Thursday, February 17, 2011

Kala Ronal Surapradja Menanti Sosok Negarawan

JAKARTA, KOMPAS.com -- Bukan tanpa maksud bila Ronal Sunandar Surapradja (33) mengkritisi Indonesia melalui beberapa lagu, baik di album Ronaldisko (2007) maupun Rocknal (2011). Tanpa menuding orang tertentu, Ronal ingin menunjukkan bahwa Indonesia bisa hancur bila para politikus tidak bisa memisahkan kepentingan negara dengan partai.

”Masalahnya, sekarang negara kita belum mempunyai sosok negarawan. Semua politikus. Entah kapan muncul negarawan di negara kita,” tutur Ronal yang berencana mempromosikan album keduanya di Jakarta, Bandung (Jawa Barat), Surabaya (Jawa Timur), dan Yogyakarta.

Ronal memimpikan kehadiran negarawan yang dicintai rakyat, sosok yang mampu mempersatukan berbagai kalangan dan membawa keluar Indonesia dari keterpurukan. Dia pun merujuk beberapa negarawan pada awal kemerdekaan, seperti duet Soekarno-Hatta dan Sutan Sjahrir.

Idealnya, negarawan dari partai mana pun bisa menempatkan diri. Semua persoalan dan konflik yang kini tengah dihadapi Indonesia sebenarnya bisa diatasi dengan baik dan diperjuangkan. Hanya saja, kebanyakan orang yang berkompeten malah memiliki motif terselubung.

”Sedih aja, gue ngerti mekanisme kekuasaan lewat partai. Tetapi, ketika dia menjadi presiden atau menteri, artinya dia negarawan. Jangan bawa-bawa kepentingan partainya,” tuturnya. (BEE)

No comments:

Post a Comment