Saturday, June 18, 2011

Senk Lotta: Tetap Utamakan Kuliah

JAKARTA, KOMPAS.com — Sejak memulai karier di dunia modelling, perempuan asal Uzbekistan, Senk Lotta, makin bersinar saja. Penampilan rupawan khas Asia Tengah dan keluwesannya beradaptasi dengan lingkungan baru menjadi senjata ampuh bagi Senk untuk menaklukkan dunia model Indonesia.

Meski kesuksesan telah dalam genggamannya, Senk mengaku tetap memprioritaskan pendidikan demi masa depannya. "Saya juga kuliah. Saya enggak mau karena aktivitas saya di dunia hiburan mengganggu pendidikan saya. Saya sangat mengutamakan masa depan saya yang lebih cerah, walaupun mungkin saya juga tidak tahu tentang masa depan nantinya," kata mantan istri aktor Fauzi Baadilah ini ketika ditemui di sela shooting video klip "Apa yang Salah" band Xirus, di kawasan Tangerang Selatan, Jumat (17/6/2011).

Saat ini, Senk baru hendak menapaki tahun pertamanya kuliah di Jurusan Marketing London School of Public Relations Jakarta. "Saya baru semester dua," ungkapnya.

Masa perkuliahan, kata dia, memberinya suasana baru nan menantang. Tak heran, sesibuk-sibuknya dia, Senk tetap berusaha agar tetap kuliah. "Kuliah saya di awal-awal nyantai, sekarang makin gila kegiatannya. Makin banyak tugas," tutup Senk.

Itu karenanya, ia memilah-milah tawaran yang datang kepadanya. "Saya kuliah dan modelling saja sudah sibuk. Apalagi nanti shooting sinetron ataupun film. Bisa-bisa waktu saya habis dan yang tersisa hanya capek. Saya enggak mau itu," ujar Senk yang berencana mengambil studi master Administrasi Bisnis dan Marketing.

Apoy "Wali": Berkah Anak di Single Baru

Personel grup musik Wali, Tommy, Apoy, Faank, dan Ovie (kiri ke kanan) saat peluncuran album terbaru mereka yang berjudul Aku Bukan Bang Toyib, di Kantor Nagaswara, Jakarta, Jumat (17/6/2011). Album berisi sepuluh lagu, di antaranya Aku Bukan Bang Toyib dan Doaku Untukmu Sayang.

JAKARTA, KOMPAS.com - Apoy, pencipta seluruh lirik lagu-lagu sekaligus gitaris band Wali, merasa bersyukur dan senang. Betapa tidak, doanya melalui single teranyar yang berjudul, "Doaku Untukmu Sayang (DUS)", dikabulkan Yang Maha Kuasa dengan dianugerahi seorang anak.

"Saya juga nggak menyangka sebelumnya. Saat lagu tercipta, saat itu pula saya nggak tahu kalau istri lagi hamil. Ini rezeki anak. Rasanya bersyukur banget," kata Apoy 'Wali' ketika ditemui di sela-sela peluncuran album terbarunya Aku Bukan Bang Toyyib di Kantor Nagaswara, Menteng, Jakarta, Jumat (17/6/2011).

Dikatakan Apou, usia kandungan sang istri saat ini memasuki usia empat bulan. Kabar bahwa istrinya sedang berbadan dua diketahui Apoy setelah ia merampungkan single tersebut.

"Eh tiba-tiba beberapa hari kemudian kita dikasih momongan pertama. Ini anugerah banget," tutur suami dari Huriyyah Agustini tersebut.

Melalui lagu barunya itu, Apoy juga berharap pesan lirik yang diciptakannya juga membawa rezeki bagi orang lain, seperti yang sedang dialaminya. "Lagu ini menceritakan ungkapan kita terhadap pasangan kami," sambung Apoy, yang membentuk band Wali pada 2008 lalu bersama dengan Faank (vokal), Tomie (drum), dan Ovie (keyboard/gitar) di Blora, Jawa Tengah, itu.

"Hey Hey Hey", Album Aktualisasi Diri Ipang "BIP"

JAKARTA, KOMPAS.com -- Belum setahun merilis album bersama grup band BIP, sang vokalis, Irfan Fahri Lazuardy atau sebut saja Ipang "BIP", merilis album solonya.  

Bukan hendak menandingi BIP atau berencana hengkang meninggalkan rekan-rekannya di BIP--Parlin Buman/Pay (gitar), Bongky Marcel Ismail/Bongky (bas), dan  Indra Chandra Setiadi/Indra (keyboard)--kehadiran album solonya itu, tegas Ipang, tak lain sebagai bentuk aktualisasi dirinya.  

Hey Hey Hey, begitu judul album solonya itu, di antaranya berisikan lagu-lagu yang sempat menjadi musik latar (original soundtrack) film-film nasional yang menjadi box office, seperti film Laskar Pelangi, Sang Pemimpi, Realita Cinta Rock and Roll, serta beberapa lagu untuk iklan.

Di album ini Ipang mengedepankan single "Tanpamu" sebagai lagu jagoan. Single ini berkisah tentang percintaan yang harus berakhir karena ditinggalkan pasangannya.

Tema cinta masih menjadi bumbu penyedap dalam menjaring pendengarnya. Meski demikian, lagu-lagu cinta yang dihadirkan Ipang di album ini bukanlah lagu-lagu cengeng yang hanya mengandalkan lirik yang terdengar lebay. Ipang justru memilih tema-tema cinta yang universal. Tak melulu hubungan manusia dengan manusia, tapi juga bagaimana manusia mencintai alam raya yang menopangnya. Langgam inilah yang kemudian menjadi ciri khas Ipang. Ya, cinta tak perlu menonjolkan kesedihan juga luka.

Jika menilik ke belakang, karier Ipang sebagai penyanyi solo telah dijalaninya ketika grup band yang pertama digawanginya, Plastik, bubar jalan. Sebagai vokalis, Ipang pun mencoba peruntungan sebagai penyanyi solo dengan mengusung genre triphop yang justru melambungkan nama pria kelahiran 6 Januari ini.

Pada tahun 2004 Ipang bergabung menjadi vokalis BIP, band bentukan Bongky, Indra dan Pay. Di tahun yang sama, BIP dengan warna baru itu  menelurkan album Udara Segar (2004). Tahun lalu, 2010, BIP pun merilis album Berangkat (2010) yang melambungkan single "Pelangi dan Matahari".

Keinginan Ipang untuk menjajal pula karier solo mendapat restu dan dukungand ari sahabat-sahabatnya, terlebih di BIP. Didit, rekannya saat di band Plastik, juga ikut ambil peran. "Didit ini partner in crime gue dalam bermusik," ujar Ipang.

Selain Didit ada Iwan, mantan Steven and the Coconute Trees, Dede Kumala yang sudah sering bekerjasama dalam single-single OST (original soundtrack). Sementara rekan-rekannya di BIP, Pay dan Bonky, serta Dede Kumala, additional-drummer BIP, ambil bagian dalam mengisi musiknya. Sedangkan Indra berperan dalam mastering lagu single-nya.  Ronni Fauzan, sahabat Ipang, juga bertindak sebagai produsernya di album ini.

"Gue masih tetap vokalis BIP. Teman-teman mendukung dan memberi  kebebasan gue untuk merilis album solo,” kata Ipang yakin.

Tak Tertarik Menyanyi, Leony Jadi Sutradara

JAKARTA, KOMPAS.com -- Nama mantan penyanyi cilik, Leony (24), kembali muncul ke pemberitaan. Bukan karena meluncurkan album baru, melainkan karena dia menjadi asisten sutradara Aria Kusumadewa dalam film Kentut yang sedang diputar di bioskop-bioskop. Ah, ternyata gadis bernama lengkap Leony Vitria Hartanti, yang waktu anak-anak tergabung dalam Trio Kwek-kwek bersama Dhea Ananda dan Alfandy, ini sudah berganti haluan.

”Aku sudah enggak tertarik menjadi penyanyi. Sekarang tertarik di bidang penyutradaraan,” tutur Leony. Dunia nyanyi profesional sudah ia tinggalkan sejak tujuh tahun lalu. Alumnus Fakultas Psikologi Universitas Pelita Harapan yang mengaku tak suka popularitas ini kini hanya bernyanyi untuk acara yang berkaitan dengan pelayanan gereja.

Perihal bidang baru yang menantang untuk ditekuni itu, Leony tak ingin belajar secara khusus, misalnya sekolah untuk menjadi sutradara di dalam atau luar negeri. ”Ah, kalau ke luar negeri buat jalan-jalan aja,” katanya sambil tertawa.

Ia lebih memilih belajar langsung dari sutradara Aria dan Maria Khomaris serta bergabung dalam komunitas pembuat film indie. ”Teori (penyutradaraan) bisa dipelajari sendiri. Menurut aku sih, pengamatan dan pengalaman (menjadi asisten sutradara) lebih penting,” katanya. (TRI)

Batal Menikah, Bos "Playboy" Tekor Rp 2 M

LOS ANGELES, KOMPAS.com -- Mau untung malah buntung, pameo itu rasanya cukup tepat mewakili kondisi yang tengah dirasakan bos Majalah Playboy, Hugh Hefner (85). Ya, keinginannya untuk menikahi perempuan yang usianya terpaut 60 tahun lebih muda darinya urung terwujud.

Malu? Sudah pasti. Bagaimana tidak, baru kali ini ia benar-benar merasa dipermalukan. Hanya lima hari menjelang pernikahannya yang akan digelar Sabtu (18/6/2011), tunangannya, Crystal Harris (25), malah kabur dan membatalkan pernikahannya.

Mau tak mau, semua impian dan persiapan pernikahan yang telah disiapkan dengan matang gagal total. Akibat kejadian tersebut, Hefner tak hanya kehilangan perempuan yang dicintainya, tapi juga kerugian materi yang lumayan besar.

Harmony Walton, analis industri dari the Bridal Bar, kepada E! Online  mengabarkan bahwa kerugian yang harus diderita Hefner ditaksir lebih dari 250.000 dollar AS atau sekitar Rp 2 milyar.

Kerugian itu meliputi barang-barang yang sudah dibeli, seperti gaun pengantin karya Romona Keveza, dekorasi, makanan untuk perjamuan hingga kue pengantin yang telah dibuat untuk hari H.

"Semua sudah dibeli dan dibayar penuh. Tidak ada pembatalan atau pengembalian barang-barang yang sudah dibeli," ujar Walton.

Di luar itu, Majalah Playboy juga harus membayar ongkos ekstra untuk pembuatan stiker-stiker bertuliskan "Runaway Bride in this issue" yang akan dipajang pada sampul edisi Juli majalah tersebut.

Seperti diketahui, Playboy memang menampilkan sosok Harris pada sampul majalah khusus pria dewasa itu. Ia berpose dengan mengenakan topi pelaut dengan judul "America Princess Introducing Ms Crystal Hefner".  

Juru bicara Playboy mengatakan pemasangan stiker-stiker itu mau tak mau harus dilakukan menyusul pembatalan tersebut. "Kita terus mengupayakan pemasangannya sebanyak mungkin."       Saat ini, Hefner dikabarkan baik-baik saja. Ia bahkan merasa beruntung karena banyak pihak yang memberinya dukungan, termasuk dari bintang Playboy Anna Berglund dan mantan kekasihnya Holly Madison.

Friday, June 17, 2011

Kuasa Hukum: Afgan Tak Khianati WannaB

Penyanyi Afgan Syahreza menggelar jumpa pers terkait laporan tuduhan pelanggaran kontrak oleh WannaB, di Menara Batavia, Jakarta, Jumat (17/6/2011). Pada Selasa 14 Juni lalu, Afgan dilaporkan ke Polres Jakarta Selatan dengan pasal 378 tentang penipuan dengan ancaman hukuman maksimal 4 tahun penjara.

JAKARTA, KOMPAS.com Vokalis Afgan Syahreza berupaya meluruskan semua berita miring yang dialamatkan kepadanya, menyusul pelaporan oleh perusahaan rekaman WannaB ke Polres Metro Jakarta Selatan terkait tudingan wanprestasi.

Melalui kuasa hukumnya, Nizammudin, Afgan membeberkan persoalan yang tengah dihadapinya. Nizammudin menjelaskan, kontrak kerja antara Afgan dan WannaB dimulai pada 14 Desember 2007 hingga 14 Desember 2009. Seperti yang tertera di dalam kontrak, Afgan berkewajiban merampungkan dua album selama dua tahun kontrak berjalan bersama WannaB. Selama perjalanan kerja sama saling menguntungkan itu, lahirlah album Convession No. 1 (2008) dan The One (2010) hingga masa kontrak pun berakhir. Namun, di saat perpanjangan kontrak tiba, permasalahan pun mulai terjadi akibat opsi perpanjangan kontrak dianggap multitafsir oleh pihak Afgan.

"Opsi kemudian tidak diatur secara jelas sehingga banyak penafsiran atas opsi tersebut. Ketika album sebelumnya sudah dilaksanakan dengan baik, sampai 25 November 2010, tidak ada penjelasan soal hak opsi tersebut. Afgan menanyakan kontrak itu. Karena tidak ada kejelasan hak opsi, Afgan akan melakukan kerja sama dengan pihak lain," urai Nizammudin dalam jumpa pers di Menara Batavia, Jakarta Barat, Jumat (17/6/2011).

Karena kontrak yang bersifat multitafsir itulah akhirnya Afgan dan WannaB saling silang pendapat. Meski begitu, lanjut Nizammudin, Afgan mengaku mau meladeni tawaran untuk menyanyikan dua lagu terakhir yang ditawarkan WannaB agar masalah kontrak bisa segera dituntaskan dengan baik.

"Afgan masih beriktikad baik, kemudian direalisasikan dengan penggunaan perdamaian. Dalam hak opsi itu ada perjanjian dua lagu yang akan dimasukan ke dalam The Best of Afgan," ungkap Nizammudin.

Sayangnya, salah satu lagu yang diajukan WannaB justru tak sesuai dengan karakter vokal pria bersuara merdu itu. "Dalam satu bulan harus memproduksi dua lagu. Afgan telah menyelesaikan satu lagu dengan iktikad baik. Pada lagu kedua, Afgan memberi saran agar lagu kedua bisa cocok dengan karakter Afgan. Maksudnya adalah untuk song of the feeling karena supaya karakternya tidak rusak akibat ketidakcocokan lagu tersebut," kupas Nizammudin.

Belum lagi masukan tersebut ditanggapi pihak label, Afgan keburu dicap mengelabui WannaB karena enggan menyanyikan lagu tersebut. "Tanggal 30 Mei 2011, pihak WannaB menyampaikan seolah-olah perjanjian ini adalah pengelabuan dari pihak Afgan ke WannaB," tandas Nizammudin.

"Kami sempat menjawab bahwa tuduhan surat itu tidak benar. Faktanya kami masih mau membicarakan lagu itu," imbuhnya.

Tanpa disangka, Selasa (14/6/2011), WannaB melalui kuasa hukumnya mengadukan Afgan ke Polres Metro Jakarta Selatan dengan tuduhan wanprestasi. "Kami sampaikan bahwa tidak ada pengkhianatan kepada WannaB. Kami masih berupaya untuk membicarakan lagu kedua," ucap Nizammudin.

Pihak Afgan pun akhirnya menyayangkan pelaporan WannaB yang dianggap tergesa-gesa. "Kami masih meragukan iktikad baik dari pengaduan itu. Ini kan kontraktual, perdata, paling tidak diselesaikan dulu dengan musyawarah. Kalau tidak bisa, baru diselesaikan di pengadilan. Itu jelas di kesepakatan," kata Nizammudin.

"Dengan pengajuan pidana, kami justru meragukan iktikad baik mereka. Ini adalah wilayah hukum perdata, kenapa dibawa ke pidana," sesalnya.

Di balik itu, Nizam justru mengendus bahwa pelaporan yang dilakukan WannaB hanya untuk mencari ketenaran semata. "Kami juga mengimbau kepada polisi untuk berhati-berhati dengan trik-trik WannaB. Kami punya asumsi bahwa trik ini merupakan alasan untuk mendapatkan popularitas dengan memanfaatkan kepopuleran Afgan," tuntas Nizammudin.

Mariah Carey Akan Luncurkan Trio Parfum

LOS ANGELES, KOMPAS.com -- Vokalis Mariah Carey akan meluncurkan sebuah trio. Bukan trio penyanyi atau pemusik, melainkan trio parfum.

Lollipop Splash the Remix, nama trio parfum yang dipasarkan sebagai edisi terbatas itu. Masing-masing dinamai sesuai dengan judul-judul lagunya--"Inseparable", "Never Forget You", dan "Vision of Love". Aromanya  Masing-masing beraroma raspberry, peony, dan purple jasmine. Botol-botolnya warna-warni. Parfum-parfum tersebut akan diluncurkan pada Juli 2011.

Marcy Fisher, vice president bagian pemasaran wewangian Elizabeth Arden, yang bekerja sama dengan Carey untuk parfum-parfumnya, mengatakan kepada situs WWD, "Aroma-aroma yang fun ditujukan untuk menunjukkan bahwa wewangian juga tak perlu begitu serius, warna-warna terang dari botol-botolnya sangat pop."   Lanjut Fisher, "Mariah selalu menginterpretasi kembali dan melakukan mixing atas musiknya, menjadikan brand-nya relevan. Ia ingin memiliki efek yang sama dengan wewangiannya, jadi ia memutuskan dengan proyek ini untuk mendekatinya dari perspektif itu."

Walaupun memiliki amat banyak parfum, Carey--yang melahirkan bayi kembar dua, Moroccan dan Monroe, pada April 2011--membenci bau yang terlalu kuat pada parfum ketika ia sedang hamil. "Saya sangat superpeka tentang segala yang berbau, hamil saat ini saya bahkan tidak bisa memercayai betapa bertambah tinggi kepekaan saya terhadap bau," kata Carey ketika itu. "Jadi, menurut saya, saya memiliki hidung yang sungguh tajam dan ini masalahnya--saya membenci parfum, cologne, saya membenci itu ketika anda berjalan masuk ke lift dan seseorang, katakanlah, menguasai ruang anda. Saya membenci wewangian yang terlalu kuat, keras," katanya lagi.

Hadapi Kontroversi Secara Bertanggungjawab!

JAKARTA, KOMPAS.com - Tak terasa, pedangdut 'goyang gergaji', Dewi Perssik, telah menapaki usia karir selama delapan tahun. Tak jarang, selama dirinya berkarir, DP, demikian Dei biasa dipanggil, sering menuai kontroversi publik, termasuk pada operasi selaput dara yang telah dilakukannya beberapa waktu lalu.

"Delapan tahun berkarir, yang namanya hujatan itu selalu ada. Tapi, saya sebagai manusia belajar dari setiap masalah supaya saya jadi manusia yang dewasa dan tetap berpegang teguh dengan prinsip saya apa adanya," kata mantan istri Saipul Jamil ini ketika dihubungi wartawan beberapa saat lalu.

DP mengaku, dirinya merasa sering mendapatkan fitnah hasil dari kontroversi. Menghadapi fitnah-fitnah yang dilayangkan padanya, DP berusaha untuk tegar dan melawannya. "Selama ini yang terpenting bagi saya, yang memfitnah saya, tidak ada yang pernah bisa membuktikan seperti yang pernah dituduhkan dari hampir delapan tahun saya berkarir," jelasnya.

Keputusan ini dibuat lantaran dirinya memang merasa sebagai jalan terbaik. "Saya, tidak bisa meminta siapapun setuju dengan apa yang saya lakukan," lanjut DP. Meskipun terdengar sedikit egois, DP berjanji akan menghadapi pro dan kontra yang menyerang kehidupan pribadinya secara bijak. Seperti apakah itu?

"Apapun keputusan dari saya, adalah sesuatu hal yang bisa dan dapat aku pertanggungjawabkan baik secara sosial masyarakat maupun agama," katanya lagi.

Afgan Tak Sudi Disebut Malin Kundang

JAKARTA, KOMPAS.com — Terpojok setelah disebut "Malin Kundang" oleh perusahaan rekaman WannaB terkait dugaan wanprestasi, vokalis bersuara merdu Afgan Syahreza akhirnya angkat bicara.

Pelantun lagu "Sadis" itu pun tak sudi disebut demikian. "Kata Malin Kundang, saya juga enggak enak nyebutnya, ya. Dari history-nya saja, itu (mengartikan) pemberontakan kepada orangtua," ucap Afgan dalam jumpa pers di Menara Batavia, Jakarta Pusat, Jumat (17/6/2011). "Saya sendiri hubungan dengan orangtua sangat baik," lanjutnya.

Jika dianggap melupakan perusahaan rekaman yang telah membesarkan namanya, maka Afgan pun juga merasa keberatan. "Saya tidak akan melupakan jasa WannaB. Saya selalu berusaha. Jadi, kata-kata yang disebutkan sangat inappropriate (tidak pantas). Saya ya kaget aja," ucapnya.

Kalaupun sekarang Afgan memilih merapat ke label lain, dia punya alasan khusus. "Sebenarnya kontrak saya dengan WannaB itu sudah berakhir, dan belum ada kontrak apa pun soal rekaman. Saya bukan pindah berpaling hati," ucap Afgan.

"Saya pengin menunjukkan the best of Afgan, ingin menunjukkan hormat saya kepada WannaB," lanjutnya.

Dengan alasan itu pula, hingga saat ini Afgan belum terikat kontrak dengan label lainnya. "Saya sampai saat ini belum dikontrak siapa-siapa untuk rekaman. Saya dengan Trinity hanya kontrak manajemen," tuntasnya.

Senk Lotta: Saya Terlalu Lama Jadi Model

JAKARTA, KOMPAS.com — Siapa sangka, profesi yang membesarkan namanya di Indonesia justru kini tengah menjemukan bagi Senk Lotta. Model asal Uzbekistan itu merasa sudah terlalu lama berkecimpung di dunia model dan berharap bisa menekuni karier lainnya.

"Saya mulai modelling waktu umur 14 tahun. Saya rasa sudah terlalu lama di modelling, jadi saya harus mencari sesuatu yang baru," tutur mantan istri Oji—sapaan akrab Fauzi Baadilah—di Kawasan Bintaro, Tangerang Selatan, Jumat (17/6/2011).

Setelah dilihat-lihat, ternyata Senk merasa bidang bisnis menjadi salah satu prioritas karier masa depannya kelak. "Karenanya, saya pilih jurusan marketing saat kuliah sekarang. Saya juga berencana mengambil master di bidang administrasi bisnis kelak," ucap Senk.

Bidang bisnis apakah itu, Senk? "Saya rasa, saya juga suka masakan Indonesia. Mungkin saya mau buka restoran. Namun, saya belum tahu restoran masakan daerah mana. Saya juga masih belum tahu seperti apa ke depannya. Saya coba tekuni dan pelajari dulu saja," ucapnya.

Salah satu hal yang menurut Senk perlu dipelajari adalah mengenai masalah perizinan bisnis di Indonesia. "Saya rasa memulai bisnis di Indonesia penuh tantangan dan cukup sulit. Kalau untuk sekarang, saya belum terlalu memikirkan," ujarnya. Meski begitu, soal modelling, Senk mengaku menyukai variasi busana yang ada di Indonesia.

"Apalagi di Indonesia dengan cuaca yang sangat baik bagi saya, ini berbeda dengan negara asal saya. Saya juga suka segala sesuatu yang berbau outdoor di sini," kata Senk.

Saat itu, di tengah teriknya matahari yang menyengat, Senk sendiri terlihat santai dan menikmati pakaian "ala kadarnya". Jelang syuting videoklip yang menjadikannya seorang model, dia hanya memakai setelan celana jins pendek di atas lutut warna biru plus baju berkerah kotak-kotak berlengan yang dilipat.

ADA Band: Lebih Lelaki tapi Tetap Romantis

JAKARTA, KOMPAS.com -- Bersama penggebuk drum baru, Ada Band siap meluncurkan album ke-10. Single pertama album baru Ada Band, ”Sendiri”, sudah beredar dan mulai kerap diputar di radio.

Pencabik bas Ada Band, Dika Satjadibrata, menuturkan, ”Sendiri” dikerjakan selama tiga hari. Menurut dia, meski ”Sendiri” berirama slow dan mellow, kemasannya terasa beda karena ”Sendiri” dimainkan tanpa suara piano.

”Secara keseluruhan, sound lagu-lagu baru Ada Band lebih nge-rock. Karakter Donnie (vokalis) juga akan terasa lebih ’laki’. Tetapi, ciri romantis Ada Band tetap ada,” papar Dika.

Secara visual, penampilan Ada Band juga semakin muda dan segar. ”Kemarin kami sudah sesi foto dan sukses terlihat lebih muda,” kata Dika. Sejumlah hit yang ditelurkan Ada Band antara lain Ayah, Manusia Bodoh, dan Haruskah Ku Mati.

Menyikapi pasar musik yang terus berubah, Dika mengungkapkan bahwa Ada Band berupaya untuk membaca kebutuhan pasar. ”Soal lirik puitis, misalnya, sekarang tetap dipakai, tetapi lebih lugas. Industri menuntut yang gampang dicerna,” katanya.

Bersama Adi yang mantan penggebuk drum Tipe-X dan Teaser, Ada Band yang terakhir digawangi Dika, Donnie, dan Marshal (gitar) melahirkan lagu-lagu penuh beat. ”Adi langsung berkontribusi dengan menyumbang beberapa lagu,” ujar Dika. (DOE)

Thursday, June 16, 2011

Senk Lotta: Ingin Jadi WNI

JAKARTA, KOMPAS.com -- Jatuh hati kepada Indonesia dengan segala macam keunikan dan perbedaan yang tidak ditemui di negara asalnya membuat model cantik asal Uzbekistan, Senk Lotta, betah berlama-lama tinggal di negeri 'Sabang-Merauke' ini.

Alasan itu pulalah yang membuat Senk berencana memboyong orangtuanya menetap di Indonesia. "Saya betah tinggal di sini. Bahasa, saya juga lumayan bisa. Saya juga banyak teman di sini. Iya, saya tertarik untuk menjadi warga negara Indonesia (WNI)," ujar mantan istri aktor Fauzi Baadilah itu, di sela shooting video klip 'Apa yang Salah' milik Band Xirus, di Kawasan Bintaro, Tangerang Selatan, Jumat (17/6/2011).

Diakui Senk, selain keramahan dan kehangatan orang Indonesia, cuaca dan makanan juga menjadi alasannya. Kondisi inilah yang membuat Senk betah berlama-lama di Indonesia. Tak jarang, orangtuanya di Uzbekistan begitu merindukan kehadirannya. "Mereka minta saya untuk kembali. Ibu saya di sana merindukan sekali saya. Tapi ini kehidupanku sekarang. Saya senang dengan kehidupanku di sini," cerita Senk.

Karenanya, terbesit pula di benak Senk keinginan untuk memboyong orangtuanya kelak ke Indonesia. "Sering terpikirkan, kalau sudah stabil dan sukses kelak, pengin bawa orangtua ke sini," harapnya Senk yang berencana berbisnis kuliner di Indonesia.  

Thursday, June 9, 2011

Yenny Rachman Desak Deddy Mizwar Mundur

JAKARTA, KOMPAS.com - Kisruh Kongres Persatuan Artis Film Indonesia (Parfi) kian memanas. Setelah sempat kongres itu dituduh sarat kecurangan yang melibatkan Ketua Panitia Pelaksana Kongres, Aa Gatot Brajamusti, kini aktor senior Deddy Mizwar pun turut terkena imbasnya karena dinilai mendukung hasil kongres tersebut.

Hasil kongres itu memenangkan Aa Gatot Brajamusti sebagai Ketua Parfi periode 2011-2015. Pada saat itu, banyak anggota Parfi yang akhirnya memilih walk out karena kongres berlangsung kisruh dan ditengarai banyak keanggotaan fiktif.

Ketua Parfi sebelumnya, Yenny Rachman, menuding Deddy sebagai anggota dewan pertimbangan organisasi (DPO) Parfi sama sekali tak tahu menahu soal AD/ART Parfi. "Dia sebagai DPO nggak tahu apa-apa tentang AD/ART. Saya rasa, ada sisi komersial," tukas Yenny usai menjalani pemeriksaan di Polda Metro Jaya, Jakarta, Rabu (8/6/2011).

Lebih lanjut, Yenny meminta Deddy untuk segera pensiun dari dunia perfilman. "Saya kira makin tua makin bodoh. Dia sudah terlalu banyak bikin dosa di dunia Film Indonesia. Dia harus pensiun," katanya.

Dosa apa yang dimaksud? "Ah. Tidak usah lagi ungkit-ungkit itu. Saya kira orang-orang juga tahu," tandas Yenny.

Diperiksa, Rahma Azhari Curi Perhatian

JAKARTA, KOMPAS.com — Artis Rahma Azhari tiba-tiba saja mencuri perhatian sejumlah pewarta yang biasa meliput di Polda Metro Jaya, Rabu (8/6/2011). Tanpa diduga, Rahma keluar dari ruang Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya dengan mengenakan setelan kemeja dan blazer dominan warna hitam dan putih. Ia begitu tergesa-gesa menuju mobil Mercedez Benz miliknya yang tengah diparkir.

Saat ditanya mengenai kehadirannya, Rahma dengan sigap mengelaknya. "Ini cuma kasus basa-basi!" jawab Rahma yang langsung menutup pintu mobilnya. Lantas kasus apa yang tengah dihadapi Rahma? 

Jawaban mengenai maksud kedatangan adik kandung aktris Ayu Azhari itu datang dari  kuasa hukum Rahma, Fahmi H Bachmid.  Fahmi mengatakan, kehadiran Rahma di Polda adalah untuk memenuhi panggilan kepolisian terkait kasus dugaan penganiayaan yang membelitnya.

"Pemeriksaannya tadi juga berlangsung enjoy. Bukan karena dia dilapor, diperiksa langsung dia dicap salah ya," ucap Fahmi berusaha membela kliennya.

Fahmi juga segera meluruskan sikap kliennya yang terkesan jutek saat ditanya wartawan. Menurut dia, kliennya tidak bermaksud emosional terhadap para pewarta. 

Di singgung mengenai pemeriksaan pertama kalinya ini, Fahmi menuturkan bahwa Rahma diminta untuk menjelaskan tentang kronologis peristiwa percekcokan antara Rahma dan pelapor. "Dia hanya menjelaskan kronologisnya dan dia melakukan itu karena untuk membela diri. Banyak saksi juga yang mengatakan bahwa itu tindakan membela diri," kata Fahmi.

Seperti diberitakan, Rahma dilaporkan seorang model bernama Nanie Aprilia Darham karena dituduh telah menganiayanya. Kejadiannya berlangsung di sebuah klab di Gedung Graha BIP di Jalan Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Kamis (10/3/2011).

Saat itu, percekcokan juga melibatkan Sarah Azhari, kakak Rahma, dengan rekannya Nanie, Benita. Rahma dan Sarah dituduh telah memperolok salah seorang teman Benita. Tidak terima, Benita pun adu mulut. Nanie yang berusaha melerai justru ditampar Rahma dan langsung terjatuh.

Sesaat setelah peristiwa itu, Nanie pun langsung melakukan visum dan melaporkannya kepada pihak berwajib.

God Bless Akan Main Bareng Anak-anak Sendiri

Donny Fattah, Achmad Albar, dan Ian Antono (dari kiri ke kanan) dari band rock legendaris God Bless beraksi di Jakarta pada 2009.

JAKARTA, KOMPAS.com -- Grup rock legendaris God Bless--Achmad Albar (vokal), Ian Antono (gitar), Donny Fattah Gagola (bas), Abadi Soesman (keyboard), dan Yaya Muktio (drum)--akan mewujudkan salah satu impian mereka yang selama ini belum tercapai. Dalam konser Founders Day, yang akan digelar oleh Hard Rock Cafe Jakarta, 14 Juni 2011, God Bless akan sepanggung untuk pertama kali dengan band Jibriel, yang dihuni oleh anak-anak mereka sendiri. Jibriel terdiri dari Fauzy Albar alias Ozzy (vokal) dan Fachri Albar (drum), para putra Achmad Albar; Nara Putra (gitar), anak Jockie Soeryoprayogo; Zaindra Putra (gitar); Rocky Antono (bas), putra Ian Antono; dan Bagoes (keyboard).

Mendapat kesempatan sepanggung dengan Jibriel, Ian mewakili teman-temannya dalam God Bless, mengaku senang. "Ini impian saya sudah lama bisa manggung sama anak-anak. Tapi, baru ada kesempatan. Mungkin, karena God Bless sering fokus konser di luar kota. Selain itu, setiap kami ajukan (kolaborasi), panitia pasti keberatan. Ya masalah dana lah, masalah apa lah," kata Ian dalam jumpa pers konser Founders Day di Hard Rock Cafe Jakarta, Rabu (8/6/2011). "Ini yang pertama, biasanya anak saya bantuin di belakang layar," lanjut Ian.

Antusiasme God Bless disambut hangat oleh para personel Jibriel. "Bangga pastinya, karena mungkin baru sekarang kami dapat kesempatan, sebelumnya memang belum dapat kesempatan," ucap Nara.

Kejutan siap disajikan kedua band beda generasi ini. "Ya, akan kolaborasi dengan lagu yang mereka (Jibriel) tahu," terang Ian. "Cuma line up-nya masih rahasia, biar surprised. Yang pasti ada satu dua lagu yang belum pernah kami bawa, nanti akan kami bawa," timpal Donny.

Sebagai pendukung kerja sama bapak-anak tersebut, promotor konser itu dari Lewi Production, Lewi Yahya, menyiapkan tata panggung, tata suara, dan tata cahaya sebaik mungkin untuk memanjakan para penonton. "Memang, kami mencari sesuatu yang baru. Yang kali ini benar-benar pertama kali terjadi, Jibriel sama God Bless satu panggung. Jadi, nanti akan ada special effects dari No Limits, terus kami pakai sound dari luar negeri, lighting juga dari luar negeri, supaya penonton enak menyaksikannya," urai Lewi.

Tak sekadar sepanggung dengan Jibriel, God Bless menaruh harapan kepada band yang disebut-sebut akan menjadi penerus mereka. "Saya berharap dengan ini bisa berkelanjutan. Semoga anak-anak ini bisa menjadi penerus kami, karena God Bless itu nyari penerusnya susah. Sebenarnya, banyak yang bisa. Tapi, kalau bukan mereka, siapa lagi?" ucap Ian. "Insya Allah mereka bisa, tinggal latihan lagi dan jam terbangnya," sambung Donny.

/rif Berkompromi untuk Jakarta Fair 2011

JAKARTA, KOMPAS.com — Grup /rif, yang biasa menyajikan musik rock yang keras di pentas, dituntut berkompromi untuk tampil di panggung JIExpo Music Concert, Jakarta Fair 2011, 17 Juni mendatang.

Pada pertunjukan dalam rangka ulang tahun ke-484 Kota Jakarta itu, /rif—Andi (vokal), Jikun (gitar), Ovy (gitar), dan Magi (drum)—harus menurunkan "kekerasan" rock mereka. "Bagi kami, ini spesial, karena orang yang datang bisa lebih santai," kata Ovy dalam jumpa pers di Gedung Pusat Niaga, JIExpo Kemayoran, Jakarta, Rabu (8/6/2011). "Mereka enggak biasa datang ke konser kami di tempat yang lain. Alasan mereka, takut rusuh atau tawuran," kata Ovy lagi.

/rif, yang pertunjukannya biasa dinikmati oleh mereka yang menyukai rock yang keras, harus berhadapan dengan para penonton yang berbeda dalam JIExpo Music Concert, yang tak semua menyukai rock yang keras.

Repertoar yang disiapkan oleh /rif pun tak segalak yang biasa mereka suguhkan dalam konser rock. "Karena ditonton keluarga (orangtua dan anak-anak mereka), kami harus berkompromi. Repertoar tidak akan sama dengan ketika /rif main di festival rock," terang Ovy.

Selain itu, dengan kondisi tempat pementasan yang relatif nyaman, para personel /rif akan membawa keluarga mereka untuk turut menonton. "Makanya, bisa bawa keluarga. Kami bisa main dulu, belanja dulu, makan di sana-sini dulu," ujar Jikun. "Apalagi Ovy. Tahun lalu keluarganya dibawa sampai satu bus," canda Jikun kepada suami vokalis Titi DJ itu.

Wednesday, June 8, 2011

Sekuel "Salt" Mulai Digarap

LOS ANGELES, KOMPAS.com -- Sony Pictures dikabarkan tengah mengembangkan sekuel film Salt yang dibintangi aktris kawakan Angelina Jolie.  Deadline.com mengabarkan bahwa penulis skenario Kurt Wimmer kini tengah menggarap skenario untuk sekuel film tersebut.  

Mengenai judul yang akan digunakan dan kapan shooting akan dimulai, masih menunggu keterangan resmi dari pihak Sony Pictures.   Ketertarikan pihak Sony untuk membuat sekuel Salt  tak terlepas dari  kesuksesan yang diraih film pertamanya di tahun 2010.  Film garapan sutradara  Phillip Noyce itu berhasil meraup pendapatan domestik hingga 118 juta dollar AS dan total pendapatan secara global hingga 300 juta dollar AS.

Salt berkisah tentang usaha Evelyn Salt (Angelina Jolie), seorang agen CIA yang berusaha keras membuktikan bahwa dirinya bukanlah mata-mata Rusia, seperti yang ditudukan seorang agen pembelot. Salt menggunakan semua keahlian dan pengalaman bertahun-tahun sebagai seorang agen rahasia untuk menghindari penangkapan dirinya.

Usahanya untuk membuktikan bahwa ia tak bersalah justru makin menguatkan perburuan terhadapnya untuk mengetahui lebih rinci siapa Salt sebenarnya. Kondisi ini benar-benar merepotkan Salt.  Film berakhir dengan sebuah suasana di mana Salt melakukan balas dendam terhadap mereka yang telah mengambil semua darinya.

Selain dibinangi Jolie, film ini juga didukung sejumlah bintang lainnya seperti Liev Schreiber, Chiwetel Ejiofor, Zoe Lister Jones, Yara Shahidi, Victor Slezak dan Gayus Charles. 

God Bless Tunggu Kabar Miles dan Riri Riza

KOMPASIMAGES/KRISTIANTO PURNOMOGrup Rock God Bless menerima penghargaan lifetime achievement pada Malam Puncak Anugerah Musik Indonesia (AMI Awards) ke-12 di Balai Sarbini, Jakarta.

JAKARTA, KOMPAS.com -- Grup rock God Bless adalah legenda. Pengakuan itu tak bisa dipungkiri. Grup yang lahir di era awal 70-an dan kini diawaki Achmad Albar (vokal), Ian Antono (gitar), Donny Fatah Gagola (bas), Abadi Soesman (keyboard) dan Yaya Muktio (drum) masih tetap eksis di tengah hadirnya band-band muda di  panggung industri musik Tanah Air.

Rentang waktu yang panjang itulah, God Bless telah mencatat banyak peristiwa.  Sebagai sebuah band legendaris, rasanya pantas bila duo sineas kawakan Mira Lesmana (Miles) dan Riri Riza pun tertarik untuk melayarlebarkan rekam jejak perjalanan mereka di industri musik Indonesia selama empat dekade ke dalam film dokumenter.

"Memang ada rencana seperti itu dari Miles dan Riri. Kami menunggu kabar selanjutnya, karena dua tahun ini mereka sudah mulai mengerjakan dokumenternya," kata Donny saat berbincang dengan Kompas.com di Hard Rock Cafe Jakarta, Rabu (8/6/2011).

Sejauh ini, terang Donny, selama proses pengumpulan data untuk kepentingan pembuatan film dokumenter yang rencananya berjudul Rockumentary tersebut, personel God Bless belum terlibat terlalu jauh dalam penggarapannya. "Kami sebenarnya tinggal bercerita bagaimana perjalanan kami dari tahun 1971 itu, nanti tugasnya Miles sama Riri yang menyusun ceritanya," jelas Donny.

Diakui Donny, lemahnya pendokumentasian visual masih menjadi kendala besar dalam proses penggarapan film tersebut. Alhasil, Miles dan Riri harus bekerja keras untuk memperolehnya. "Itu yang membuat proses pembuatan film ini cukup lama, karena God Bless tidak punya rekaman dokumenternya. Apalagi zaman itu belum kepikiran punya kamera video rekaman seperti sekarang ini. Mungkin mereka (Miles dan Riri) mencarinya ke sponsor-sponsor yang mungkin masih menyimpan rekamannya," urai Donny.

"Ya bisa dikatakan mengais-ngais dari sana-sinilah," lanjutnya. 

Tasya: Senang tapi Deg-degan...

JAKARTA, KOMPAS.com -- Mantan penyanyi cilik Shafa Tasya Kamila yang lebih dikenal dengan nama Tasya (18) akhirnya bisa bernapas lega. Penantian lamanya untuk merilis lagu remaja berakhir sudah. Hari Rabu (8/6) ini, Tasya merilis single remaja pertamanya berjudul ”Say No”.

”Ini adalah lagu remaja pertamaku. Aku senang banget, tetapi juga deg-degan. Selama ini kalau nyanyi aku selalu bawain lagu orang. Sekarang lagu baru. Aku berharap orang akan suka dengan lagu baruku,” tutur Tasya yang kini tercatat sebagai mahasiswi Fakultas Ekonomi Jurusan Akuntansi Universitas Indonesia.

Tentang rencana merilis album remaja, Tasya mengatakan, sebenarnya sudah cukup lama dia mengerjakan album remajanya. Tasya sudah memilih sejumlah lagu hingga merekam beberapa lagu.

”Rupanya baru kali ini saatnya tiba, tetapi syukur waktunya pas banget. Sekarang aku sudah kuliah. Jadi, enggak mengganggu waktu sekolah karena sekarang sudah bisa mengatur waktu sendiri,” ungkap penyanyi yang ketika cilik dikenal dengan lagu ”Aku Anak Gembala” dan ”Libur Telah Tiba”.

Tentang citra barunya sebagai penyanyi remaja, Tasya mengatakan, dia tidak mau terlalu cepat melompat menjadi dewasa karena orang belum melihatnya sebagai remaja. ”Aku akan tampil sebagai remaja dengan lagu yang fun, riang dan khas anak muda,” katanya. (DOE)

Album hampir Tujuh, God Bless Janji Tak Kehilangan Jiwa

KOMPAS IMAGES/KRISTIANTO PURNOMOGod Bless--terdiri dari (kiri ke kanan) Donny Fattah, Abadi Soesman, Achmad Albar, Ian Antono, dan Yaya Muktio--menerima penghargaan Lifetime Achievement dari Anugerah Musik Indonesia (AMI Awards) ke-12 di Jakarta pada 2009.

JAKARTA, KOMPAS.com -- Agustus tahun ini grup rock legendaris God Bless akan merilis album ketujuh mereka. Mereka berjanji, musik dalam album itu tak akan kehilangan jiwa mereka.  

Kabar gembira datang untuk penggemar God Bless. Band yang dihuni oleh Achmad Albar (vokal), Ian Antono (gitar), Donny Fattah Gagola (bas), Abadi Soesman (keyboard), dan Yaya Muktio (drum) tersebut sedang mematangkan lagu-lagu untuk album ketujuh mereka sebelum masuk ke studio rekaman. "Kami masih mengumpulkan materi (lagu-lagu) di sela tur ke daerah-daerah. Ya, hampir 90 persen lah," kata Ian ketika berbincang dengan Kompas.com di Hard Rock Cafe Jakarta, Rabu (8/6/2011).

God Bless merencanakan akan ada 10 lagu baru dalam album mereka nanti. "Standar album, ya sekitar 10 lagu. Semuanya baru, tidak ada yang remake," terang Donny.

Teknologi kini pun dimanfaatkan oleh God Bless. "Sekarang sudah ada laptop, bisa bantu dengan teknologi semacam itu. Beda zamannya lah sama 'Huma di Atas Bukit', itu tahun berapa," ujar Donny sambil mengenang single yang tenar pada 1970-an itu.

Meski dibantu tekonologi zaman sekarang, God Bless berjanji tak akan mengubah rasa musik mereka sejak dulu. "Hanya teknologinya saja yang baru. Musik sama. Warnanya tetap. Tidak akan berubah kemakan zaman. Itu kan jiwa kami soalnya dan tidak akan kami tinggalkan," janji Donny sekaligus mewakili rekan-rekan bermusiknya.

Direncanakan, album ketujuh God Bless akan dirilis pada Agustus 2011. "Semoga Agustus ini bisa dirilis. Kami maunya setelah Lebaran ini ya," harap Donny.

Bahu Kanan Jaya Suprana Terserang Arthritis

JAKARTA, KOMPAS.com -- Pianis dan komponis Indonesia, Jaya Suprana (62), sedang bernasib naas. Setelah sejak 2009 telinganya mulai menuli, akhir Mei lalu ketika mengantar pianis binaannya, Ade ”Wonder” Irawan, pada pergelaran resital piano tunggal di Sydney Opera House, bahu kanannya terserang arthritis akibat psoriasis yang sudah 15 tahun dideritanya.

”Tangan kanan saya sangat sulit digerakkan akibat rasa sakit yang mencengkam sehingga sangat sulit bermain piano, menggarap komposisi musik, dan menulis naskah,” ujar Jaya.

Kendati demikian, dia tetap mensyukuri musibah yang dialaminya dengan berterima kasih kepada Yang Mahakuasa karena siklus komposisi ”Untuk Ayla” nomor I hingga XVIII sudah rampung lebih dulu. Begitu juga buku Pedoman Menuju Tidak Bahagia sudah diterbitkan.

Namun, sayangnya buku Antologi Humorologi dan Kontemplasi Alasanologi masih belum rampung. Kegiatan menulis naskah juga terkendala akibat rasa sakit yang praktis melumpuhkan tangan kanan Jaya. ”Sebuah komposisi musik pesanan pianis Rusia, Tamara Smoljar, Dekan Fakultas Musik Universitas Monash, Australia, juga belum rampung,” paparnya.

Kini sambil berdoa, minum jamu, dan fisioterapi, Jaya menyatakan dirinya sedang berjuang menyembuhkan penyakitnya itu agar bisa kembali beraktivitas seperti biasa.

Fox Tertarik Garap Film Animasi "King Kong"

LOS ANGELES, KOMPAS.com -- Perusahan film 20th Century Fox sepertinya tengah tertarik mengangkat film-film bertema kera. Buktinya, selain tengah menyiapkan dirilisnya film  Rise of the Planet of the Apes di bioskop Amerika Serikat pada 5 Agustus mendatang, Fox juga berencana mengangkat kembali film King Kong dalam bentuk animasi.

Situs Deadline mengabarkan pertama kali berita tersebut. Untuk merealisasikan proyek tersebut, kabarnya Fox telah mengantongi izin untuk mengangkat kembali King Kong produksi tahun 1933 dan menggaet Magalhaes dan Bob Snow agar menyajikannya dengan sentuhan masa kini. Sementara itu, Shawn Levy dan Ted Field akan bertugas sebagai produser.

Film animasi King Kong ini diharapkan bisa rampung pada tahun 2013 nanti. Menurut sumber yang tak disebutkan namanya, film ini akan memiliki sebuah kisah yang memulai kisahnya dari titik pandang kera, dan akan diangkat berdasarkan cerita Mike Weber.

Film King Kong memang selalu menarik untuk dihadirkan. Film ini telah dibuat ulang beberapa kali, termasuk film produksi tahun 1976 garapan sutradara John Guillermin. Sepuluh tahun kemudian, Guillermin membuat sekuelnya, King Kong Lives.  

Tak berhenti di situ, Peter Jackson, sutradara film seri The Lord of the Rings, juga menghadirkan kembali King Kong pada tahun 2005 dengan menghadirkan bintang Naomi Watts, Jack Black dan Adrien Brody.

Di tangan Jackson film ini mendapat raihan prestasi yang gemilang. Selain memperoleh pendapatan yang lumayan besar, film ini juga diganjar tiga penghargaan Oscar di tahun 2006, masing-masing untuk Best Achievement in Sound Editing,  Best Achievement in Sound Mixing, dan Best Achievement in Visual Effects 

Tuesday, June 7, 2011

Akhirnya Parkdrive Tampil Lagi

JAKARTA, KOMPAS.com -- Parkdrive dikabarkan bubar, karena selama kira-kira tiga tahun band rintisan muda-mudi Indonesia yang telah menimba ilmu di Berkelee College of Music, Boston (Massachusetts, AS) ini tak kunjung mengeluarkan single atau album dan tidak juga muncul di panggung. Namun, pada Minggu malam lalu (5/6/2011) kabar itu terbantah dengan mereka tampil dalam Sunday Jazz Festival (SJF) 2011 di Jakarta.

Parkdrive naik ke pentas di Segarra Beach Club, Pantai Karnaval, Taman Impian Jaya Ancol, Jakarta, dengan enam personel lama dan baru, yaitu Olive Latuputty (vokal), Juno Adhi (synthesizer dan keyboard), Rayendra Sunito (drum), Ali Akbar (keyboard), Rishanda (bas), dan Adrian Martadinata (gitar). Mereka konsisten bermain di jalur acid jazz.

Penampilan Parkdrive malam itu menjadi salah satu pertunjukan yang paling ditunggu dalam SJF 2011. Mereka menghentak para penonton dengan lagu pertama yang merupakan salah satu lagu terbaru mereka, "Cycle of Souls". Aransemen dan permainan musik mereka tak jarang menaikkan gairah para penonton untuk semakin lincah bergoyang. Apalagi, itu merupakan pertemuan kembali untuk pertama kali antara Parkdrive dengan para penggemar mereka.

Dalam pertunjukan tersebut, tidak seperti grup-grup dalam negeri yang lain, Parkdrive sebagai penampil terakhir diberi kesempatan menyuguhkan lima lagu. Selain "Cycle of Souls", ada hit "Di Atas Awan", "Make It Last", hit lainnya "Biarkan', dan "Walk to Walk". 

Didirikan di Boston pada 2002, band itu pernah manggung antara lain dalam Jazz Goes to Campus 2007 dan Jakarta International Java Jazz Festival 2008. Sayangnya, setelah tampil dalam beberapa pergelaran besar Tanah Air pada 2008, mereka seolah hilang ditelan bumi. "Hei? Berapa tahun kah kita berpisah? Satu atau mungkin satu setengah tahun hingga dua tahun?" sapa Olive kepada penonton usai menyanyikan "Di Atas Awan". "Tiga tahuuun!!!" teriak seorang penggemar seakan tak menerima dibilang cuma "ditinggal" dua tahun. "Tiga tahun ya? Lama juga ya," sahut Olive.

Kemudian, sambil bercanda Olive meledek seorang penonton lain. "Hei, kamu yang di situ, kamu mirip BLP (Barry Likumahuwa Project) ya...," ujar Olive disambut tawa para penonton dan personel lain Parkdrive.

Barry memang pernah menjadi pemain bas pendukung dalam Parkdrive. Ketika itu, pada 2002, grup tersebut hanya dihuni oleh para perintisnya--Mikuni Gani (vokal), Juno, dan Rayendra, yang sama-sama lulusan dari Berkelee College of Music. Selain Barry, JMono (bas, yang kini personel band Alexa) juga pernah bergabung. Ali Akbar pun mantan personel band The Groove. Sebaliknya, selama Parkdrive tak berkegiatan dalam industri musik, Rayendra main untuk album Lovevolution (2010) milik Glenn Fredly.

Formasi yang lengkap, perkenalan lagu-lagu baru, dan nostalgia dengan lagu-lagu lama, semoga menjadi tanda mereka kembali ke industri musik Tanah Air.

Ello Sudah Menemukan Yang Dinantinya

JAKARTA, KOMPAS.com -- Penyanyi Ello mengaku telah menemukan sosok yang sudah lama dinanti-nantinya. Tapi, ia baru mau mengungkapkan hal itu lewat lagu barunya.  

Lirik single yang dibuat putra penyanyi Diana Nasution ini memang berisi kalimat-kalimat romantis. Simak saja liriknya: Ke manakah engkau selama ini / Tahukah kau selalu ada di mimpi / Hanya engkaulah yang aku cari / Tak butuh lagi yang lain / Hanya dirimu yang bisa lengkapi hidupku//

"Ini lagu baru tentang cinta yang gue buat. Judulnya, 'Yang Kunanti'. Ucapan syukur atas satu orang yang sudah gue temukan," kata pemilik nama lengkap Marcello Tahitoe ini.

Lagu itu masuk dalam album kompilasi LDR (Lihat, Dengar, Rasakan) Vol. 2 dan diluncurkan di Jakarta, Rabu (8/6/2011). Selain Ello, dalam album tersebut ada Tasya, Stereosoul, Nindy feat Girliez, Gamal, dan XO-IX.

Mengenai siapa sosok yang dimaksud, Ello belum mau membeberkannya. "Enggak dulu deh," kilahnya.

Lagu tersebut, lanjut Ello, akan pula menjadi bagian dari album solo barunya kelak. "Yang pasti, gue buat single itu bersama kesembilan lagu lain selama dua tahun, akan keluar dalam album gue terbaru nanti. Tunggu saja," tuturnya. "Gue nyiptainnya di kamar. Senang banget, karena ini adalah salah satu album gue banget. Gue bersyukur dapat label yang membebaskan gue dalam berkarya," tambahnya.

Album itu akan diberinya judul Taub Mumu. "Taub Mumu itu kebalikan dari Buat Umum. Versi gue banget kan?," jelas Ello.

Asal tahu saja, Ello biasa mengucapkan kata-kata terbalik sejak lama. "Gue melakukannya semenjak kelas tiga SMP!" ungkapnya.