Tuesday, July 19, 2011

Cara Memanjakan Diri ala Fitri Carlina

JAKARTA, KOMPAS.com — Hari bebas tanpa harus naik panggung berarti kesempatan buat penyanyi Fitri Carlina memanjakan diri sepuasnya. Penyanyi kelahiran Banyuwangi, Jawa Timur, 29 Mei 1987, ini bakal asyik menikmati segala perawatan tubuh dari ujung kepala sampai ujung kaki, seperti perawatan wajah, manikur, dan pedikur.

Dia bisa menghabiskan seharian itu untuk melakukan hal yang menyenangkan hatinya, sejak pagi hingga sore hari.

”Saya jarang punya kesempatan ke salon karena sibuk pentas ke berbagai kota. Makanya, kalau libur saya senang nyalon. Bikin diri cantik lagi, he-he-he. Manggung kan tidak selamanya di dalam ruangan. Jadi, kalau saya lagi sering manggung di luar ruangan pasti kulit ini jadi kusam,” ujar Fitri di Jakarta, Rabu (13/7/2011).

Lagipula, setiap kali mendapat order menyanyi di luar kota, Fitri hampir selalu mendapat penerbangan yang berangkat paling pagi. Ini berarti dia tidak sempat berlama-lama membersihkan diri.

Dia merasa harus berkejaran dengan waktu. Padahal, sebagai figur publik, dia harus tetap tampil menarik.

”Saya kan harus tampil bersih dan cantik. Jadi, mandinya tetap meski hanya menyeka tubuh, mandi koboi, ha-ha-ha. Kadang saya hanya mendapat seember air untuk mandi. Ini artinya enggak boleh boros air, tapi harus tetap wangi,” cerita adik penyanyi Nini Carlina itu.

Dian Sastro Lahirkan Bayi Laki-laki

Dian Paramita Sastrowardoyo dan suaminya, Maulana Indraguna Sutowo, sehabis menjalani akad nikah di Jakarta, 18 Mei 2010.

JAKARTA, KOMPAS.com -- Kabar bahagia datang dari pasangan bintang film yang juga model iklan Dian Paramita Sastrowardoyo dan suaminya, pengusaha muda Maulana Indraguna Sutowo. Keduanya dikaruniai seorang bayi laki-laki.

Dian, pemeran Cinta dalam film Ada Apa Dengan Cinta? (AADC), menjalani persalinan  di Rumah Sakit YPK, Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (17/7/2011) puku 15.00 WIB.

Saat dikonfirmasi, Wisnu, manajer Dian, membenarkan bahwa artis yang ditanganinya itu telah melahirkan bayi laki-laki secara normal. "Iya betul di Rumah Sakit YPK. Anaknya laki. Berat badan 3,03 kilogram dan tinggi 48 sentimeter. Proses lahirannya normal," jelas Wisnu.

Namun hingga saat ini Wisnu belum mengetahui nama yang akan diberikan Dian dan Indra untuk anak pertamanya itu. "Untuk nama saat ini aku belum tahu, kemarin sudah ada beberapa nama, cuma belum tahu kalau keluarga sudah menetapkan apa belum. Karena untuk saat ini aku belum tahu," tuntas Wisnu.

Dian dan Indra resmi menjadi pasangan suami istri setelah melangsungkan akad nikah di Ballroom Hotel Dharmawangsa, Jakarta Selatan, 18 Mei 2010. Sementara resepsi pernikahan pasangan tersebut berlangsung secara mewah di Plenary Hall, JCC, Jakarta 22 Mei 2010 lalu.

Monday, July 18, 2011

Merasa Dipermainkan, Powerslaves Hentikan Pertunjukan

Band rock n' roll Powerslaves tampil di Gelanggang Olahraga Bahurekso, Kendal, Sabtu (16/7/2011) malam, hanya dengan empat dari 14 lagu yang mereka janjikan, karena sound system bermasalah.

KENDAL KOMPAS.com -- Band rock n' roll dari Semarang yang pernah terkenal lewat album Metal Kecil (1994), Powerslaves, menghentikan pertunjukan mereka yang belum kelar di Gedung Olahraga Bahurekso, Kendal, Jawa Tengah, Sabtu (16/7/2011) malam. Grup yang lahir pada 1991 tersebut turun panggung sebelum waktunya, gara-gara sound system bermasalah.

Powerslaves--Heidy Ibrahim (vokal), Anwar Fatahilah (bas), Acho Jibrany (lead guitar), Wiwiek Sudarno (keyboard), Robby No Limit (gitar pendukung), dan Firdy (drum pendukung)--hanya menyuguhkan empat lagu. Padahal, dalam jumpa pers Sabtu siang, mereka menjanjikan akan menyajikan 14 lagu. Mereka terpaksa berhenti bermain karena sound system tak memenuhi syarat untuk menunjang penampilan mereka.  

Tanda-tanda sound system bermasalah sudah terlihat sejak sound check. Waktu tes sound dimulai, yang dijadwalkan pada Sabtu sore, molor sampai kira-kira pukul 19.45 WIB,  menjelang Powerslaves seharusnya tampil. Hingga pukul 21.00 WIB pun, sound check belum kunjung beres. Musik belum juga terdengar.

Para personel Powerslaves tampak sempat jengkel. Bahkan, ketika tes sound, Wiwik sempat turun panggung, karena bunyi keyboardnya tidak masuk ke sound system.

Para penonton asal Kendal dan sekitarnya, yang berjumlah ratusan orang dan telah menunggu sejak pukul 19.00 WIB, mulai berteriak-teriak. Beberapa band lokal yang dijadwalkan membuka konser tersebut pun sudah harus tampil. Akhirnya, sound check dihentikan.  

Dengan sound seadanya, konser Powerslaves itu dibuka oleh grup Green Organic, yang membawakan lagu-lagu "Sudah Kubilang" dan "Sayang Kamu", serta band-band Kereta Rock N Roll dan Rock Star. "Kacau, sound tidak keluar. Anak-anak asuh saya jadi panik dan tidak bisa main dengan maksimal," kata Kristanto, pengasuh Green Organic.

Kira-kira pukul 21. 45, Powerlaves akhirnya naik ke pentas. Sebetulnya, grup yang akan merilsi album baru pada 2012 tersebut belum puas akan sound itu. Namun, mereka tetap  manggung. "Selamat malam Kendal. Kami akan main sebaik mungkin, meskipun sound system tidak maksimal," seru vokalis Power Slaves, Heidy Ibrahim. Lalu, ia pun membuka penampilan Powerslaves dengan lagu "Inside".

Apa yang tak mereka inginkan terjadi. Sound system bermasalah. Vokal Heidy serta bunyi gitar pendukung dan keyboard tidak keluar maksimal. Yang terdengar hanya suara drum dan lead guitar.

Selesai menyanyikan lagu pertama, Heidy sempat berteriak kepada petugas sound system agar volume mikrofonnya dinaikkan. Setelah sound sedikit normal, Heidy menggulirkan "Impian". Para penonton pun tampak agak terhibur.

Tapi, sesudahnya, sound system bermasalah lagi. Mula-mula Powerslaves hampir turun panggung. Namun, setelah Anwar dengan Heidy berembuk, akhirnya mereka meneruskan penampilan mereka dengan lagu-lagu "Metal Kartoon" dan "Retorika". Sesudah itu, baru mereka meninggalkan pentas dan pulang ke hotel tempat mereka menginap. "Kami merasa dipermainkan oleh event organiser yang mengundang kami. Sound system yang disediakan untuk kami tampil sangat jelek, paling jelek di antara sound system yang pernah kami pakai saat tampil sepanjang karier saya dengan Powerslaves," kata Anwar.

Beruntung, para penonton memaklumi kondisi tersebut dan tidak marah. Mereka pulang tanpa membuat keributan, meski kecewa.

"Langit Biru": Yang Jahat Tak Selalu Jahat

JAKARTA, KOMPAS.com -- Bosan dengan film-film bertema sama di gedung bioskop? Sebuah film baru, film musikal untuk keluarga, Langit Biru, mungkin bisa menjadi pilihan lain untuk ditonton.

Langit Biru mengangkat isu kritis dalam kehidupan remaja, termasuk isu bullying (kekerasan fisik dan psikologis), dengan segar dan mudah dipahami. "Apa pun. Apa pun dalam kehidupan remaja dibahas dalam film ini. Pergaulan mereka ketika di sekolah, termasuk bullying terhadap anak," terang Hanna Carol, pencetus ide cerita sekaligus produser eksekutif film tersebut.

Film produksi Blue Caterpillar Films dan Kalyana Shira Films itu berkisah tentang  tiga anak berusia belasan dan persahabatan mereka. Mereka adalah Biru, Tomtim, dan Amanda.

Tomtim, laki-laki, baik, sopan, dan disenangi semua orang. Namun, ia memiliki sindrom Attention Deficit Disorder (ADD), yang menyebabkannya tak fokus menyelesaikan sesuatu apalagi ketika perhatiannya teralihkan. Tomtim menjadi sasaran empuk bullying di sekolahnya, tapi selalu dibela dua perempuan teman setianya, Biru dan Amanda.

Biru, gadis cantik tomboi yang setia kawan. Ia ditinggalkan oleh ibunya sejak berumur tujuh tahun dan memiliki ayah pilot yang selalu berjarak dengannya karena kesibukan kerja luar biasa. Biru selalu rindu kepada ibunya, sampai-sampai menjadi trauma dengan menyingkirkan benda-benda yang bisa mengingatkannya kepada sang bunda.

Berbeda dengan Biru, Amanda perempuan feminim. Sifatnya yang lembut dan sabar menjadi penengah jika Biru dengan Tomtim bertengkar. Amanda memiliki adik bernama Brandon, jago tari.

Di seberang mereka ada geng pelaku bullying, yang terdiri dari pemimpinnya, Bruno, beserta teman-temannya, Jason, Erlangga, dan Samuel. Film tak mengondisikan dikotomi geng baik (si Biru) dan geng jahat (Bruno) sepenuhnya. Bruno memiliki kasih sayang luar biasa kepada adiknya, Holly, yang menderita down syndrom. Ayah Bruno telah lama meninggal, sedangkan ibunya seorang perempuan karier tangguh dan pekerja keras. Bruno juga diam-diam tertarik kepada tari hip-hop.

Begitu-begitu, Jason juga baik hati dan setia kawan. Dirinya pun sebenarnya memendam rasa kepada Amanda, yang berbeda suku-bangsa. Sementara itu, Erlangga suka nyeletuk dan ikut-ikutan. Tak selamanya jahat selalu jahat, baik selalu baik.

Film yang naskahnya ditulis oleh Melissa Karim Tampubolon dan disutradarai oleh Lasya F Sutanto itu tampaknya hendak menyuarakan Say No to Bullying, sebuah tanggapan kontra sekaligus pendekatan berbeda terhadap maraknya kasus bullying atas anak. "Ide ceritanya dari saya. Kemudian saya berunding dengan Mbak Nia Dinata (produser), dapat masukan lagi. Lalu, bersama Melissa dan bertemu lagi dengan Lasya. Film berangkat dari keseharian, pesan akan disampaikan dengan kesan tak menggurui. Cast anak-anaknya pun terjadi mengalir," terang Hanna lagi.

Pendalaman karakter anak-anak dalam kehidupan keluarganya diusahakan untuk menjadi pencerahan dari film itu untuk memahami maraknya kasus bullying terhadap anak dan remaja. "Unsur persahabatan, kemanusiaan, dan kekuatan cinta keluarga, dipaparkan dalam bentuk yang mudah dicerna, berbalut drama dan musikal," tulis Hanna dalam keterangan persnya.

Film tersebut direncanakan akan diluncurkan pada pertengahan November 2011. "Mulai besok (Sabtu, 16/7/2011) ini syutingnya dimulai," kata Hanna, yang juga penulis seri buku tentang parenting A Box of Chocolates.

Dari Anissa Pinandita (Biru), Jeje Soekarni (Tomtim), Beby Natalie (Amanda), Cody McClendon (Bruno), Patton Ottlivio (Jason), Jonathan Prasetyo (Erlangga), dan Samuel Nathanael Carol (Samuel), hingga Ari Wibowo (ayah Biru) dan Donna Harun (ibu Tomtim) ambil bagian dalam film tersebut. Film berdurasi 90 menit itu juga menjanjikan musik dan koreografi menarik. Untuk itu, dilibatkan Yosi Mokallu (Project Pop), Saykoji, Jflow, Bella Prasetyo, dan balerina Adella Fauzi.

Hati-hati Tertipu Tawaran Tiket Konser Linkin Park

JAKARTA, KOMPAS.com -- Jika Anda menjadi salah satu orang yang paling menantikan konser grup rock asal AS, Linkin Park di Jakarta pada 21 September 2011 nanti, sebaiknya harap berhati-hati dengan penawaran pembelian tiket konser yang dijual secara online.

Pasalnya, salah satu sahabat bintang film Asri mengaku tertipu dengan modus penjualan tiket secara online yang disebar melalui pesan Broadcast BlackBerry Messanger. "Temanku tertipu Rp 5 juta setelah dia terima broadcast message penjualan tiket konser Linkin Park," kata Asri saat dihubungi via telepon genggamnya di Jakarta, Sabtu (16/7/2011).

Semula teman Asri tak curiga. "Temanku enggak curiga, karena situs www.parkticket.webs.com itu meyakinkan sekali dan bisa diakses seperti situs jual tiket online Ibu Dibyo gitu," jelas Asri.

Tanpa curiga teman Asri langsung memesan dua tiket seharga Rp 2,5 juta. "Temanku langsung booking dua tiket. Satunya Rp 2,5 juta, jadi semua Rp 5 juta. Dia isi form-nya di situs itu, enggak lama kemudian ada balasan via sms bilang 'Anda berhasil booking tiket, silakan transfer Rp 5 juta'," kata Asri membacakan isi sms penipuan tersebut.

Nah, setelah transfer itu barulah teman Asri menyadari dirinya tertipu. "Setelah transfer temenku sms nomernya enggak dibalas, ditelepon enggak diangkat. Dia kena tipu," jelas Asri.

Namun, karena penasaran, akhirnya Asri berinisiatif menggunakan nomer pribadinya untuk menghubungi telepon yang bersangkutan. "Kan pastinya nomer HP temanku sudah di-save si penipunya jadi pasti ketahuan kalau pakai nomer temanku. Jadi aku coba telepon pakai nomerku, enggak tahunya diangkat," kata Asri.

Ketika telepon diangkat, Asri langsung menaruh curiga. "Kalau agen tiket resmi pasti dari cara angkat teleponnya sudah profesional, seperti 'Selamat siang dengan agen tiket, ada yang bisa dibantu?', nah ini enggak seperti itu. Saya tanya kantornya buat ambil tiket juga dijawab seadanya. Saya tanya promotornya siapa, kok malah ditutup," ujar Asri.

Atas kejadian yang menimpa temannya itu, Asri mengimbau agar lebih berhati-hati untuk membeli tiket secara online. "Jangan sampai terjadi ke yang lainnya, kalau bisa beli tiket di agen resmi yang sudah ada namanya," pesan Asri.

Berikut isi pesan broadcast yang diduga penipuan: "Saksikan LIVE Konser 'LINKIN PARK A THOUSAND SUN 2011'21/09/2011 di STADIUM Utama GBK. Info Pemesanan ticket: www.parkticket.webs.com atau Hub (0812-8635-5767)"

Alexis Jordan Lebih Suka Sabun Daripada Bunga

LOS ANGELES, KOMPAS.com -- Alexis Jordan, penyanyi dan aktris asal Columbia, mengungkapkan bahwa ia ngin mengeluarkan parfum yang berbau seperti sabun.

Menurut pemilik nama lengkap Alexis Lynne Jordan ini, bagi sebagian selebriti lain mungkin harum bunga merupakan aroma yang segar. Namun, bagi pemilik single "Happiness" (2010) ini, wangi yang paling segar adalah bau sabun.

Ketika ditannya akan diberi nama apa parfum itu, penyanyi lagu "Good Girl" ini menjawab, "Saya tidak bisa mengatakan kepada anda, karena jika saya memberi tahu sebuah nama yang dahsyat, seseorang mungkin akan mencurinya! Parfum itu akan berbau sangat segar, seperti sabun. Saya suka bau sabun."

Cewek-cewek Menjerit, David Archuleta Basah

JAKARTA, KOMPAS.com -- Untuk pertama kali, Runner Up American Idol 2008, David James Archuleta atau David Archie, tampil di Indonesia. Ia menghibuar para penonton Teens Concert 2011 di Lapangan D Senayan, Jakarta, Sabtu 916/7/2011).       

Sebelum pencetak hit "Crush" itu muncul, pada tujuh layar di panggung (satu di belakang, tiga kanan, dan tiga kiri) ditayangkan pernyataan Archie mengenai konsernya di Indonesia. Dalam tayangan tersebut, Archie  mengutarakan keinginannya untuk memberi penampilan terbaiknya pada konser itu.  

Archie, dengan band pengiringnya, membuka pertunjukannya dengan lagu "Stomping the Roses". Penampilannya enerjik. Tak sedikit dirinya mondar-mandir dari dan ke setiap sudut panggung sambil menepuk telapak tangan banyak penonton yang diulurkan kepadanya. Pria kelahiran 28 Desember 1990 ini juga banyak berjingkrak-jingkrak dan melompat lincah. Para penonton, yang sebagian besar cewek remaja, menjerit dan berteriak histeris dibuatnya.

Karena kelincahannya itu, sempat terlihat ia terengah-engah. Namun, ia bisa segera mengatur kembali napasnya. "Hello Jakarta!!!" sapanya. Lagi-lagi, para penonton menjerit histeris.

Para penonton terus dihajar oleh Archie dengan dua lagu berikutnya, "To Other Side of Down" (salah satu lagu dari album terbarunya yang hendak dipromosikan lewat tur Asianya, termasuk Indonesia) dan "A Little Too Not Over You".  

Sebelum memasuki bagian lagu-lagu cover version, Archie, yang menerima banyak hadiah dari para penggemarnya, sempat mengomentari aksi enerjiknya. "Saya basah, saya berkeringat sekali malam ini, he he he," ujarnya. Keringat memang mengalir dari tubuhnya yang berbalut t-shirt putih berkerah V dan berlapis kemeja santai lengan panjang warna pink yang dibiarkannya terbuka.

Penampilan Archie berlanjut sampai lewat tengah malam. Jeritan dan teriakan para cewek remaja pun seperti tak putus-putusnya.

Mike Lewis Mulai Terbiasa Mengganti Popok

JAKARTA, KOMPAS.com -- Di tengah kesibukannya, pasangan artis peran Mike Lewis dan Tamara Bleszynski, mengaku saling bahu membahu dalam mengurus anak pertama mereka, Kenzou Leon Blezynski Lewis.

"Kenzou sudah enam bulan, perkembangan dia it's really interesting, lihat perkembangan dia saya sangat bahagia lihatnya," kata Mike dalam wawancara di Balai Sarbini, Kamis (14/7/2011) lalu.

Jika Tamara sibuk, Mike berupaya menggantikan peran istrinya tersebut untuk sekadar mengganti popok Kenzou. "Kami lagi fokus menjaga dia, kalau saya shooting Tamara yang jaga dia di rumah, dan sebaliknya kalau Tamara yang shooting aku yang harus take care Kenzo, sepertis sudah mandiin beberapa kali, gantiin popok, berenang, nge-gym kadang-kadang sama dia. Dia sudah hampir ngomong, papa papa," cerita Mike.

"Iya, namanya sudah menjadi bapak harus berbagi tugas. Makanya sekarang waktu untuk diri sendiri hampir enggak ada dan harus sama keluarga terus, I love it," lanjutnya.

Namun, karena Kenzou masih memerlukan ektra perhatian, akhirnya Tamara lebih mengutamakan anaknya daripada harus menghabiskan waktunya di lokasi shooting. "Kalau dia mau ambil kerjaan, pasti dikompromikan sama saya untuk jaga Kenzou, biar dia ada paruh waktu untuk shooting. Sekarang saya lagi sibuk shooting makanya dia yang tugasnya jagain Kenzou," jelas Mike.

Sunday, July 17, 2011

Zaky Zimah: Cadel yang Bawa Berkah

JAKARTA, KOMPAS.com - Selama ini orang masih menganggap bahwa cadel atau ketidakmampuan seseorang melafalkan dengan benar huruf r sebagai sebuah kekurangan. Mulanya, pesinetron sekaligus pemain film Zaky Zimah merasakan hal yang sama.

Belakangan, dirinya baru menyadari bahwa cadel yang dimilikinya justru membawa berkah. "Gue makin lama makin mikir ternyata kalau lu cadel, lu jadi bikin orang gampang nginget lu. Ada sesuatu yang khas aja di diri lu yang buat orang gampang ngenginget, " kata Zaky ketika ditemui di Jakarta, baru-baru ini.

Seperti halnya orang yang bernasib sama, Zaky sejak kecil kerap diledek. "Gue sering diledek dari kecil. Tapi saat itu pula, orangtua selalu nekenin ke gue cadel itu biasa saja, bukan sesuatu yang aneh. Lama-lama gue kebiasa juga," jelasnya.

Pria yang kerap bermain sinetron khas Betawi tersebut pun menceritakan pengalaman yang menurutnya unik akibat kecadelannya. "Kalau lagi baca di kelas itu yang bikin gue minder. Sekelas bisa ketawa mulu kayak di stadion. Tapi, ya itu , lama-lama gue kebal, ha- ha-ha ," paparnya.

Salah satu kemujuran dari cadel yang sering dianggap sebagai kekurangan adalah membuatnya menjadi laku di dunia hiburan. Ditambah dengan tampang yang lugu, Zaky acap kali berperan sebagai sosok komedian atau bahan lelucon di setiap karakter yang dia mainkan, seperti di peran terbarunya, Ada Apa dengan Pocong. 

Widy "Vierra" Akhirnya Buka Mulut

JAKARTA, KOMPAS.com - Vokalis band Vierra Widy Soediro Nichlany akhirnya buka mulut mengenai peristiwa penculikan dan dugaan tindak pelecehan yang dialaminya pada Rabu, (6/7/2011) lalu setelah menjalani pemeriksaan selama lima jam di Polres Metro Jakarta Selatan, Jumat (15/7/2011).

Sekitar pukul 14.00 WIB, Widy datang dengan ditemani kuasa hukumnya, Minola Sebayang SH untuk memberikan keterangan kepada penyidik. Selama di ruang penyidik, sebanyak 23 pertanyaan dilontarkan polisi kepada Widy mengenai kronologi peristiwa yang dialaminya guna dibukukan ke dalam berita acara pemeriksaan (BAP). Begitu waktu menunjukkan pukul 19.00, Widy akhirnya bersedia meladeni awak media.

"Malas buat mengingat ulang. Jadi nyalahin diri sendiri, apalagi pas curhat. Aku suka memeluk Mama karena sedih," kata Widy menahan lelehan air matanya.

Menurutnya, saat kejadian ia sempat melawan bahkan berteriak untuk mendapat pertolongan. "Kalau misalkan aku enggak sadar, enggak mungkin aku jalan sendirian, bisa melawan dan sampai berteriak-teriak agar dilepaskan," jelas Widy.

Semenjak kejadian tersebut, Widy yang sempat menenangkan diri di Singapura mengaku kacau balau. "Enggak kenal sama pelaku dan enggak pernah lihat sebelumnya. Kacau-balau, sekarang pengin istirahat saja," ujarnya.

Widy menjadi korban pelecehan setelah sebelumnya dipaksa masuk ke dalam Honda Civic hitam di kawasan Kemang, Jakarta Selatan. Selama 30 menit, ia disekap di dalam mobil. Saat ini Widy berharap ketiga kawanan pria misterius itu bisa segera diungkap dan ditangkap aparat penegak hukum.

Sheza Idris Tolak Dijodohkan Orangtua

JAKARTA, KOMPAS.com - Aktris film televisi Sheza Idris mulai galau setelah saudara perempuannya Shezi Idris melepas masa lajangnya beberapa waktu lalu. Kegalauan Sheza diakuinya karena hingga kini dirinya belum juga memiliki kekasih.

"Pengin banget punya pasangan, jodoh, jadi enggak sendirian. Waktu Shezi nikah, aku dikomporin kapan nyusul. Lama kelamaan mikir, berarti harus cari pacar sekarang," kata Sheza dalam wawancara di Balai Sarbini Kamis, (14/7/2011) lalu.

Untuk hubungan percintaan, Sheza mengaku sedikit acuh. Karena itu, pihak keluarga menjadi gemas dan berupaya menjodohkannya. Itu pun ditolak Sheza. "Sempat beberapa kali dijodohin, tapi enggak mau karena enggak klop, mending nyari sendiri," ujar Sheza.

"Dekat-dekat sih ada, sampai ke hati belum," lanjutnya.

Kalau pun nanti memiliki kekasih, Sheza punya syarat yang harus dipenuhi lelaki penakluk hatinya. "Tipenya, sayang ke aku dan keluarga, bisa terima aku apa adanya, pengin yang lebih tua biar bisa ngemong aku. Profesi apa saja, polisi, tentara biar yang terbaik dari Tuhan," jelas Sheza.

Namun, lagi-lagi Sheza cukup santai dan enggan menargetkan memiliki kekasih dan menyusul Shezi untuk segera berumah tangga. "Target enggak ada, takutnya enggak tercapai, takutnya drop malahan. Aku kan lagi mau skripsi, jadi konsen banget, yang penting karier dan pendidikan saja dulu," imbuh Sheza.

Beredar, Video "Hamil Duluan" Shinta-Jojo

JAKARTA, KOMPAS.com — Duet vokalis lipsync Shinta dan Jojo kembali "berulah" di jagat maya. Kali ini, keduanya tampil seperti perempuan hamil sambil bernyanyi lipsync sebuah lagu berjudul "Hamil Duluan". 

Dalam video yang diunggah di lama YouTube itu, tingkah dan gaya Shinta-Jojo tak kalah lucu dengan penampilannya di video "Keong Racun", yang membuatnya menjadi sosok yang terkenal.

Aksi "gila" Shinta dan Jojo mulai dilirik pengunjung YouTube. Sejak diunggah awal Juni lalu, video "Hamil Duluan" ala Shinta-Jojo mulai dilihat banyak orang. Hingga Sabtu (16/7/2011) pengunjungnya sudah mencapai 5.013 view.  

"Hamil Duluan" merupakan lagu ciptaan Tjahjadi Djanata Ishak, yang dipopulerkan pedangdut Tuty Wibowo. Liriknya yang ringan dengan pesan yang begitu telanjang terkait fenomena hamil duluan juga menjadi daya tarik tersendiri. Lihat saja lirik lagunya.

Awalnya aku cium ciuman/akhirnya aku peluk pelukan/tak sadar aku di rayu setan tak sadar aku ku kebablasan/ku hamil duluan sudah tiga bulan/gara gara pacaran tidurnya berduaan/ku hamil duluan sudah tiga bulan/gara gara pacaran suka gelap gelapan.../ o...owww aku hamil duluan/ oo... oww... sudah tiga bulan. Lagu-lagu seperti inilah yang kemudian dilirik Shinta-Jojo sebagai bahan "guyonannya" di media YouTube. Hasilnya memang luar biasa. Aksi Shinta-Jojo mencuri perhatian. Lihat saja, video pertama mereka, "Keong Racun",  dikunjungi banyak orang dengan jumlah pengunjung mencapai angka 6,967,727 view setelah diunggah akun starkyjogja pada 18 Juni 2010. 

Jumlah ini masih di atas jumlah pengunjung aksi Briptu Norman Kamaru, yang beraksi serupa dengan melantunkan single "Chaiyya Chaiyya", yang mencapai tingkatan pengunjung sebesar 2.413.286 view.

Dalam aksi terbarunya di video "Hamil Duluan", Shinta-Jojo justru makin lucu. Seolah ingin menguatkan lirik lagu yang mereka bawakan, keduanya berakting layaknya perempuan yang tengah berbadan dua sambil berjoget-joget dengan gaya khas keduanya.  

Dengan Batik Berpayet, Sheza Idris Tak Perlu Aksesori

JAKARTA, KOMPAS.com -- Busana batik berhias payet sudah ramai. Jadi, tak diperlukan lagi aksesori bersamanya. Begitu kata artis peran Sheza Idris.   

Sheza menyukai busana batik berpayet. "Tema batik sering banget. Dikombinasikan dengan payet, seru saja, batik jadi enggak monoton, lebih mengedepankan Indonesia," kata Sheza.

Kamis lalu (14/7/2011), misalnya, dalam sebuah acara dunia hiburan di Jakarta, Sheza hadir dengan mengenakan busana batik yang pada bagian dadanya dipenuhi payet. Busana tersebut dirancang oleh Raden Mas Sirait.

Dengan mengenakan busana itu, ia mengaku tak perlu lagi aksesori berupa kalung dan anting. "Di bagian dada sudah ramai banget, jadi enggak pakai perhiasan yang ramai. Pokoknya, full payet," jelas Sheza.

Satu yang pasti, aku Sheza lagi, ia merasa nyaman dengan busana tersebut. "Nyaman banget. Kalau enggak nyaman, enggak PD (percaya diri)," ujarnya.

Addie MS Gaet Anak Muda lewat Twitter

JAKARTA, KOMPAS.com -- Pemimpin Twilite Orchestra, Addie MS, memanfaatkan situs jejaring sosial micro blogging Twitter, yang sedang digemari di dunia, untuk menemukan talenta belia Indonesia yang hendak direkrutnya.

"Merekrut pemain, unik sekali. Saya melakukannya lewat Twitter. Dari situ saya audisi lagi," jelas Addie, yang menggelar Konser 20 Tahun Twilite Orchestra, Cantabile 2, di Aula Simfonia, Kemayoran, Jakarta, Sabtu (16/7/2011) malam.

Cara yang ditempuhnya itu, menurut Addie, memberi hasil luar biasa. "Hasilnya, luar biasa. Ada yang (berusia) belasan tahun. Kalau tidak dari Twitter, saya tidak ketemu mereka yang masih teenager," ungkapnya.

Addie kemudian menyeleksi mereka hingga tinggal lima pemain musik saja. "Karena yang kami buka audisi string, yang terdiri dari biola, cello, kontra bas, akhirnya kami mendapatkan lima musisi muda," terang Addie.

Bukan menjaring talenta belia saja yang dilakukan oleh Addie melalui Twitter. Tema  Cantabile 2 dalam Konser 20 Tahun orkestra yang dipimpinnya itu pun terpilih dalam voting melalui Twitter. "Saya banyak mendapat masukan dari Twitter, jadi saya memanfaatkan teknologi remaja zaman sekarang untuk musik klasik, supaya musik klasik kontekstual," jelas Addie. "Terus terang, saya kurang mengerti mengenai Nodame Cantabile, cerita yang ditulis Tomoko Ninomiya. Untuk mementaskannya ke musik simfoni akhirnya dapat masukan untuk memainkan karya-karya klasikal komponis ternama seperti Glinka, Tchaikovsky, Beethoven, Ravel, sampai Dvorak," sambung Addie. "Terus terang saja, dari Twilite Orchestra berdiri 20 tahun lalu, saya terus mengenalkan musik simfoni dengan berbagai cara," tuntasnya.

Saturday, July 16, 2011

David Archuleta "Kepincut" Gurame

JAKARTA, KOMPAS.com -- Di panggung Teens Concert 2011, Sabtu (16/7/2011) malam di Lapangan D Senayan, Jakarta, Runner Up American Idol 2008, David James Archuleta alias David Archuleta atau David Archie, sempat menyatakan kekagumannya akan masakan Indonesia.

Aku Archie, selama beberapa jam saja berada di Jakarta, penyanyi lagu "Something 'Bout Love" ini sudah kepincut hidangan ikan gurame. "Kalian memiliki makanan yang enak-enak. Kalian sungguh beruntung. Saya baru saja makan Gurame (kata gurame dilafalkannya dalam bahasa Indonesia). Enak," tutur pria dari Utah (AS) ini. Para penonton yang memenuhi area dekat panggung pun tertawa mendengarnya.  

Archie mengaku pula senang berkunjung ke Jakarta. "Saya merasa senang berkunjung ke sini. Ini pertama kali saya ke sini. Kalian semua luar biasa, kalian semua hebat," ucapnya.

Sebelumnya, melalui akun twitternya, @DavidArchie, ia bercerita sempat menjelajah ke sebuah lokasi wisata di Jakarta sebelum tampil dalam Teens Concert 2011. "Just went to the Museum Gajah and learned about some Indonesian culture and history. Really cool," begitu tulisnya.

Pria kelahiran 28 Desember 1990 ini datang ke Jakarta dalam rangkaian tur Asia-nya untuk mempromosikan album baru, The Other Side of Down, edisi tur Asia-nya. Vokalis yang juga bisa bermain piano ini menghibur para penonton di Jakarta selama kira-kira dua jam.