JAKARTA, KOMPAS.com — Bintang sinetron Farhat, salah satu putra pedangdut senior dan pencipta lagu Fazal Dath, mengaku mendapat firasat menjelang kepergian ayahnya. "Rasanya gue pengin ngaji terus," ungkapnya.
Ditemui seusai pemakaman ayahnya di TPU Karet Bivak, Tanah Abang, Jakarta, Rabu (30/3/2011), Farhat mendapatkan firasat itu pada Selasa (29/3/2011) sore. "Semenjak asharan, hati ini bawaannya pengin ngaji mulu. Akhirnya gue ngaji dari ashar sampai malam," katanya.
Mata Farhat terlihat masih sembab menangisi kepergian ayahnya. Selama ini Dath adalah sosok yang menjadi tempat curhatnya dan sosok yang dikaguminya. "Abah salah satu orang terhebat dalam hidup gue. Sebelum menjadi penyanyi dangdut, Abah rela banting tulang, mulai kehidupan dari nol. Abah juga sempet berdagang," katanya diselingi isak tangis.
Farhat memaparkan, ayahnya meninggal hari Selasa sekitar pukul 23.00 WIB. Sebelumnya, dalam kondisi koma, ayahnya sempat mengalami kenaikan suhu tubuh. "(Selasa) Siang kemarin badan ayah panas, tensinya turun, dan kakinya makin bengkak," papar Farhat.
Pada Selasa malam sekitar pukul 22.00 WIB, salah seorang adik Farhat membisikkan doa di telinga ayahnya. "Tiba-tiba terdengar suara orang lagi nelan. Saat itu juga oksigen berhenti. Tak ada lagi gerakan orang bernapas (dadanya) naik turun," ujarnya terbata-bata. "Mungkin sudah jalannya, kami sekeluarga sudah ikhlas, begitu pula dengan mama," tutup Farhat tabah.
No comments:
Post a Comment