Tuesday, June 12, 2012

Lukman Sardi Belajar Jadi Pendeta

JAKARTA, KOMPAS.com -- Ada yang berbeda dari penampilan Lukman Sardi di film Di Timur Matahari. Ia menjadi seorang pendeta, dengan berewok yang menutupi dagunya. Penampilan aktingnya begitu natural. Lantas dari manakah ia belajar semua itu? Diakui Lukman,  selama satu bulan ia banyak belajar dan bertanya kepada Michael Jakarimilena, lawan mainnya di film produksi Alenia Pictures itu.

"Setiap film ada tantangan masing-masing. Saya harus belajar banyak menjadi seorang pendeta. Dari mulai reading workshop sebulan, mendalami karakter," katanya saat ditemui di Epicentrum, Kuningan, Jakarta, Senin (11/6/2012).

Diakui pemeran Pendeta Samuel yang berasal dari Tana Toraja, Sulawesi Selatan itu, butuh energi berlebih untuk bisa menghadirkan sosok pendeta dalam aktingnya kali ini. "Saya harus tahu orang Papua seperti apa, makan apa, logat (bicara) seperti apa, Makanya, saya harus banyak tanya," papar Lukman.

Dua kali sudah Lukman memerankan tokoh agama. Peran pertamanya dijalani di film Sang Pencerah garapan sutradara Hanung Bramantyo. Saat itu, dia dipercaya memerankan sosok Kiai Ahmad Dahlan. 

"Sebagai seorang aktor, saya ingin bisa main apa aja. Karena itu tantangan. Pas awalnya ditawarin saya ragu. Tapi saya berpikir bahwa ini pekerjaan saya, saya harus bisa berperan jadi apa saja. Saya jadi bisa banyak belajar," tutupnya. 

No comments:

Post a Comment