Sunday, January 23, 2011

Diapresiasi Luas, Bangkutaman Malah Terkejut

Personel Bangkutaman (kiri ke kanan): Wahyu Nugroho (vokal utama, bass, harmonika), Dedyk E. Nugroho (drum), dan Justinus Irwin (gitar, vokal latar) JAKARTA, KOMPAS.com -- Pada tahun 2010, salah satu band indie, Bangkutaman, yang baru mengeluarkan album Ode buat Kota di bawah bendera Jangan Marah/Demajors, mendapat sorotan media begitu kuatnya. Rolling Stone Indonesia menganugerahi mereka ”Album Terbaik 2010”.

Tak tanggung-tanggung, di mata Rolling Stone Indonesia, album itu menduduki peringkat pertama, mengalahkan album lain dari nama-nama populer di industri musik, seperti Slank, Iwan Fals, Sandhy Sondoro, dan Maliq & D’Essentials.

”Ini memang baru pertama kali karya kami mendapat perhatian begitu luas dari masyarakat. Jujur, kami juga terkejut begitu banyak apresiasi untuk album ini,” kata Wahyu ”Acum” Nugroho, vokal dan bas Bangkutaman.

Dalam waktu dekat, mereka akan merilis klip video single ”Ode buat Kota”. Walaupun lagu ini sudah cukup lama dirilis, ternyata klip videonya baru saja dibuat.

”Kalau di Youtube sudah bisa dilihat, cuma secara resmi belum dirilis. Kita sedang cari tempat untuk rilis sambil nanti syukuran,” kata Acum. Februari nanti mereka juga merencanakan tur ke beberapa kota untuk promosi klip video.

Selain Acum, personel lainnya adalah J Irwin (penyanyi latar dan gitar) dan Dedyk Eryanto (drum). Saat ini mereka sedang mendapat tawaran rekaman dari Swedia dan Amerika Serikat. (AMR)

No comments:

Post a Comment