JAKARTA, KOMPAS.com -- Ada-ada saja kalau sudah nekat. Mau-maunya taruhan nyawa hanya untuk bikin film. Coba bayangkan: Anda adalah seorang sutradara, buron, diusir dari negeri sendiri, musuh negara, dan tinggal di negeri orang. Lalu niat menyutradarai film di negeri sendiri. Termasuk shooting film di ruang kerja sang presiden, musuh besar Anda! Agar aman tak dikenali perlu penyamaran wajah. Lalu, Beranikah Anda melakukan penyamaran selama 6 minggu di tengah tengah ribuan musuh dengan resiko ketauan dan dibunuh setiap saat? Atau lupakan saja!
Bagi Miguel Littin itu adalah tantangan. Sebuah petualangan untuk menorehkan karya monumental. Perkara nyawa adalah urusan belakangan. Itulah salah satu serpihan kisah petualangan maut seorang Miguel Littin. Dia, sutradara legendaris berkebangsaan Cile (Chile). Ambisi besar dan menantang maut tak bisa dihindari karena dilarang pulang ke negeri sendiri oleh rezim Augusto Pinochet. Rindu kampung halaman beraduk gemas meracik karya sinematografi yang selama ini digeluti. Juga kangen berat bercengkrama dengan sanak keluarga dan handai tolan, serta bekas rakyatnya ketika dia menjabat walikota.
Maka. Dari pengasinganya di Spanyol dia menyelinap pulang kampung di Cile. Menyamar sebagai pengusaha Uruguay. Satu hotel dengan “istri pinjaman” sebagai penyamaran. Identitas palsu, wajah palsu, paspor palsu. Ditambah lagi dengan mengubah aksen, bahasa tubuh, dan buang jauh jauh gaya tertawa yang jadi cira khasnya. Ingat, Littin adalah figur populer di Cile. Maka penyamaran total memaksanya berubah total menjadi orang lain. Bekerjasama dengan kru dari tiga negara lain, Littin memimpin penyutradaraan. Walhasil mengambil gambar untuk sebuah film sepanjang 100.000 kaki yang ditunaikan dalam 6 pekan. Hasil akhirnya sebuah film dokumenter berdurasi 4 jam.
Padalah kemanapun dia pergi dikawal oleh polisi dan tentara yang selalu curiga kepada orang asing dan siap tembak di tempat bila ketauan mencurigakan. Untung Littin selamat dalam penyamarannya selama 6 pekan.
Sang sutradara. Nama lengkap Miguel Ernesto Littín Cucumides, kelahiran 9 Agustus 1942 di Palmilla ), sutradara film, penulis skenario, produser film dan novelis . Ia dilahirkan dari ayah Palestina, Hernán Littin, dan ibu Yunani, Cristina Cucumides. Karya besarnya adalah film Cile paling populer sepanjang masa yaitu El Chacal de Nahueltoro (Tukang Jagal dari Nahueltro) di tahun 1969. Ia juga menjadi sosok New Cinema di Amerika Latin.
Apesnya Littín, dia diasingkan di México setelah Augusto Pinochet berkuasa melalui sebuah kudeta militer penuh kekerasan yang didukung Amerika dan berujung pengusiran Presiden Salvador Allende yang terpilih secara demokratis pada tanggal 11 September 1973.
Di México dia membuat beberapa film. Misalnya Letters from Marusia, berdasarkan mogok di penambang Cile. El Recurso del Metodo (Long Live Presiden), berdasarkan novel karya Carpentier Alejo berjudul El Recurso del método (Alasan Negara), difilmkan bareng (co-produksi) dengan Perancis dan Kuba. Kemudian Para Janda Montiel dan Geraldine Chaplin yang dicomot dari cerpen karya García Gabriel Márquez. Selanjutnya dia hijrahi ke Nikaragua untuk menggarap Alsino dan Condor berdasarkan novel Alsino karya Pedro Prado .
Tahun 1984 Dia pindah ke Spanyol. Saat itulah Littín memutuskan untuk masuk Chili secara rahasia untuk melakukan sebuah film dokumenter yang menunjukkan kondisi negara di bawah rezim Pinochet dan juga menunjukkan kecintaannya kepada negara.
Akhirnya dia kembali ke Chili, terus membuat film, di antaranya Tierra del Fuego berdasarkan petualangan Julius Popper seorang penjelajah, kemudian Dawson, Isla 10 tentang sekelompok tahanan politik yang dikirim ke Teman pulau Dawson selama rezim Pinochet.
Sangat ganjil mungkin, Littín bukan cuma sutradara. Dia adalah mantan Walikota Palmilla periode 1992-1994 dan terpilih kembali untuk periode 1996-2000. Prestasi lainnya adalah ini: Film Actas de Marusia dan Alsino and Condor dinominasikan oleh Academy of Motion Picture Seni dan Ilmu Pengetahuan untuk Best Film Bahasa Asing. Alsino dan Condor juga memenangkan Medali Emas di Moskow International Film Festival.
Secara keseluruhan Film-film Littin tak lepas dari potret kehidupan kaum papa dan tertindas di Cile. Khususnya Chjile di bawah kekuasaan diktator korup dan bengis yaitu Augusto Pinochet yang di-backing oleh Amerika.
Petualangan lengkap Miguel Littin dapat Anda temukan dalam sebuah buku berjudul Clandestine In Chile: The Adventure of Miguel Liitin karya Gabriel Garcia Marquez. Versi Hardcover: 116 pages, Publisher: Henry Holt; edisi pertama July 1987. Sang penulis, Gabriel Garcia Marquez, adalah pemenang Nobel Sastra dari Kolombia.
No comments:
Post a Comment