Thursday, November 10, 2011

Syuting Film Soegija Dimulai di Kota Semarang

Tim pendukung film berjudul "Soegija" saat memberikan keterangan pers di Gereja Katolik Gedangan, Kota Semarang, Jawa Tengah, Jumat (4/11). Film yang diproduseri Studio Audio Visual Puskat dengan sutradara Garin Nugroho ini mengangkat kisah kepahlawanan Mgr Soegijapranata SJ pada masa tahun 1940-1949.

SEMARANG, KOMPAS.com - Kegiatan syuting film berjudul Soegija yang mengisahkan perjuangan pahlawan nasional yang juga uskup pribumi pertama di Indonesia, Mgr Soegijapranata yang disutradarai Garin Nugroho, mulai berlangsung di Kota Semarang, Jawa Tengah. Sebelum shooting dimulai, Jumat (4/11/2011) digelar Selamatan Shooting Perdana Film Soegija di Aula St Yusuf Gedangan Semarang.

Acara selamatan dihadiri tim pembuatan film tersebut serta sejumlah pemeran tokoh dalam film tersebut. Selain Garin Nugroho, hadir produser dalam film tersebut Romo Murti Murti Hadi Wijayanto SJ dari Studio Audio Visual Puskat Yogyakarta, serta para pemain film tersebut seperti Nirwan Dewanto (pemeran utama Mgr Soegijaprana ), Olga Lidya dan Hengky Sulaiman, serta pemeran lainnya. Selain itu hadir musisi Djaduk Ferianto, Endah Laras (penyanyi asal Solo), serta pemeran lainnya.

Selamatan ditandai pemotongan tumpeng oleh Pastur Kepala Paroki Gereja Katolik St Yusuf Gedangan Romo Anarko Sudiono SJ yang diserahkan kepada produser dan sutradara, kemudian pemotongan tumpeng dari Rektor Universitas Katolik Soegi japranata Semarang Budi Widianarko kepada Nirwan, pemeran Mgr Soegijapranata.

Pembuatan film yang telah dimulai sejak tiga bulan yang lalu, mempertemukan Garin Nugroho, Djaduk Ferianto sebagai tim kreatif, dan Romo Budi Subanar SJ sebagai peneliti dan penulis buku Mgr Soegijapranata . Produksi film ini akan menghabiskan dana sekitar Rp 12 miliar termasuk biaya promosinya. Ini film termahal yang pernah saya buat. Hampir dua kali lipat dari Opera Van Java, papar Garin.

Kepada pers, Garin Nugroho menjelaskan bahwa film Soegija merupakan film yang mengisahkan tentang kepahlawanan Mgr Soegijapranata dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia, melalui diplomasi.

Film ini mengambil setting waktu masa perjuangan kemerdekaan Indonesia dari tahun 1940-1949. Saat pertempuran lima hari di Kota Semarang, Soegijapranata bernegosiasi dengan pimpinan Jepang dan Sekutu di Ge reja Katolik St Yusuf Gedangan (Gereja Gedangan). Maka, pengambilan gambar pertama film tersebut dilakukan di Gereja Gedangan, untuk adegan pentahbisan uskup.

Menurut Romo Murti, film tersebut merupakan karya pertama SAV Puskat Yogyakarta di dunia layar lebar. Dalam film ini, juga mengisahkan kiprah Soegijapranata dalam menunjukkan keberpihakan kepada Bangsa Indonesia, termasuk saat memindahkan istana negara dari Jakarta ke Yogyakarta.

No comments:

Post a Comment