JAKARTA, KOMPAS.com -- Beberapa malam lalu, perancang busana Ramli (60) merayakan 35 tahun berkarya sekaligus meluncurkan buku biografi. Seperti mengejar waktu, buku itu dicetak Gramedia kurang dari sepekan. ”Saya takut enggak punya waktu lagi,” papar Ramli.
Kekhawatiran perancang menaikkan gengsi bordir ke kelas atas Indonesia itu beralasan. Ramli diketahui terkena kanker usus pada 3 November 2009. Meski Senin (14/2/2011) sore sempat mengeluh lelah, Rabu lalu dia sudah di Sampang, Madura, memenuhi undangan bupati. Tak lupa Ramli membawa beberapa buku biografinya yang langsung habis dibeli. ”Kalau mereka mau meniru kreasi saya di buku itu, enggak apa-apa,” kata Ramli dari Sampang, Kamis.
Ramli mengandalkan sahabatnya, Mien Uno, untuk mengoordinasi pembuatan biografi yang ditulis Alberthiene Endah serta peluncurannya di Hotel Dharmawangsa, Jakarta.
Berada di antara teman membangkitkan semangat hidup Ramli, bekerja sebagai perancang menjadi napasnya. Akan tetapi, keponakan yang menjadi anak angkatnya, Kiki, adalah sumber kekuatan utama. ”Kiki membuat saya berjuang. Dia enggak mau saya menyerah. Dia dokter lulusan FKUI (Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia). Sekarang ambil spesialisasi bedah,” kata Ramli bangga. (NMP/DAY)
No comments:
Post a Comment