JAKARTA, KOMPAS.com -- Menyatakan perang terhadap perdagangan anak perempuan adalah cara Sara merayakan ulang tahunnya yang ke-25, pekan lalu di Jakarta.
”Orang-orang bertanya, mengapa? Ini karena saya tidak bisa tidak melakukannya,” kata pemilik nama lengkap Saraswati Rahayu Hashim Djojohadikusumo itu.
Pemeran Senja dalam film Merah Putih ini mengaku menggeluti isu perdagangan anak perempuan sejak dua tahun lalu melalui Yayasan Wadah, yang bergerak dalam pemberdayaan perempuan dan didirikan ibunya, Anie Hashim.
Perhatiannya tergugah karena bertemu sendiri dengan anak-anak perempuan yang diperdagangkan untuk prostitusi. ”Kemiskinan dan ketidaktahuan adalah salah satu penyebabnya,” kata Sara.
Dia mengajak para tamu untuk menaruh perhatian pada persoalan ini, mulai dari pencegahan hingga rehabilitasi korban. Sebuah rumah aman sudah disiapkan di pinggiran Jakarta. Rencananya, kegiatan ini juga berjejaring dengan organisasi masyarakat sipil di dalam negeri dan regional.
”Saya mengharapkan hadiah ulang tahun berupa tumbuhnya kesadaran akan masalah ini. Setiap orang sangat berarti untuk membuat perubahan,” kata penerima penghargaan aktris terbaik Bali International Film Festival 2009 ini.
Tentang seni peran yang menjadi cita-citanya? ”Akting tetap jalan..,” katanya.
No comments:
Post a Comment