LOS ANGELES, KOMPAS.com -- PETA (People for the Ethical Treatment of Animal) gembira karena peraih piala Oscar Reese Witherspoon (35) telah menyatakan berhenti menggunakan tas dari kulit ular sanca.
Sebelum ini, dalam minggu ini juga, PETA telah mengecam Witherspoon. Aktris AS ini terlihat di Los Angeles (California, AS) membawa tas Chloe Paraty berharga 4.000 dollar AS yang terbuat dari kulit ular sanca. Namun, sekarang, Witherspoon telah memutuskan untuk tak melakukan itu lagi.
PETA mengatakan dalam sebuah pernyataan kepada Cop Gossip, "Kami sudah lama mengenal Reese sebagai orang yang baik, jadi kami senang--dan tidak heran--bahwa ia menggantung tas dari kulit ular sancanya untuk selamanya." Lanjut PETA, "Kami berharap kesalahan Reese itu akan menjadi pengingat bagi kita semua untuk betul-betul yakin bahwa apa yang kita beli terbuat dari kulit buaya atau kulit ular palsu."
Selain itu, PETA akan mengirimkan seikat bunga kepada Witherspoon, yang dipilih sebagai salah satu vegetarian terseksi di dunia oleh PETA pada 2006.
Ketika mengecam Witherspoon, PETA juga mengungkapkan bagaimana kulit hewan diperoleh untuk membuat tas. "Berapa mahal pun Reese membayar untuk tas, binatang membayar harga yang jauh lebih tinggi. Setiap tahun, jutaan ular tertusuk pada kait atau dipaku ke pohon pada kepala mereka dan dikuliti hidup-hidup. Kita tidak bisa membayangkan bahwa ia telah berharap untuk berkontribusi kepada penderitaan tersembunyi ini, terutama untuk sesuatu yang sembrono sebagai aksesori fashion," kata PETA.
No comments:
Post a Comment