Saturday, January 1, 2011

Meyda Sefira Ingin Peran Perempuan Heroik

JAKARTA, KOMPAS.com -- Pemain film pendatang baru, Meyda Sefira, memantapkan langkah di dunia akting. Setelah bermain di film Ketika Cinta Bertasbih, Meyda kini bermain di film Dalam Mihrab Cinta.

Di film yang disutradarai penulis novel Habiburrahman El Shirazy ini, Meyda mendapat porsi peran cukup besar. Dia antara lain beradu akting dengan aktor Dude Harlino dan Asmirandah.

Meski perannya di dua film itu relatif serupa, yaitu sebagai santriwati, Meyda mengatakan, filmnya kali ini berbeda dengan film pertamanya. ”Dari segi tema sudah beda. Lalu dari segi isi dan alur cerita. Di film ini saya menemukan kesederhanaan, semua disampaikan tanpa dibuat-buat. Tetapi pesannya banyak,” kata Meyda.

Dua kali terlibat di film drama religi, tidak membuat Meyda terpaku pada peran yang sama. Perempuan kelahiran Bandung, 20 Mei 1988, ini justru berharap mendapat peran sebagai perempuan heroik seperti Cut Nyak Dien.

”Peran seperti ini tantangannya besar. Lagi pula, aku juga enggak terlalu feminin,” ujar mahasiswi Jurusan Teknik Lingkungan, Institut Teknologi Nasional, Bandung, ini.

Bagi Meyda, peran sebagai perempuan heroik menunjukkan sisi lain perempuan. ”Ini menunjukkan kekuatan perempuan. Perempuan diciptakan dengan kekuatan sehingga dia bisa melakukan banyak pekerjaan, multitasking,” ujar Meyda. (DOE)

No comments:

Post a Comment