernikahan untuk aku itu seperangkat perhiasan, tapi ternyata malah dapat banyak hadiah lainnya," kata Aya sambil tak henti-henti tersenyum.

Namun, dia buru-buru menambahkan, hadiah yang terindah dalam hidupnya sekarang adalah mendapatkan suami terbaik. "Dia (Rudy) adalah suami saya tercinta," ujar mantan pacar Steve Emmanuel itu.

Sebelum meresmikan hubungan cinta mereka di depan penghulu, Rudy berstatus duda lima anak, sedangkan Aya janda dua anak.

Domain Bar Gelar Blasting White

JAKARTA, KOMPAS.com - Hari Kamis (1/12), Domain (Senayan City) akan mengadakan acara clubbing bertema Blasting White pada pukul 22.00 WIB.

Berikut para pendukung acara nanti:

- DJ Schizo (SoulMenace/S.O.B)- DJ Gerry BLZ (D'Blaze/LeSmokey/365 EcoBar) - DJ Shamp (Subordinates) DJ Vic (Subordinates) - MC Raben (D'Blaze/The Beat) Also In conjunction to - DJ Dunno (Subordinates/BboyIndo)- FDJ Agata (Subordinates)


Rules:

- Dresscode: White- Keep Alive please :p- FREE ENTRY ALL NIGHT LONG

For Info and Reservation:

- Wilson Chang / @WILSONCCH- 23BCFEDB / 081932883959- Follow: @Sub_ordinates

Have fun, clubbers...! :)

************

"Punya acara clubbing, konser, atau pemutaran film? Silakan kirim email serta gambarnya ke : jakartatonite@kompas.com"

Thursday, December 1, 2011

Dari Syahrini untuk Beckham: Bulu Mata "Anti-Badai" dan "Jambul Khatulistiwa"

Penyanyi Syahrini memegang pipi bintang sepak bola dunia David Beckham setelah mengalungkan rangkaian bunga ketika menyambut kedatangan Beckham dan para pemain lain LA Galaxy di Hotel Ritz-Carlton, Jakarta, Senin (28/11/2011).

JAKARTA, KOMPAS.com — Penyanyi Syahrini memelihara keberadaan dirinya dalam industri hiburan tidak hanya dengan nyanyian, gosip, dan ucapan khasnya, tetapi juga dengan dandanannya. Yang terkini, ia tampil dengan bulu mata palsu "Anti-Badai" dan rambut "Jambul Khatulistiwa".

Ketika menyambut kedatangan tim sepak bola Los Angeles (California, AS), LA Galaxy, termasuk sang bintang, David Beckham, di Jakarta, Senin (28/11/2011), Syahrini tampil dengan dua atribut itu. Dia juga mengenakan dress mini lekat tubuh ala Victoria Beckham, istri Beckham.

Saking tebal, panjang, dan melekat kuat pada pinggir kelopak matanya, bulu mata palsu itu dinamai "Anti-Badai" oleh Syahrini. Sementara itu, jambul menjulang pada rambutnya dinamai "Jambul Khatulistiwa". Mungkin, ia teringat "Jamrud Khatulistiwa", nyanyian (mendiang) Chrisye, ketika secara spontan menemukan nama tersebut.

Bertemu Beckham, Syahrini yakin bahwa pria yang dipuja banyak perempuan itu melihat bulu mata dan jambulnya tersebut. "Akhirnya aku bisa eye contact (dengan Beckham). Dia kan lebih tinggi dari aku ya, pasti dia lihat bulu mata 'Anti-Badai' dan 'Jambul Khatulistiwa' aku," tutur Syahrini di Hotel Ritz-Carlton Pacific Place, Jakarta, Senin (28/11/2011), seperti dikutip Tribunnews.com.

Dijadwalkan, mantan teman duet artis musik Anang Hermansyah ini akan menjadi pendamping David di Jakarta, 28-30 November 2011.

Cium Pipi Beckham, Kepala Syahrini Cenat-cenut

JAKARTA, KOMPAS.com -- Penyanyi Syahrini merasa menjadi perempuan yang paling beruntung. Pasalnya, pada Senin (28/11/2011) pagi tadi, Syahrini bertemu dengan model sekaligus bintang lapangan hijau fenomenal asal Inggris, David Beckham, yang baru tiba di Indonesia.

Diakui mantan rekan duet Anang Hermansyah itu, dirinya sempat terserang pusing kepala sebelah saat bertemu sang idola. "I'm the luckiest girl sekarang kepala sampai cenat-cenut. Langsung migrain," ujar Syahrini via Blackberry Messenger, Senin (28/11/2011).

Pelantun "Aku Tak Biasa" itu mengaku sangat bersyukur bisa bertemu dengan mantan pemain bola asal klub Manchester United itu. "Speechless, Alhamdulilah yah, kuasa Allah kapan lagi coba bisa ketemu dia," ungkap Syahrini berbunga-bunga.
Tak hanya sekadar mengalungkan bunga menyambut kedatangan Beckham, Syahrini pun sangat gembira bisa menyentuh dan mencium pipi dari suaminya Victoria itu. "Enggak bohong lho, nyata, enggak remix. Aku megang plus cium pipinya," papar Syahrini girang.

Beckham bersama skuad LA Galaxy tiba di Bandara Soekarno-Hatta pada Senin pagi tadi. Selain akan melakukan laga uji coba melawan tim seleksi nasional Indonesia, Beckham dan kawan-kawan akan mengadakan soccer clinic dan jumpa penggemar yang akan dilakukan pada Selasa (29/11/2011) di Stadion Utama Gelora Bung Karno. 

Rabu (30/11/2011), LA Galaxy rencananya akan menghadapi timnas selection yang dilatih Pelatih Rahmad Darmawan. Tim ini terdiri dari gabungan pemain timnas senior dan timnas U-23, plus beberapa pemain naturalisasi.

BBB Berharap pada FFI

JAKARTA, KOMPAS.com -- Di tengah lesunya perfilman Indonesia saat ini, grup vokal Bukan Bintang Biasa (BBB)--yang digawangi Raffi Ahmad, Laudya Cynthia Bella, Chelsea Olivia, Ayu Shita, dan Dimas Beck--berharap banyak kepada Festival Film Indonesia yang dianggap bisa mengapresiasi karya kreator film di Tanah Air.

"Ya perfilman Indonesia ya begitulah, saya kalau enggak ada apresiasinya, enggak ada penghargaannya. Festival Film Indonesia seperti ini jangan pernah dihilangkan karena ini salah satu bentuk apresiasi kita terhadap film Indonesia," ujar Raffi mewakili keempat rekannya di kawasan Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Minggu (27/11/2011).

Raffi juga mengamati pasang surut perfilman Indonesia. "Kami berlima termasuk orang yang suka nonton film Indonesia juga sih, karena kami selain melakonkan tapi kami juga suka menonton film, meskipun film Indonesia bisa punya kualitas tapi ya entahlah kenapa kualitasnya bisa menurun. Padahal setelah AADC film Indonesia sempat bangkit, tapi sekarang turun lagi entah kenapa," urainya.

Meski demikian, Bella berharap perfilman Indonesia bisa terus berkembang lebih baik lagi. "Seperti apapun perfilman Indonesia lagi mengalami perkembangan, ada yang pelan-pelan, ada yang bagus, ada yang kurang bagus, ada yang bagus banget, kita harus belajar dari semua itu dan membuat yang terbaik," harap Bella.

Selain itu, BBB juga punya keinginan untuk ikut meramaikan FFI di tahun mendatang. "Doain saja, rencana itu ada. Ya semoga kami bisa meramaikan perfilman Indonesia lagi bareng Teh Melly juga," tutup Bella.

Elijah Wood Tampil Beringas

LOS ANGELES, KOMPAS.com -- Aktor muda Elijah Wood tampil beringas. Ia tak lagi mempertontonkan wujud anak baik-baik yang menjadi penyelamat dunia. Kali ini, ia berubah menjadi monster yang berwujud manusia.

Sisi gelap Wood itu mulai tampak ketika dia ambil bagian dalam film terbarunya Maniac. Peran ini tentu saja berbeda jauh dengan peran sebelumnya dalam film termasyur abad ini, Lord of the Ring, di mana ia tampil sebagai Hobbit Frodo Bagins, anak pilihan yang diutus untuk menyelamatkan bumi.

Dalam film terbarunya, aktor berusia 30 tahun itu berperan sebagai pembunuh berantai yang bertindak sadis. Dikisahkan, ia berprofesi sebagai pekerja di salah satu toko yang menjual manekin antik. Ia mencari korbannya melalui internet. Pengalaman masa lalu membentuknya menjadi seorang pembunuh. Sang ibu kerap kali menumpahkan kekesalan kepadanya saat ia masih bocah belia.

Proses pengambilan film mulai dilakukan sejak Senin (29/11/2011) waktu setempat. Dalam shooting hari pertama, Wood beradu akting dengan aktris Genevieve Alexandra. Wood terlibat adegan di mana ia menggenggam sebilah pisau dan mencoba diarahkan kepada Alexandra yang telah terkapar di atas tanah. Ia benar-benar bertindak layaknya pembunuh berdarah dingin.

Seperti diberitakan Deadline.com,  Wood baru saja ikut terlibat dalam penggarapan film the Hobbit. Dalam film ini, takaran penampilannya sangatlah sedikit. "Saya hanya main sebagai cameo, karena jelas Frodo tidak hidup pada masa The Hobbit," ujarnya.

Tiga Finalis Stand Up Comedy Indonesia Siap Tempur

JAKARTA, KOMPAS.com -- Perjalanan tiga finalis Stand Up Comedy Indonesia, kontes stand up comedy yang diselenggarakan oleh Kompas di Layar Kaca, ternyata cukup sulit. Padahal, Ernest Prakarsa (peserta dari Jakarta), Ryan Adriandi (Jakarta), dan Insan Nur Akbar (Surabaya) sudah memiliki kemampuan membuat orang-orang tertawa.

"Menghibur itu, seperti yang kita lihat, kan merupakan output dari latihan, hasil begadang malam-malam. Cuma, kalau di panggung, orang melihatnya seperti yang gampang. Padahal, di balik itu ada proses persiapan yang lumayan berat," jelas Ernest ketika dirinya bersama Ryan dan Akbar berkunjung ke Kompas.com di Jakarta, Senin (28/11/2011).

Akbar dan Ryan berpandangan sama dengan Ernest. "Memang, di panggung terlihat enteng, karena kami menghibur. Tapi, seperti yang dibilang dewan juri, stand up itu suatu komedi yang serius, di mana di balik itu ada pengumpulan materi (bahan humor), ada risetnya juga, penulisan naskah, dan tentunya dilatih juga," kata Ryan. "Mungkin orang bilang, 'Ah enak, kerjanya kan cuma menghibur'. Hanya permasalahannya kan menghibur pasti ada yang dihibur. Kalau yang dihibur tidak merasa dihibur, nah itu yang susah. Jangan sampai kami hanya menghibur diri sendiri. Itu yang menjadi PR (pekerjaan rumah) kami," ucap Akbar.

Sekarang, ketiganya tengah memusatkan diri ke babak tiga besar Stand Up Comedy Indonesia, yang akan digelar di Pusat Perfilman Haji Usmar Ismail (PPHUI), Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, Rabu ini (30/11/2011).

"Final itu 14 Desember 2011, untuk babak dua besar. Tapi, gue fokus ke yang tiga besar dulu (30 Desember 2011), yang di depan mata saja dulu. Persiapannya seperti biasa. Enggak di tiga besar saja, di setiap episode juga pasti mati-matian memertahankan (agar tak tereliminasi), karena kompetisinya sangat keras," ungkap Ernest. "Kalau persiapan saya sama saja dengan Ernest. Saya juga fokus di tiga besar ini. Selain terus dilatih, saya juga jaga kondisi kesehatan fisik. Bagi saya, kalau kondisi fisik lagi down, konsentrasi sama daya pikir akan kurang," timpal Ryan.

Bahan humor mulai dimatangkan oleh Akbar, Ryan, dan Ernest. "Misalnya, kemarin Mas Ibas sama Mbak Aliya menikah. Itu kan keluarga masa depan. Tahu masa depan? Masa depan itu massanya Demokrat dan massanya PAN. Buat saya, bad news itu good news. Jadi, kalau ada fenomena apa di Indonesia, itulah bahan baku saya," tutur Akbar menyampaikan sedikit humornya.

"Kalau menurut gue, sifat yang paling bisa merangsang seorang perempuan itu sifat pencemburu, karena sifat pencemburu itu bisa membuat perempuan menjadi penulis yang sangat baik dan pencerita yang sangat baik. Jadi, gue curiga semua sutradara Indonesia itu pencemburu," celoteh Ryan mencontohkan komedinya.

"Gue akan kembali ke akar, seperti membahas kecinaan gue. Seperti, kakek-nenek gue asli, totok, datang dari Cina. Jadi, kalau orang bilang orang Cina itu KW, itu enggak benar, karena ada juga yang asli langsung datang dari Cina. Nah, kalau gue sendiri sudah KW, tapi kakek gue asli langsung datang dari Cina," tutur Ernest sedikit membocorkan humornya.

Film Nasional Bikin Revalina Tetap Bergairah

JAKARTA, KOMPAS.com -- Maraknya film-film Hollywood membanjiri bioskop di Tanah Air ternyata tak membuat artis peran Revalina S Temat kehilangan gairah untuk menikmati film-film Indonesia yang berkualitas.

Reva mengaku tetap saja dibuat penasaran dengan film-film buatan anak negeri. "Aku cukup penasaran kok dengan film Indonesia. Minggu Pagi di Victoria Park bagus. Kalau bagus, ya sempatin nonton meski kalah sama film Hollywood. Daya tariknya memang film itu, tapi film Indonesia kan nggak kalah bagusnya," kata Reva ditemui di kawasan Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Minggu (27/11/2011).

Reva menilai cukup banyak film Indonesia yang berkualitas. Hanya saja, terkadang film tersebut justru lesu penonton. "Film-film yang kita bikin itu bagus-bagus, kayak ? (Tanda Tanya) dan Sang Penari. Tapi penonton kita yang kurang semangat melihat film sendiri," ujar Reva.

"Film horor seks, enggak ngerti ya. Mungkin yang nonton malah lebih suka seperti itu, daripada film bertema. Padahal banyak yang bagus, cerita sejarah dan drama," lanjutnya.

Begitu juga dengan produser dan sutradara film Indonesia, Reva menilai mereka sudah banyak mengalami kemajuan. "Produser dan sutradara di Indonesia sudah baik. Hanya penontonnya saja yang kurang baik. Film Hollywood itu kan sudah pasti bagus. Aku ingin lihat perkembangan film di Tanah Air," tuntas Reva. 

Wednesday, November 30, 2011

Garin Nugroho Terpikat Cucu Seorang Pembuat Buntil

JAKARTA, KOMPAS.com -- Sineas Garin Nugroho bisa menarik napas lega. Pasalnya, kesulitannya menemukan pemeran utama wanita untuk film terbarunya yang berjudul Soegijapranata, kini telah terjawab.

Adalah Annisa Hertami Kusumastuti, perempuan asal Muntilan, Jawa Tengah, dan cucu seorang pembuat buntil, makanan khas Jawa,  yang memberi jawaban atas kegelisahaan sutradara Daun Di Atas Bantal itu. 

"Tak mudah menemukan perempuan ayu dengan wajah khas Jawa sekarang. Tuti Indra Malaon sudah lama hilang. Selama ini kalau lihat sinetron-sinetron yang muncul adalah wajah-wajah bule. Maka ketika saya lihat dia, saya pikir ini cocok dipasang sebagai pemeran utama wanita," kata Garin dalam keterangan tertulisnya, Senin (28/11/2011).

Dikatakan Garin, film yang mengambil setting tahun 1940 - 1949 memang membutuhkan pemeran wanita berparas khas Jawa. Garin mengisahkan bahwa  saat mempersiapkan segala sesuatu untuk keperluan shooting film Soegijapranata, datanglah seorang gadis yang melamar untuk bermain film.

Gadis itu mampu menarik perhatian sehingga Garin meminta krunya untuk memotret gadis tersebut sebanyak-banyaknya dari berbagai angle. Alhasil, Annisa langsung memikat Garin.

Tak cuma paras yang sangat Jawa, Annisa juga memiliki pengalaman bermain film, meski sebatas film indie yang dibuat para mahasiswi Multi Media Training Center (MMTC) Yogyakarta, tempat dirinya kuliah.

"Ketika saya dinyatakan diterima, ini adalah kado terindah dari Tuhan bersamaan ulang tahun ke-23. Ketika dinyatakan diterima, tepat pada hari ulang tahun 7 Oktober," kata Annisa.

Dia senang bisa bermain di film yang disutradarai Garin. Bahkan dia menjadi pemeran utama dalam film Soegijapranata, film yang mengangkat kisah kepahlawanan Mgr Soegijapranata yang dikenal sebagai seorang pahlawan nasional dan juga uskup pribumi pertama di Indonesia.

Posisinya sebagai pemimpin Gereja Katolik saat itu tidak menghalanginya untuk berjuang secara total demi kemerdekaan bangsa Indonesia.  "Tapi saya selalu menekankan bahwa saya ini adalah pekerja seni, artis, dan bukan selebriti," kata almuni SMA Muhammadiyah II Yogyakarta ini.

Annisa dalam film itu berperan sebagai Mariyem yang terpisah dari kakaknya akibat perang kemerdekaan.  Kisah di masa perang adalah kisah terpisahnya manusia dari orang-orang yang dicintai, kisah terpecahnya kemanusiaan.

Annisa akan bermain dengan Nirwan Dewanto sebagai pemeran Mgr Soegijapranata, Butet Kartaredjasa yang berperan sebagai koster Toegimin.

Stella McCartney Terobsesi Pakaian Dalam

LONDON, KOMPAS.com — Perancang fashion Stella McCartney mengatakan, pakaian dalam yang tepat untuk tubuh merupakan dasar dari pakaian setiap perempuan karena membantu busana terlihat lebih baik.

"Pakaian dalam sungguh merupakan sebuah hal penting dari pakaian dan itu memiliki dampak besar terhadap bagaimana Anda mengenakan busana Anda dan apa yang Anda kenakan di atas pakaian dalam Anda," tuturnya kepada WWD.

Stella mengatakan, ia terobsesi oleh pakaian dalam dan sangat serius dalam merancangnya. Soal itu, ia berbeda dengan para perancang busana siap pakai yang lain. "Tak banyak perancang busana siap pakai yang serius dengan pakaian dalam. Tapi, pakaian dalam melengkapi koleksi busana siap pakai saya. Pakaian dalam lebih dari sekadar penting bagi saya. Saya agak terobsesi," terangnya.

"Kami membuat pakaian dalam yang mendekati busana siap pakai kami dalam hal warna dan kami selalu memberlakukan itu dalam hal motif. Kadang kami membuatnya lain dengan detail pernik logam dan cincin emas yang menghiasi tali, yang menurut saya indah. Pakaian dalam sedikit banyak hampir seperti busana olahraga. Itu bisa menjembatani kesenjangan dan bisa menjadi sesuatu yang sangat mewah dan feminin, tapi sekaligus sangat teknis, dan saya mengetahui itu benar-benar penting," lanjutnya.

Tahun depan, 2012, kata Stella, ia akan menawarkan pakaian dalam yang, meskipun kita mengenakannya, kita terlihat seperti telanjang. "Saya membuat yang klasik, tapi juga mengenalkan cerita baru dengan pakaian dalam yang bisa Anda kenakan setiap hari. Saya benar-benar sedang membuat sebuah koleksi pakaian dalam yang mengekspresikan semua sisi berbeda dari para perempuan sekarang. Itu merupakan pakaian dalam yang 'tak terlihat'," terangnya lagi.

Poppy Sovia Harap-harap Cemas Menanti FFI

JAKARTA, KOMPAS.com -- Empat tahun berlalu semenjak kali pertama masuk nominasi Pemeran Utama Wanita Terbaik di ajang Festival Film Indonesia (FFI), pada 2011 ini artis peran Poppy Sovia kembali mencatatkan namanya sebagai nomine Pemeran Pembantu Wanita Terbaik.

Karena itu, Poppy mengaku tak bisa lepas dari rasa deg-degan. "Tadi kan gue mau naik bacain nominasi, tapi ternyata gue malah masuk nominasi. Jadi gue itu deg-degannya bukan karena mau naik bacain nominasi, tapi karena gue masuk nominasi Pemeran Pembantu Wanita Terbaik," kata Poppy dalam wawancara di kawasan Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Minggu (27/11/2011).

Poppy yang berperan di film Catatan Harian Si Boy pantas harap-harap cemas karena harus bersaing dengan Atiqah Hasiholan (The Mirror Never Lies), Dewi Irawan (Sang Penari), Endhita (?), dan Wulan Guritno (Masih Bukan Cinta Biasa).

"Harap-harap cemas, tapi gue sih ya alhamdulillah kalau dapat, tapi kalau enggak dapat ini koreksi buat gue, penilaian balik buat gue untuk lebih baik lag," ujar Poppyi.

Bagi Poppy, rasa deg-degan tersebut pernah dirasakannya pada 2007 silam. Namun, sayangnya ketika itu Poppy harus tersisih. "Sebelumnya sudah pernah (masuk nominasi) pas waktu di film Mengejar Mas Mas (2007), gue waktu itu masuk nominasi Pemeran Utama Wanita Terbaik, cuma Dina Olivia yang akhirnya dapat. Ya enggak apa-apa masih satu geng juga sama gue," kenang Poppy.

Suara Bu Menteri Laku "Dilelang" Rp 75 Juta

JAKARTA, KOMPAS.com -- Rupanya Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Mari Elka Pangestu bukan hanya seorang ekonom, bukan pula sekadar pejabat tinggi negara yang populer. Ia juga penyanyi bersuara emas.

Seusai mengikuti turnamen golf charity di Emeralda Golf, Cimanggis, Bogor, Minggu (27/11), ia menyanyikan sebuah lagu dari grup lawas Koes Plus. Judulnya, ”Manis dan Sayang”.

Suaranya kemudian ”dilelang” panitia dan laku seharga Rp 75 juta. Peserta turnamen yang ”membelinya” adalah Managing Director Sinar Mas G Sulistyanto.

Turnamen golf yang diprakarsai pengusaha AH Marhendra, Welly Bambang, dan kawan-kawan ini digelar untuk mengumpulkan dana guna pembuatan film pahlawan nasional Mgr Soegijapranata SJ. Disutradarai Garin Nugroho, salah seorang aktornya adalah Nirwan Dewanto.

Mari yang datang bersama suaminya, Adi Harsono, bermain 18 hole. Keduanya tampak rileks dan acap tertawa lepas dalam flight pertama bersama Sulistyanto dan Rektor UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Komaruddin Hidayat.

Mungkin karena bermain tanpa beban dan acap bercengkerama, Mari meraih hadiah The Best Pin. ”Wah, sayang, ketika saya melakukannya tak ada yang mengabadikan. Semuanya terpukau,” ujar Mari sambil terbahak. (AS/ARB)

Putri Kecil Victoria Beckham Pakai "Legging" Rp 450.000

Victoria Beckham dan Harper di bandar udara internasional Los Angeles, LAX, 27 November 2011.

LOS ANGELES, KOMPAS.com -- Victoria Beckham memakaikan putrinya, Harper, yang baru berusia empat bulan, legging dari merek Chloe. Harganya 50 dollar AS atau kira-kira Rp 450.000.

Hal itu terlihat ketika istri bintang sepak bola sekaligus model David Beckham ini  menggendong Harper di bandar udara internasional Los Angeles, LAX, Minggu lalu (27/11/2011). Logo Chloe tampak jelas tertera pada legging tersebut. Selain mengenakan legging itu, Harper juga berbaju ungu bergaris-garis biru tua.

Ketika itu Harper dibawa serta oleh Victoria terbang ke London (Inggris). Victoria harus menghadiri British Fashion Awards 2011 pada Senin (28/11/2011) di Savoy Hotel, London. Mantan personel grup vokal Spice Girls ini meraih penghargaan Designer Brand of the Year pada ajang tersebut. 

Sementara itu, Beckham--yang juga punya tiga putra dari Victoria, yaitu Brooklyn (12), Romeo (9), dan Cruz (6)--sebelum ini pernah mengaku bahwa ia bergairah membeli busana-busana baru untuk Harper.

Gita KDI Ingin Bikin Citra Baru

JAKARTA, KOMPAS.com -- Penyanyi yang juga anggota DPR Gitalis Dwi Natarina (26) mengaku masih dihubung-hubungkan dengan ajang pencarian bakat musik dangdut. Selama ini dia dikenal dengan nama Gita KDI.

Ya, Gita adalah alumnus Kontes Dangdut Indonesia (KDI) garapan MNC TV (dulu TPI). Selama lima tahun Gita menyandang nama Gita KDI, setelah terpilih menjadi jawara KDI periode kedua tahun 2005. Dia dikontrak oleh MNC hingga 2010.

"Sebenarnya sulit melepaskan nama KDI itu karena sangat melekat. Tapi saya ingin melepaskannya," kata Gita saat ditemui di Tugu Proklamasi, Jakarta Pusat, Jumat (25/11).

Hingga sekarang penyanyi dangdut yang khas dengan jilbabnya itu masih sering dipanggil dengan Gita KDI. Padahal, artis merangkap legislator yang sedang menyiapkan album solo terbarunya ini tidak mau lagi dipanggil dengan sebutan demikian.

"Panggil saya Gitalis," kata anggota DPR dari Fraksi Kebangkitan Bangsa ini.

"Saya ingin berkembang dari hasil perjuangan saya di KDI itu," kata anggota Komisi XI DPR, yang membidangi kesehatan, ketenagakerjaan, dan pendidikan, ini.

Meski sulit, Gita pelan-pelan terus mencoba melepaskan label KDI dari belakang namanya.

"Nanti kalau ketemu lagi, panggil saja Gitalis, ya," katanya lagi, sambil tersenyum.

Salah satu cara menghilangkan citra KDI itu adalah melalui album dangdut terbarunya yang akan dirilis awal tahun 2012. "Saya ingin muncul dengan image baru sebagai Gitalis," ujar Gita.

Walau ingin melepas label KDI di belakang namanya itu, Gita merasa biasa-biasa saja saat ada yang memanggilnya dengan sebutan Gita KDI. "Gita KDI itu kan sama juga dengan Gitalis," ujarnya.

Namun, jika embel-embel KDI itu hilang, setidaknya Gita bisa lebih bebas manggung untuk stasiun-stasiun televisi lain, tidak hanya MNC Grup.

Tuesday, November 29, 2011

Wanda Hamidah Merasa Dapat Kejutan dari Anggun

JAKARTA, KOMPAS.com -- Anggota Komisi E DPRD DKI Jakarta yang pernah terkenal sebagai model dan penyiar berita di layar kaca, Wanda Hamidah (34), mengaku sejak era 1990-an sudah menjadi penggemar vokalis internasional dari Indonesia, Anggun Cipta Sasmi. Karena itu, Wanda tak melewatkan kesempatan untuk menyaksikan penampilan sang idola dalam Konser Kilau Anggun di Jakarta Convention Center (JCC), Minggu (27/11/2011). 

"Dadakan ini nontonnya. Kebetulan teman punya tiket, bilang, 'Mau enggak nonton?'," cerita Wanda usai Konser Kilau Anggun.

Anggun, yang kini berusia 37 tahun, dinilai Wanda tetap memiliki kualitas vokal yang prima ketika tampil di pentas. Secara keseluruhan Wanda memuji penyanyi yang membesarkan karier bermusiknya tersebut di Paris, Perancis. "Dia penampilannya bagus, dia masih diva Indonesia," ujar Wanda.

Pada akhir pertunjukan, Wanda merasa mendapat kejutan dari penampilan Anggun. Anggun mengenakan boots dan baret seperti pada era 1990-an. "Aku enggak nyangka. Jadi mau pakai baret juga. Kalau begitu, besok aku mau cari baret," kata Wanda diselingi canda dan tawanya.

Jelang Januari 2012, Marcell Berdebar-debar

JAKARTA, KOMPAS.com -- Penyanyi Marcell Siahaan (34) masih berdebar-debar menunggu hasil ujian advokat yang telah diikutinya beberapa bulan lalu. Rencananya, hasil ujian akan diumumkan Januari 2012.

Pilihan Marcell terinspirasi oleh ayahnya yang berprofesi sebagai advokat. ”Sebagian besar keluarga saya berprofesi sebagai advokat. Sejak kecil, saya melihat negosiasi, logika, dan cara bepikir yang dilakukan ayah sehingga tertarik menjadi advokat,” katanya.

Bagaimana menyeimbangkan profesi pengacara dengan dunia hiburan? Marcell mengungkapkan, kode etik dalam Undang-Undang Advokat menyatakan, jika pekerjaan yang dilakukan tidak tumpang tindih dengan kepentingan kegiatan kepengacaraan, tidak ada masalah. ”Kecuali kalau saya menjadi ketua partai politik, tidak boleh. Kalau masuk ke dunia hiburan, saya kira masih aman-aman saja selama jadwal tidak bertabrakan,” ujarnya.

Saat ini, Marcell sedang disibukkan oleh persiapan acara The Emerald Voice of Vina Panduwinata Concert. Dalam konser itu, Marcell akan berduet dengan Vina menyanyikan lagu ”Begitulah Cinta”.

Marcell juga akan memberi kejutan dengan bernyanyi ala boyband bersama Hedi Yunus, Judika, Candil, dan Andi /rif. ”Kalau boyband identik dengan tari dan menyanyi. Nah, kalau kami mengandalkan muka manis,” katanya tertawa. (SIE/bee)

Wednesday, November 23, 2011

Paramore Tak Sabar Jalan-jalan di Bali

KOMPAS IMAGES/ BANAR FIL ARDHIGrup rock AS Paramore: (dari kiri ke kanan) Jeremy Davis (bas), Hayley Williams (vokal) dan Taylor York (gitar)

NUSA DUA, KOMPAS.com -- Senin (15/8/2011) pukul 15.20 WITA, grup rock dari AS Paramore--Hayley Williams (vokal), Jeremy Davis (bas), dan Taylor York (gitar)--tiba di Bandar Udara Internasional Ngurah Rai, Bali. Mereka berada di Bali untuk tampil dalam Paramore Live in Concert di Lotus Pond, Garuda Wisnu Kencana, Jimbaran, Rabu (17/8/2011). Tapi, mereka mengaku juga sudah tak sabar lagi untuk bisa berjalan-jalan di pulau wisata tersebut.   

"Sudah enam tahun kami tur, belum sempat ke Indonesia. Tapi, kami sudah ada di sini (Bali) sekarang. Kami juga tak sabar untuk jalan-jalan," ucap Williams di Nusa Dua Convention Center, Bali, Senin (15/8/2011). "Sejauh ini luar biasa, kami sempat melihat pemandangan dari hotel dan pantainya sangat indah," ujar York.

Lelah sehabis menjalani penerbangan Hongkong-Bali pun seakan tak dirasakan oleh mereka. "Saya terakhir dari Hongkong, terasa super jet lag dan pada waktu luang saya hanya tidur seharian. Tapi, sekarang sudah tidak lagi, karena besok (16/8/2011) kami bisa segera jalan-jalan di pantai. Saya sudah tidak tahan," ucap Williams lagi. "Sangat luar biasa bisa berada di luar rumah saya di Tennessee, AS, bertemu dengan banyak fan di seluruh belahan dunia, senang rasanya," lanjutnya.

Sementara itu, Syam Talisman, selaku promotor ShowMaxx, yang memboyong Paramore ke Bali dan Jakarta, mengatakan bahwa Williams, kekasih gitaris Chad "New Found Glory", juga ingin berburu kain batik. "Begitu sampai (di Bali), yang ditanya langsung batik. Kayaknya mereka bakal hunting besok (16/8/2011), tapi enggak tahu ke mana, terserah mereka, sesukanya sebelum konser," terang Syam di tempat yang sama.

Wajah Katy Perry Pernah Bermasalah

Lagu Not Like the Movies dilantunkan oleh Katy Perry dalam Grammy Awards 2011, di Staples Center, Los Angeles (California, AS), 13 Februari 2011 malam waktu setempat.

LOS ANGELES, KOMPAS.com -- Vokalis AS Katy Perry ternyata pernah mengalami masalah dengan jerawat di wajahnya, yang membuatnya kurang percaya diri. Untungnya, ia kemudian menemukan sebuah produk pencuci kulit wajah yang cocok baginya.

Pencetak hit "Teenage Dream" ini terbantu oleh produk itu untuk mengatasi masalah pada kulit wajahnya tersebut. Perubahan besar pun terjadi pada kulit wajahnya dan kepercayaan dirinya. "Setelah mencoba setiap prosedur, perawatan dan produk wajah yang bisa saya temukan, saya akhirnya memutuskan untuk mencoba produk yang satu itu. Tak ada yang hilang kecuali jerawat saya dan saya tentu baik-baik saja kehilangan jerawat," tutur Katy. "Sejak itu, saya melihat perubahan besar pada wajah saya dan kepercayaan diri saya. Semua benjolan yang besar jadi rata, noda jadi mengecil dan mengecil, dan bahkan beberapa jaringan parut mulai hilang," tuturnya.

Dengan Perry memiliki kepercayaan diri penuh berkat kulit wajah yang indah, hidupnya jadi maksimal. "Saya adalah seseorang yang memberi pelukan, bukan bersalaman. Saya suka melakukan kontak dengan orang. Produk itu kini merupakan cara saya yang mudah dan sederhana untuk meyakinkan bahwa jerawat tak merintangi jalan saya untuk bersenang-senang dan hidup sepenuhnya," tutur istri aktor Inggris Russell Brand ini lagi.

Ira Bahagia karena Toleransi Katon

JAKARTA, KOMPAS.com -- Meskipun merupakan satu-satunya anggota keluarga di rumahnya yang berpuasa pada bulan Ramadhan, artis peran Ira Wibowo mengungkapkan kebahagiaannya atas toleransi yang ditunjukkan oleh suaminya, artis musik Katon Bagaskara, dengan menghargai dirinya menjalankan ibadah itu.

Dalam bulan puasa, kata Ira, sebisanya Katon menemaninya berbuka puasa. Lanjut Ira, "Katon tuh pas bulan puasa juga mengurangi makannya." Namun, kata Ira lagi, Katon tak biasa menemaninya sahur. "Tapi, saya tidak berani membangunkannya saat sahur, karena dia tidur lelap banget, he he he," cerita perempuan kelahiran Berlin, 20 Desember 1967, ini beberapa waktu lalu di Tangerang Selatan.

Ira pun bertoleransi dengan tidak memasalahkan dirinya berpuasa sendirian pada setiap bulan Ramadhan. "Saya sih yang penting niat ya. Suami enggak puasa dan anak-anak saya belum mampu berpuasa. Buat saya, puasa sendirian enggak masalah. Saya sudah membiasakannya sejak kecil, mau orang-orang makan di depan saya, saya enggak masalah," ucap Ira.

Ia pun tetap meladeni suami dan ketiga anak mereka. "Kebetulan juga, bulan Ramadhan ini saya tidak terlalu sibuk. Saya tetap masak di rumah. Masak bareng pembantu dong," ucapnya lagi lalu tertawa.

Menu berbuka puasa? "Biasa saja, standar. Paling, untuk mengenyangkan perut sejenak, saya makan blewah. Setelah itu, saya juga minum teh manis. Padahal, jarang-jarang kalau bulan biasa minum teh manis," ujarnya.

Jupe Hindari "Body Contact" dengan Lawan Jenis

JAKARTA, KOMPAS.com -- Artis peran dan penyanyi dangdut Yulia Rachmawati, yang akrab disapa Julia Perez (Jupe), mengaku demi profesionalisme masih mengikuti tuntutan skenario ketika menjalani shooting film Pocong Minta Kawin. Tapi, akunya pula, tetap ada aturan main yang diberlakukannya untuk menghormati ibadah puasanya dan orang-orang lain di sekitarnya.      

"Pasti aku akan jaga banget. Tapi, aku juga kalau main film enggak pernah sampai vulgar banget. Ciuman saja di film aku enggak pernah. Apalagi sekarang ada Gaston," tutur kekasih pemain sepakbola Argentina Gaston Castano ini ketika ditemui di lokasi shooting Pocong Minta Kawin, di Jakarta, baru-baru ini.

Jupe mengaku, sebenarnya tampil seksi dalam bulan Ramadhan ini tak sesuai dengan niatnya. "Heboh semua (melihat dandanannya). Tapi, sebenarnya bertentangan banget dan kasihan sama orang yang puasa. Makanya, tadi aku langsung pakai sarung (usai beradegan)," kata pemain film Arwah Goyang Karawang ini.

Itu soal dandanannya. Bagaimana mengenai adegannya dengan lawan jenis? "Pasti aku jaga banget. Apalagi kalau sampai ada body contact. Aku biasanya minta (shooting) malam, habis buka puasa. Ya, habisnya kasihan juga lakinya," ucapnya. "Aku pasti jaga juga. Jangan sampai ada yang terganggu. Aku juga risih, seksi di bulan puasa. Nanti ada yang nge-tweet (menyebar foto atau informasi tentangnya melalui Twitter) lagi," tekannya.

Irwansyah Belajar Mudik

JAKARTA, KOMPAS.com -- Supaya lancar menjalani shooting film barunya, Mudik, Irwansyah, yang orang Betawi asli dan tak pernah mudik karena kampung halamannya ada di Jakarta, harus menghayati apa yang disebut mudik. 

"Sejujurnya, gue enggak pernah mudik, karena gue orang Betawi asli. Ini tantangan besar bagi film gue sih sebenarnyanya," kata suami Zaskia Sungkar ini di Jakarta, Senin (15/8/2011) malam.

Dalam film itu, Irwansyah berperan sebagai seorang perantau asal Jawa bernama Gunadi. Gunadi, yang lulusan sarjana, sangat sulit mendapatkan pekerjaan di Jakarta, walaupun Jakarta terkenal sebagai gudang pekerjaan. Gunadi kemudian menyusun rencana kocak agar dirinya bisa pulang ke kampung halamannya di Wonogiri.

"Mudik itu ternyata sangat pusing ya. Bukan hanya memikirkan bagaimana harus sampai di kampung halaman saja, tapi kita juga harus bawain apa lah buat oleh-oleh mereka di kampung. Hm... itu bukan sesuatu yang mudah," kata Irwansyah.

Agar ia bisa meresapi perannya dalam film yang disutradarai oleh Muchtar Syams tersebut, Irwansyah harus belajar mengenai proses mudik. Beruntung banyak orang di sekitarnya yang siap diamatinya dan jadi sumber inspirasi. "Gue harus tanya ke teman-teman, perasaan mereka gimana kalau mudik. Gue harus meng-explore diri bagaimana rasanya seseorang pergi mudik. Ngelihat orang mudik pusing, ngelihat pembantu saja pusing saat siap-siap mau mudik," tuturnya lalu tertawa.

Calvin Jeremy Berduet dengan Band Wali

KOMPAS.com -  Hati penyanyi muda Calvin Jeremy yang termasuk pendatang baru di dunia musik sungguh gembira mendapat kesempatan untuk tampil di acara Mahakarya RCTI pada Rabu (17/8/2011) malam ini.

Dalam acara bertajuk "Mahakarya" RCTI yang merupakan perayaan ulang tahun ke 22 stasiun televisi tersebut, cowok kelahiran Jakarta, 20 tahun lalu itu akan berduet dengan band Wali.

"Selasa (16/8/2011), aku latihan sama teman-teman dari band Wali. Lagunya berjudul Aku Bukan Bang Toyib," jelas Calvin.

Acara itu akan ditayangkan secara langsung oleh RCTI Kamis malam nanti mulai pukul 19.30 dari PRJ Kemayoran Jakarta. Selain Calvin dan Wali, tampil pula Afgan, Mulan Jameela dan lainnya.

Sekalipun sebenarnya Calvin biasa menyanyikan lagu pop jazz, namun ia mengaku tak kesulitan menyanyikan lagu milik Wali. "Tadinya sih mau latihan dua kali, tetapi akhirnya hanya sekali latihan. Nggak apa itu juga sudah cukup kok, sebab sebelumnya aku sering mendengarkan lagu Aku Bukan Bang Toyib di radio saat sedang dalam perjalanan naik mobil. Lagunya enak kok," urainya lagi.

Mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Pelita Harapan Karawaci Tangerang itu, pada Juni 2010 sudah meluncurkan album pertamanya. Kini beberapa lagu dalam albumnya antara lain berjudul Maaf dan Wanita tak Biasa sering terdengar di radio. Bahkan lagu Maaf pernah ditayangkan di stasiun televisi Channel V.

Tentu saja Calvin yang keturunan Batak dan Jawa itu mengaku sangat senang. "Kan Channel V merupakan acara musik yang penayangannya di seluruh kawasan Asia Tenggara," katanya sembari tertawa.

Ia berharap masyarakat menyambut baik album pertamanya itu. Bagi yang penasaran pengen tahu penampilan Calvin, tonton saja acara itu, atau lihat di Youtube, disana ada video klip lagu Calvin berjudul Wanita Tak Biasa.

Video yang pengambilan gambarnya dilakukan di pantai Lovina Bali dan Pulau Komodo, Nusa Tenggara Timur tersebut diproduksi oleh Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata untuk keperluan promosi dua tempat wisata itu.  

Tuesday, November 22, 2011

Paramore: Indonesia Merdeka!

KOMPAS IMAGES/ BANAR FIL ARDHIHayley Williams, vokalis Paramore, beraksi dalam Paramore Live in Concert di panggung Lotus Pond, Garuda Wisnu Kencana, Jimbaran, Bali, 17 Agustus 2011 malam. KOMPAS IMAGES/ BANAR FIL ARDHIGitaris Paramore, Taylor York, tampil dalam Paramore Live in Concert di Lotus Pond, Garuda Wisnu Kencana, Jimbaran, Bali, 17 Agustus 2011 malam. KOMPAS IMAGES/ BANAR FIL ARDHIJeremy Davis, pemain bas Paramore, beraksi dalam Paramore Live in Concert di Lotus Pond, Garuda Wisnu Kencana, Jimbaran, Bali, 17 Agustus 2011 malam.

JIMBARAN, KOMPAS.com -- Bertepatan dengan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-66 Kemerdekaan Indonesia, Rabu (17/8/2011) malam, grup rock asal AS Paramore menepati janjinya membagi banyak energi kepada para penonton Paramore Live in Concert, yang digelar di Lotus Pond, Garuda Wisnu Kencana, Jimbaran, Bali. 

Sebelum Paramore muncul, ribuan penonton lebih dulu dihantam oleh musik grup rock lain yang juga dari AS, The Swellers, yang membuka konser tersebut. "Kami di sini akan memanaskan anda, sebelum Paramore mengguncang anda. Ayo lebih semangat lagi," seru vokalis The Swellers, Nick Diener. 

Usai pemanasan bersama The Swellers, setengah jam kemudian para penonton mulai tak sabar untuk menantikan aksi band kesayangan mereka. "Paramore... Paramore... Paramore...," seru para penonton meminta pemilik album RIOT! itu segera tampil. 

Akhirnya, panggilan ribuan penonton tersebut langsung dibalas oleh aksi Paramore, dengan personel-personel Hayley Williams (vokal), Jeremy Davis (bas), dan Taylor York (gitar), dengan meluncurkan "Ignorance", "Feeling Sorry", dan "That's What You Get". 

Williams benar-benar menebar energi. Di panggung yang cukup luas itu, pemilik tubuh mungil berbungkus pakaian kasual tersebut tak pernah berhenti berlari, meloncat, dan ber-headbanging sepanjang tiga lagu pertama yang disuguhkan oelh Paramore. "Bali, how you feel it? Setelah enam tahun, ini pertama kali kami di sini dan entah mengapa kami sangat mencintai Bali," ujarnya.

Selanjutnya, para penonton bisa menikmati dari "For a Pessimist, I'm Pretty Optimistic", "Emergency", "Playing God" hingga "Decode" (soundtrack film Twilight). Didukung tata suara yang mantap, petikan gitar York dan permainan bas Davis terdengar begitu empuk masuk ke telinga dalam sesi akustik yang menyuguhkan "When It Rains", "Where the Lines Overlap", dan "Misguided Ghost". 

Sukses membuat para penonton larut bernyanyi bersama dalam sesi akustik, kali ini Williams mengajak mereka berjoget dan berjingkrak. "Oke Indonesia, anda bisa menyanyi, tapi bisakah saya tahu apakah anda bisa berjoget?" katanya sebelum distorsi gitar York diadu dengan dentuman bas Davis pada "Crushcrushcrush", "Monster", dan "Here We Go Again". 

Tak sekadar menghibur, puncaknya, Paramore juga paling tahu cara merebut hati para penonton yang sedang merayakan HUT ke-66 Kemerdekaan Indonesia. "Indonesia merdeka!" pekik Williams, yang mengucapkannya dalam bahasa Indonesia. "Untuk merayakan Hari Kemerdekaan Indonesia, saya perlu anda berteriak, 'Merdeka!'," serunya lagi sebelum "Pressure" dan "Looking Up" membakar para penonton. 

Berikutnya, berhias kembang api, lagu jagoan, "The Only Exception", pun meluncur dari panggung yang terletak di antara tebing-tebing batu kapur itu, sebelum Paramore memungkaskan aksi mereka dengan "Brick by Boring Brick" dan "Misery Business". "Bali kami mencintai anda dan kami adalah Paramore," tuntas Williams.

Pramuka Lebih Seru daripada Facebook-an?

JAKARTA, KOMPAS.com -- Sutradara Rudi Soedjarwo kembali menghadirkan sebuah film dengan kisah persahabatan. Setelah film 9 Naga, bersama Shanty Harmayn, Salman Aristo, Kemal Arsjad, yang bertindak sebagai produser, ia menyuguhkan kisah itu lewat film 5 Elang. 

Alkisah, Baron, bocah asal Metropolitan itu, sangat kesal ketika harus mengikuti orangtuanya, yang ditugaskan ke Kalimantan Timur. Keputusan itu membuatnya menutup diri. Namun, karena suatu hal ia pun diminta pihak sekolah untuk ikut ambil bagian dalam sebuah kegiatan kepramukaan. Awalnya, ia tak begiu tertarik dan memilih  permainan balap mobil-mobilan RC (rally car) sebagai mainan utamanya, kini mulai dia tinggalkan. 

Dari kegiatan itu, ternyata ia bisa menemukan sahabat baru dan berpetualang bersama menggali ide kreatif melebih dari hanya sekadar asyik sendiri memegang remote control.

Petualangan demi petualangan yang memacu adrenalin bocah-bocah hadir di acara kegiatan perkemahan itu disuguhkan Rudi begitu apik. 

Film bergenre keluarga produksi SBO Films bekerjasama dengan KG (Kompas Gramedia) Production, Majalah Bobo, Indika Picture, dan Kwartir Nasional Gerakan Pramuka ini rencana tayang serentak di seluruh bioskop Indonesia mulai 25 Agustus 2011. Grup 5 Elang memang kompak, tak hanya saat produksi film, namun juga dalam kehidupan sehari-hari.

Dari kelima elang--Christoffer Nelwan (Baron), Iqbaal Dhiafakhri Ramadhan (Rusdi), Teuku Rizky Muhammad (Anton), Bastian Bintang Simbolon (Aldi), dan Monica Sayangbati (Sindai)--hanya Monica yang sebelumnya pernah mengenyam proses shooting.

Keempat sisanya baru pertama kali ini lewat film 5 Elang beradu akting. Kelimanya masih anak-anak, mengenyam pendidikan sekolah dari SD sampai SMP. Masihkah Anda ingat, ketika zaman-zamannya duduk di bangku SD-SMP dulu, setidaknya kegiatan pramuka merupakan salah satu aktivitas yang wajib dilakukan, berbeda dengan sekarang.

"Jujur saya belum pernah, sekolah memang nggak ada pramukanya. Sempet nggak tahu ada pramuka, he-he-he," papar Christoffer, saat jumpa pers di kawasan Thamrin, Jakarta, beberapa saat lalu. Begitu pula dengan Monica yang menjawab serupa dengan Christoffer. "Jujur, memang ikut pramuka di sekolah," lanjut Iqbaal yang berperan sebagai Rusdi, si maniak pramuka.

Berlainan dengan Christoffer dan Monica, Iqbaal bersama dengan Teuku mengikuti kegiatan pramuka secara rutin di sekolahnya. Namun tidak dengan Bastian, meski di sekolah ada pramuka, dirinya dengan polos menerangkan, "Latihan di sekolahnya suka nggak ikut, he-he-he".

Pengakuan-pengakuan seperti inilah menjadi cikal-bakal pengelolaan hidup-mati pramuka di masa mendatang. Seperti dikatakan oleh Kodrat Pramudho, Wakil Ketua Kwarnas Pramuka Bidang Humas dan Informatika, peringatan usia emas gerakan pramuka disatukan oleh Soekarno tahun 2011 ini seolah mendapat kenyataan dilematis perihal eksistensi pramuka.

Meski sekarang anggota pramuka di Indonesia terbanyak di dunia, sebanyak 22 juta orang, apakah benar semangat berpramuka seindah dengan jutaan angka pengikutnya? "Karenanya lewat film ini, harapannya pramuka menjadi semakin mandiri. Dalam rangka lima puluh tahun, semoga pramuka semakin dipahami betul oleh masyarakat. Gerakan pramuka mendidik kaum muda berkarakter, cinta tanah air, berketerampilan," tutur Kak Kodrat.

"Pramuka ternyata nggak sebosan yang dibayangkan. Pramuka juga bersosialisasi juga," timpal Christoffer yang mengaku bahwa dirinya baru pertama kali terlibat pramuka saat shooting film 5 Elang. Bahkan, Bastian yang jarang ikut pramuka di sekolahnya meresponnya balik dengan celetukan, "Pramuka itu lebih seru daripada facebook-an".

Pendidikan pramuka memang mendapatkan tantangan besar di usia emasnya berkaitan dengan eksistensinya. Padahal, pramuka sendiri sudah ada cikal bakalnya di Indonesia hampir seratus tahun lalu ketika pertama ada di tahun 1912. Pramuka memang tak seasyik menjadi populer lewat facebook, twitter atau wadah kontak sosial di ruang maya lainnya.

Tapi, lewat pramuka, wadah ruang gerak ranah sosial menjadi lebih terbuka berupa kontak antarmanusia secara langsung dengan mengedepankan pendidikan berkarakter (kejujuran, kerjasama tim, berorganisasi, empati, pengorbanan), dan berketrampilan (menuangkan ide kreatif melalui materi objek), plus cinta tanah air (lebih peka terhadap beragam permasalahan sosial di lingkungan sekitar).

Paramore Janjikan Banyak Energi untuk "Tujuhbelasan"

KOMPAS IMAGES/ BANAR FIL ARDHIParamore, grup American rock yang terdiri dari (kiri ke kanan) Jeremy Davis (bas), Hayley Williams (vokal), dan Taylor York (gitar), berada di Bali untuk tampil dalam Paramore Live In Concert 2011 di Lotus Pond, Garuda Wisnu Kencana, 17 Agustus 2011.

NUSA DUA, KOMPAS.com -- Grup American rock Paramore menjanjikan, para penonton konser mereka di Lotus Pond, Garuda Wisnu Kencana (GWK), Jimbaran, Bali, tepat pada ulang tahun ke-66 Hari Kemerdekaan RI, 17 Agustus 2011, akan merasakan banyak energi.

"Ini waktu yang tepat kalau kalian menyaksikan penampilan kami pada Rabu nanti (17/8/2011) di saat Hari Kemerdekaan Indonesia. Akan banyak energi nanti," kata vokalis Paramore, Hayley Williams, mewakili kedua rekannya, Jeremy Davis (bas), dan Taylor York (gitar), di Nusa Dua Convention Center, Bali, Senin (15/8/2011).

Paramore, yang diboyong oleh promotor dalam negeri ShowMaxx Entertainment ke Bali dan Jakarta, juga berjanji akan menghibur dengan lagu-lagu dari album-album yang pernah mereka keluarkan. "Pokoknya, semua lagu dari album-album kami. Mungkin, kira-kira 15 sampai 18 lagu," ucap York. "Kami akan bernyanyi, menari, dan gila-gilaan. Pokoknya, selama fans suka melakukan itu," ucapnya lagi.

Ritme Pembebasan untuk Papua

JAKARTA, KOMPAS.com -- Papua yooo.. Tanah Perjanjian Papua yoo adalah Tanah Perdamaian Papua yoo... wooo Saudara sehati, saudara sejiwa, waktunya bersinar.

Refren reggae "Tanah Perjanjian" mengalun santai. Lirik-liriknya berupa ajakan untuk bangkit. Suara Glenn Fredly bersahutan dengan penyanyi sekaligus duta reggae Indonesia Ras Muhammad.

Lagu yang dirilis bertepatan dengan HUT ke-66 RI tersebut didedikasikan bagi rakyat Papua dan bisa diunduh gratis di http://www.rollingstone.co.id/indexdownload. Pernyataan, seruan, dan ajakan untuk mencapai perdamaian di Papua, tempat seharusnya Pancasila tertanam.

"Kami ngobrol-ngobrol dan mempertanyakan masa depan Papua. Ada gap antara Papua dengan wilayah-wilayah lain yang sudah merdeka," papar Glenn.

Banyak persoalan mendera di sana. Meski memiliki kekayaan alam luar biasa, rakyat di Tanah papua belum bisa disebut sejahtera. Karena kesamaan pandangan dan visi, keduanya bersepakat mengeluarkan lagu "Tanah Perjanjian". "Kami menyanyikan dengan gaya reggae karena reggae merupakan musik perjuangan dengan ritme pembebasan," ungkapnya.

Dia bersama Ras ingin mengingatkan jangan menganggap seolah-olah tidak ada persoalan di Papua, semua telah teratasi. Bila berbicara keadilan sosial, maka seharusnya juga berlaku untuk Papua. Persatuan harus diwujudkan tanpa kekerasan.