Tuesday, February 1, 2011

Jaya Suprana Disindir Andi Mallarangeng

KOMPAS IMAGES/RODERICK ADRIAN MOZES Menteri Pemuda dan Olahraga Andi Mallarangeng (kiri) didampingi oleh budayawan sekaligus pendiri Museum Rekor Indonesia, Jaya Suprana, melihat pameran karikatur Andi Malarangeng untuk memperingati hari ulang tahun Museum Rekor Indonesia (MURI) yang jatuh pada tanggal 27 Januari, di Mall of Indonesia, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Selasa (1/2/2011)

JAKARTA, KOMPAS.com -- Komposer, pianis, kartunis dan kelirumonolog Jaya Suprana memang paling jago ngebanyol. Saat memandu sendiri acara ulang tahun Museum Rekor Indonesia (MURI) yang ke-21 tahun di Mall of Indonesia (MoI) Kelapa Gading, Jakarta, Selasa (1/2/2011), sejumlah tamu undangan dan penerima MURI dibuat tertawa lepas dengan celetukan dan banyolan sahibul bait alias tuan rumah.

Tak hanya perancang busana kenamaan Ramli, pengusaha Mien Uno dan aktris Rima Melati yang dibuat tertawa lepas, Menteri Kepemudaan dan Olahraga Andi Mallarangeng pun tak masuk pengecualian.

Suasana yang dikemas hangat dan sederhana itu, membuat acara begitu cair. Bahkan, Andi Mallarangeng dan Jaya Suprana sempat saling lempar banyol ketika bos Jamu Jago itu memanggil salah satu penerima MURI, yang menggagas pembuatan boneka Horta--terbuat dari serbuk kayu yang bagian kepalanya ditaburi benih rumput.

Nah, saat itulah Pak Menteri nyeletuk kalau boneka itu sangat pas untuk Jaya Suprana. Dengan lincah Jaya pun langsung menimpali, "Enggak apa-apa disindir Pak Menteri, lain cerita kalau nanti sudah bukan menteri," ujarnya disambut tawa riuh.

Masih soal boneka Horta, Jaya langsung teringat kepada Gayus Tambunan, mantan pegawai pajak yang terkenal itu. "Kalau begini kan Gayus enggak perlu pakai rambut palsu.  Tinggal disiram rambutnya jadi hijau," kelakar Jaya, lagi-lagi disambut tawa pingkal para hadirin.

Selain memberikan penghargaan MURI terhadap 25 penerima rekor di sejumlah bidang--di antaranya kepada perancang adibusana  Ramli, selaku pengembang Kebaya Bordir Nusantara dan Josephine Werratie Komara (Obin), penemu teknik membatik di atas wol dan kain sutra--juga dimeriahkan dengan lomba karikatur tingkat nasional.

Nah, tema yang diusung cukup menarik, yakni menghadirkan sosok Andi Mallarangeng sebagai objeknya. Tentu saja, beragam ide dimunculkan. Dari beragam hasil karya yang dipajang tentulah, bagian kumis yang tak lepas dari sosoknya.  Aneka sindiran, lazimnya sebuah karya kartun, juga tak luput di arahkan kepadanya.

Tapi Andi mengaku cukup senang. Ia tak sakit hati. Malah ingin ketawa saat melihat sosoknya digambarkan secara bebas oleh para kartunis. "Saya tak berhenti tertawa walaupun disindir-sindir," selorohnya.  

No comments:

Post a Comment